Peningkatan Kemampuan Literasi Dasar Melalui Pendampingan Belajar Membaca Intensif Bagi Siswa di SD Negeri 16 Tarowang dan SD Negeri 5 Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.3169Kata Kunci:
Belajar Membaca, Literasi Dasar, Pendampingan Intensif, Sekolah DasarAbstrak
Kemampuan membaca merupakan fondasi utama dalam proses pembelajaran anak di tingkat Sekolah Dasar (SD) yang menentukan keberhasilan akademik dan perkembangan kognitif. Namun, pascapandemi dan keterbatasan media ajar di wilayah pedesaan menyebabkan sejumlah siswa mengalami ketertinggalan literasi dasar (reading delay). Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk mengimplementasikan bimbingan membaca intensif guna mempercepat pemulihan kemampuan literasi dasar siswa. Program ini dilaksanakan secara paralel di dua sekolah mitra, yaitu SD Negeri 16 Tarowang dan SD Negeri 5 Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto. Metode pengabdian menggabungkan pendekatan Direct Instruction (pengajaran langsung) dan Small Group Discussion (kelompok belajar kecil beranggota 4–5 siswa) yang diselenggarakan secara konsisten 3 kali seminggu setelah jam sekolah usai dengan durasi 60–90 menit per sesi. Pemetaan awal (pre-test) mengelompokkan siswa ke dalam tiga kategori: dasar (belum kenal huruf), menengah (belum lancar mengeja suku kata), dan lanjut (belum lancar membaca kalimat utuh). Proses intervensi memanfaatkan media konkret interaktif seperti kartu kata bergambar (flashcards), buku cerita anak, serta permainan bahasa. Hasil evaluasi akhir (post-test) menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 85% siswa kategori dasar di SD Negeri 16 Tarowang berhasil mengenali alfabet dan mengeja suku kata, serta 80% siswa kategori menengah/lanjut di SD Negeri 5 Tarowang mampu membaca kalimat utuh secara lancar dengan intonasi yang tepat. Selain capaian kognitif, pendekatan klinis-personal dalam kelompok kecil terbukti efektif menurunkan kecemasan akademik (academic anxiety), memulihkan efikasi diri, serta meningkatkan keberanian dan motivasi belajar siswa di kelas.
Referensi
Ahmad, J., Hasan, A. ul, Naqvi, T., & Mubeen, T. (2019). A Review on Software Testing and Its Methodology. Manager’s Journal on Software Engineering, 13(1), 32–38. https://doi.org/10.26634/jse.13.3.15515
Aljawarneh, S., Aldwairi, M., & Yassein, M. B. (2018). Anomaly-based intrusion detection system through feature selection analysis and building hybrid efficient model. Journal of Computational Science, 25(1), 152–160. https://doi.org/10.1016/j.jocs.2017.03.006
Astuti, R., Wardani, K., & Rahayu, S. (2023). Efektivitas metode small group teaching dalam mengatasi kesulitan membaca permulaan siswa sekolah dasar. Jurnal Inovasi Pendidikan Dasar, 7(2), 145–154. https://doi.org/10.21009/JIPD.072.05
Fitriani, N., & Anggraini, L. (2023). Penggunaan media flashcard untuk meningkatkan kemampuan membaca nyaring pada siswa kelas rendah. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 9(1), 320–329. https://doi.org/10.30605/onoma.v9i1.2150
Hasanah, U., Prasetyo, A., & Kurniawati, D. (2023). Dampak psikologis ketertinggalan literasi terhadap interaksi sosial dan efikasi diri siswa di sekolah dasar pedesaan. Jurnal Psikologi Pendidikan & Konseling, 9(1), 58–67.
Hidayah, N., & Wahyuni, S. (2022). Pembelajaran literasi dasar interaktif dalam memulihkan learning loss di sekolah dasar pasca pandemi. Jurnal Pendidikan Basicedu, 6(3), 4112–4121. https://doi.org/10.31004/basicedu.v6i3.2789
Kurniawan, Y. I., Rahmawati, A., Chasanah, N., & Hanifa, A. (2019). Application for determining the modality preference of student learning. Journal of Physics: Conference Series, 1367(1), 1–11. https://doi.org/10.1088/1742-6596/1367/1/012011
Nurlaila, S., Suherman, A., & Ramdani, A. (2024). Analisis krisis literasi dasar dan strategi pemulihan kemampuan membaca siswa sekolah dasar. Jurnal Elemen Edukasi, 5(1), 12–23.
Pratiwi, C. P. (2020). Analisis kesulitan membaca permulaan pada siswa sekolah dasar. Jurnal Basicedu, 4(4), 1167-1174. https://doi.org/10.31004/basicedu.v4i4.519
Rahmawati, A., Susilo, H., & Suryani, E. (2021). Peran gerakan literasi sekolah dalam membangun budaya membaca siswa di sekolah dasar. Jurnal Pendidikan Dasar Nusantara, 6(2), 189–201. https://doi.org/10.29407/jpdn.v6i2.15420
Sari, R. P., & Puspita, D. (2021). Efektivitas bimbingan belajar membaca intensif berbasis media kartu kata pada anak usia dasar di daerah pelosok. Jurnal Pengabdian Masyarakat Edukasi, 3(2), 45–52.
Sridevi, M., Aishwarya, S., Nidheesha, A., & Bokadia, D. (n.d.). Anomaly Detection by Using CFS Subset and Neural Network with WEKA Tools. Springer Singapore. https://doi.org/10.1007/978-981-13-1747-7
Supriyadi, S., Nurhayati, N., & Mulyani, S. (2022). Implementasi pengajaran langsung (direct instruction) dalam meningkatkan keterampilan membaca siswa kelas awal. Jurnal Kajian Pendidikan Dasar, 7(1), 88–97.
Tarigan, H. G. (2015). Membaca sebagai suatu keterampilan berbahasa. Angkasa.
Utami, T., Setiawan, B., & Handayani, R. (2022). Kesenjangan fasilitas dan akses literasi anak di wilayah pesisir dan pedesaan. Jurnal Dikdas: Jurnal Ilmiah Pendidikan Dasar, 5(2), 102–111.
Wulandari, M., Hartati, S., & Subarkah, A. (2024). Pengaruh intensitas pendampingan belajar terhadap percepatan kemampuan membaca anak sekolah dasar. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat (JPKM), 5(1), 77–86.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Anna Sulfianti, Sandra Dewi, Novianti Novianti, Anugrah Utamayanti, Andi Susilawati, Saripa Muhminati

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




