Program SIAGA MANIS: Edukasi dan Skrining Kesehatan Metabolik untuk Pencegahan Diabetes Melitus dan Sindrom Metabolik pada Santri Pondok Pesantren Wachid Hasyim

Penulis

  • Ardyarini Dyah Savitri Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Danny Irawan Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Faizal Armando Nugroho Departemen Ilmu Penyakit Dalam, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Rifky Dwi Aditya Iryawan Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Akbar Reza Muhammad Departemen Kardiologi dan Kedokteran Vaskular, Fakultas Kedokteran, Universitas Airlangga, RSUD Dr. Soetomo, Surabaya, Indonesia
  • Keysa N. S. Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Gigih Dwi Septa Pribadi Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Ahmad Maulana Madhani Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Eva Maharani Septiani Adiputri Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Muchammad Ghifari Azhar Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Elysia Talitha Iona Ardianto Program Studi Kedokteran, Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.3331

Kata Kunci:

deteksi dini, diabetes melitus, gizi seimbang, pengabdian kepada masyarakat, santri, sindrom metabolik.

Abstrak

Latar Belakang: Jumlah penyandang diabetes melitus meningkat tajam secara global, dengan sebagian besar faktor risiko berasal dari pola makan tidak seimbang dan rendahnya aktivitas fisik yang dapat dimodifikasi. Lingkungan pondok pesantren dengan penyediaan makanan terpusat, jadwal kegiatan yang padat, serta keterbatasan aktivitas fisik terstruktur dapat menjadi lingkungan yang memengaruhi pembentukan kebiasaan kesehatan metabolik sejak usia muda. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan santri mengenai gizi seimbang, aktivitas fisik, serta pencegahan diabetes melitus dan sindrom metabolik melalui edukasi kesehatan dalam program SIAGA MANIS yang disertai skrining kesehatan metabolik. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 17 Juli 2026 di Pondok Pesantren Wachid Hasyim dengan melibatkan 10 santri putri menggunakan pendekatan partisipatif dan desain evaluasi one-group pretest–posttest. Kegiatan meliputi sosialisasi, edukasi gizi seimbang dan penyakit metabolik, pengenalan gerakan hidup aktif, serta skrining antropometri, tekanan darah, dan gula darah. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sepuluh butir dengan rentang nilai 0–100 dan dianalisis menggunakan uji Wilcoxon signed-rank sebagai analisis utama (α = 5%). Hasil: Rerata nilai pengetahuan meningkat dari 69,00 ± 16,63 pada pretest menjadi 81,00 ± 17,29 pada posttest, dengan selisih 12,00 poin (IK 95%: 6,36–17,64) atau 17,39%. Peningkatan tersebut bermakna secara statistik (Wilcoxon signed-rank eksak p = 0,008) dengan besar efek kuat (r = 0,82) dan N-gain 0,39 (kategori sedang). Delapan peserta (80,0%) mengalami kenaikan nilai dan proporsi peserta berkategori pengetahuan baik meningkat dari 30,0% menjadi 80,0%. Kesimpulan: Program SIAGA MANIS menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan santri mengenai pencegahan diabetes melitus dan sindrom metabolik segera setelah kegiatan edukasi. Peserta dengan pengetahuan awal rendah memerlukan pendekatan pendampingan yang lebih individual. Keberlanjutan program dapat didukung melalui kader kesehatan santri, penyesuaian menu dapur, dan skrining berkala.

Referensi

Afni, N. and Al Faiqoh, Z. (2024). ‘Perbedaan Asupan Energi Makronutrien, Aktivitas Fisik dan Status Gizi pada Siswa di SMA Wahid Hasyim Model Lamongan yang Bermukim di Pondok Pesantren dan yang Bermukim di Rumah’, Healthy Tadulako Journal, 10(2), pp. 306–315.

Alberti, K. G. M. M., Eckel, R. H., Grundy, S. M., Zimmet, P. Z., Cleeman, J. I., Donato, K. A., Fruchart, J.-C., James, W. P. T., Loria, C. M., & Smith, S. C. (2009). Harmonizing the metabolic syndrome: A joint interim statement of the International Diabetes Federation Task Force on Epidemiology and Prevention; National Heart, Lung, and Blood Institute; American Heart Association; World Heart Federation; International Atherosclerosis Society; and International Association for the Study of Obesity. Circulation, 120(16), 1640–1645. https://doi.org/10.1161/CIRCULATIONAHA.109.192644

Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.

Badan Kebijakan Pembangunan Kesehatan. (2023). Hasil utama Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/hasil-utama-ski-2023/

Chaput, J. P., Willumsen, J., Bull, F., Chou, R., Ekelund, U., Firth, J., Jago, R., Ortega, F. B., & Katzmarzyk, P. T. (2020). 2020 WHO guidelines on physical activity and sedentary behaviour for children and adolescents aged 5–17 years: Summary of the evidence. International Journal of Behavioral Nutrition and Physical Activity, 17, 141. https://doi.org/10.1186/s12966-020-01037-z

Cohen, J. (1988). Statistical power analysis for the behavioral sciences (2nd ed.). Lawrence Erlbaum Associates.

Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.

Field, A. (2018). Discovering statistics using IBM SPSS Statistics (5th ed.). SAGE Publications.

Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74. https://doi.org/10.1119/1.18809

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2020). Profil pondok pesantren di Indonesia: Statistik dan dinamika pendidikan keagamaan. Kementerian Agama Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2018). Pedoman nasional pencegahan dan pengendalian penyakit tidak menular. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia.

Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2024). Isi Piringku: Kebutuhan gizi harian seimbang. Direktorat Promosi Kesehatan dan Pemberdayaan Masyarakat. https://ayosehat.kemkes.go.id/isi-piringku-kebutuhan-gizi-harian-seimbang

Matsuo, M. (2025). Supporting experiential learning for expanding successes: Extending Kolb’s model. Human Resource Development International, 28(3), 423–445. https://doi.org/10.1080/13678868.2024.2401301

NCD Risk Factor Collaboration. (2024). Worldwide trends in diabetes prevalence and treatment from 1990 to 2022: A pooled analysis of 1108 population-representative studies with 141 million participants. The Lancet, 404(10467), 2077–2093. https://doi.org/10.1016/S0140-6736(24)02317-1

Neda, Z.A., Indrawati, V., Ismawati, R. and Pratama, S.A. (2023). ‘Perbedaan Pola Konsumsi Asupan Zat Gizi dan Status Gizi Siswa SMAIT Al Uswah Surabaya yang Tinggal di Asrama dan Non Asrama’, SEHATRAKYAT (Jurnal Kesehatan Masyarakat), 2(3), pp. 369–379. https://doi.org/10.54259/sehatrakyat.v2i3.1776

Nutbeam, D., & Lloyd, J. E. (2021). Understanding and responding to health literacy as a social determinant of health. Annual Review of Public Health, 42, 159–173. https://doi.org/10.1146/annurev-publhealth-090419-102529

Souza, F., Silva, P. and Suzuki, S. (2026). ‘The Role of Mobile Health Applications in Managing Chronic Diseases: A Systematic Review’, Journal of World Future Medicine, Health and Nursing, 4(1), pp. 89–102. https://doi.org/10.70177/health.v2i6.1420

World Health Organization. (2016). Global report on diabetes. World Health Organization.

Diterbitkan

18-09-2026

Cara Mengutip

Savitri, A. D. ., Irawan, D. ., Nugroho, F. A. ., Iryawan, R. D. A. ., Muhammad, A. R. ., S., K. N. ., Pribadi, G. D. S. ., Madhani, A. M. ., Adiputri, E. M. S. ., Azhar, M. G. ., & Ardianto, E. T. I. . (2026). Program SIAGA MANIS: Edukasi dan Skrining Kesehatan Metabolik untuk Pencegahan Diabetes Melitus dan Sindrom Metabolik pada Santri Pondok Pesantren Wachid Hasyim. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(5), 5537–5550. https://doi.org/10.54082/jamsi.3331