Edukasi dan Skrining Tuberkulosis melalui Program SIKAT TB di Wilayah Kerja Puskesmas Medokan Ayu Surabaya
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.3332Kata Kunci:
deteksi dini, literasi kesehatan, pengabdian kepada masyarakat, penyuluhan kesehatan, puskesmas, tuberkulosisAbstrak
Latar Belakang: Indonesia menempati peringkat kedua dunia dalam beban tuberkulosis dengan estimasi sekitar 1,1 juta kasus pada tahun 2024, sementara sebagian kasus belum terdeteksi akibat rendahnya literasi masyarakat mengenai gejala dan pentingnya skrining. Wilayah kerja Puskesmas Medokan Ayu Surabaya merupakan kawasan dengan karakteristik permukiman padat dan mobilitas penduduk tinggi sehingga memerlukan penguatan upaya pencegahan dan penemuan kasus berbasis komunitas. Tujuan: Meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai gejala, penularan, pencegahan, dan pentingnya deteksi dini tuberkulosis melalui penyuluhan SIKAT TB. Metode: Kegiatan dilaksanakan pada 7 Juni 2026 di wilayah kerja Puskesmas Medokan Ayu Surabaya dengan melibatkan 100 warga. Kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif berbasis komunitas dengan desain evaluasi one-group pretest–posttest. Intervensi meliputi sosialisasi, penyuluhan interaktif menggunakan media poster, leaflet, dan video, serta layanan skrining sederhana. Pengetahuan diukur menggunakan kuesioner sepuluh butir dan dilaporkan sebagai persentase jawaban benar pada setiap butir soal. Analisis dilakukan pada tingkat butir soal menggunakan uji paired sample t-test dan Wilcoxon signed-rank dengan tingkat kemaknaan α = 5%. Hasil: Rerata persentase jawaban benar meningkat dari 56,80% ± 14,26 pada pretest menjadi 97,70% ± 2,87 pada posttest, dengan selisih 40,90 poin persentase (IK 95%: 30,32–51,48) atau peningkatan relatif sebesar 72,01%. Peningkatan tersebut bermakna secara statistik (t(9) = 8,749; p < 0,001) dengan besar efek yang sangat kuat (Cohen’s dz = 2,77) dan nilai N-gain kategori tinggi (0,95). Seluruh sepuluh butir soal mengalami peningkatan, dan lima butir mencapai persentase jawaban benar 100%. Analisis menggunakan butir soal sebagai unit evaluasi sehingga hasil menggambarkan perubahan capaian pengetahuan pada setiap topik edukasi. Kesimpulan: Penyuluhan SIKAT TB efektif meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai tuberkulosis, terutama pada materi yang sebelumnya memiliki tingkat penguasaan lebih rendah. Keberlanjutan program perlu didukung melalui penguatan kader kesehatan, pengulangan edukasi secara berkala, serta penguatan keterhubungan antara masyarakat dan layanan kesehatan primer untuk mendukung penemuan kasus aktif.
Referensi
Arikunto, S. (2013). Prosedur penelitian: Suatu pendekatan praktik. Rineka Cipta.
Basri, S., Suryani, A., & Rahman, S. (2018). Screening tuberkulosis (TB) paru. Jurnal Kesehatan Manarang, 3(2), 85–92.
Bastiana. (2023). Pelatihan skrining dan edukasi tuberkulosis pada santri husada di PP Al-Hikam Bangkalan. Community Development Journal: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(5), 11301–11305.
Cohen, J. (1988). Statistical power analysis for the behavioral sciences (2nd ed.). Lawrence Erlbaum Associates.
Creswell, J. W., & Creswell, J. D. (2018). Research design: Qualitative, quantitative, and mixed methods approaches (5th ed.). SAGE Publications.
Field, A. (2018). Discovering statistics using IBM SPSS Statistics (5th ed.). SAGE Publications.
Garg, T., et al. (2022). Active case finding for tuberculosis: A systematic review and meta-analysis. The Lancet Global Health, 10(5), e733–e743. https://doi.org/10.1016/S2214-109X(22)00062-2
Hake, R. R. (1998). Interactive-engagement versus traditional methods: A six-thousand-student survey of mechanics test data for introductory physics courses. American Journal of Physics, 66(1), 64–74. https://doi.org/10.1119/1.18809
Handayani, S., & Kusuma, E. J. (2024). Edukasi tuberkulosis pada kader kesehatan di wilayah kerja Puskesmas Mangkang, Kota Semarang. Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia, 2(1), 7–12.
Hidayati, E., & Kurniawati, R. (2023). Analisis sosial-ekonomi dan pengaruhnya terhadap pelayanan TB di kawasan urban padat. Jurnal Kesehatan Masyarakat Indonesia, 22(3), 154–161.
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2025, March 25). Aksi nyata percepatan eliminasi tuberkulosis di Indonesia. Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. https://kemkes.go.id/id/47510/Pada-2025-target-nasional
Nursasi, A. Y., & Hidayat, R. (2024). Optimalisasi penemuan kasus tuberkulosis melalui skrining TBC. Jurnal Kesehatan Komunitas, 10(2), 45–52.
Nutbeam, D., & Lloyd, J. E. (2021). Understanding and responding to health literacy as a social determinant of health. Annual Review of Public Health, 42, 159–173. https://doi.org/10.1146/annurev-publhealth-090419-102529
Pribadi, F., Dewi, D. N. S. S., Sutikno, A. E., Gunawan, E. J., Yuwono, N., & Handayani, L. (2026). Menguatkan upaya promotif-preventif tuberkulosis melalui edukasi dan skrining terpadu. Jurnal Leverage, Engagement, Empowerment of Community (LeECOM), 8(1), 33–40.
Puskesmas Medokan Ayu. (2025). Laporan tahunan Puskesmas Medokan Ayu tahun 2025 [Dokumen internal tidak dipublikasikan]. Surabaya.
Sari, M., & Pratiwi, D. (2024). Sosialisasi pencegahan TB melalui upaya penyuluhan pada komunitas keluarga di Kelurahan Putat Jaya Surabaya. Community Development Journal, 3(1), 1–7.
Septian, N. (2020). LOSS TB (Lingkunganku Obat Sampai Sembuh Tuberkulosis) dalam pengembangan masyarakat yang sehat [Skripsi, Universitas Muhammadiyah Surabaya].
Utami, L., & Setiawan, B. (2024). Peningkatan kualitas hidup melalui skrining tuberkulosis paru dan pemeriksaan kesehatan rutin. Jurnal Medika Permata, 12(3), 112–119.
World Health Organization. (2025). Global tuberculosis report 2025. World Health Organization. https://www.who.int/teams/global-programme-on-tuberculosis-and-lung-health/tb-reports/global-tuberculosis-report-2025
Zeffira, L., Maidarni, K., Eldrian, F., & Amonica, M. (2025). Penyuluhan dan skrining tuberkulosis pada anak di panti asuhan Ashabil Rayan. Jurnal Pengabdian Masyarakat Kesehatan (JURABDIKES), 3(1), 36–40.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Nathalya Dwi Kartika, Adyan Donastin, Rifky Dwi Aditya Iryawan, Akbar Reza Muhammad, Ersalina Nidianti, Robert Aditya Wijanarko, Najmy Najah Anisah, Qoyyum Meikasari, Fatikasari Zain

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




