Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi
<p><strong>Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI)</strong> adalah jurnal nasional yang berisi hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan. <strong>Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) </strong>terdaftar di LIPI dengan P-ISSN: 2807-6605 dan E-ISSN: 2807-6567. Selain itu, JAMSI terdaftar di Crossref dengan DOI : https://doi.org/10.54082/jamsi.idpaper.</p> <p><strong>Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) </strong>saat ini terakreditasi <a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/12004" target="_blank" rel="noopener"><strong>SINTA 5</strong></a> berdasarkan Surat Keputusan Direktur Jenderal Sains dan Teknologi, Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi Republik Indonesia Nomor 355/DST/D.D1/HM.01.01/2026 (<a href="https://drive.google.com/drive/folders/13C0oa5lm4lwM-rQIcdh2ILx3QAbo0YES?usp=sharing" target="_blank" rel="noopener">Download SK Akreditasi</a>).</p> <p align="center"><a href="https://sinta.kemdiktisaintek.go.id/journals/profile/12004" target="_blank" rel="noopener"><img src="https://jurnal-id.com/master/images/sinta5.png" /></a></p> <p><strong>Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI) </strong>dipublikasikan dua bulan sekali, yaitu pada bulan Januari, Maret, Mei, Juli, September, dan November. Naskah harus dimasukkan dalam <strong>BAHASA INDONESIA. </strong></p> <table border="0"> <tbody> <tr> <td colspan="3"><strong>Informasi Jurnal</strong></td> </tr> <tr> <td width="150">Nama</td> <td>:</td> <td>Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia</td> </tr> <tr> <td>Nama Pendek</td> <td>:</td> <td>JAMSI</td> </tr> <tr> <td>Contact Person</td> <td>:</td> <td>085111544445</td> </tr> <tr> <td>Frekuensi Terbit</td> <td>:</td> <td>6 edisi setiap tahun (Januari, Maret, Mei, Juli, September, dan November)</td> </tr> <tr> <td>DOI</td> <td>:</td> <td>10.54082/jamsi.IDPaper</td> </tr> <tr> <td>P-ISSN</td> <td>:</td> <td>2807-6605 </td> </tr> <tr> <td>e-ISSN</td> <td>:</td> <td>2807-6567</td> </tr> <tr> <td>Author Fees / APC </td> <td>:</td> <td>Rp 500.000,00</td> </tr> <tr> <td>Scope</td> <td>:</td> <td>Semua kegiatan pengabdian masyarakat di berbagai bidang, antara lain : pendidikan, teknik, pertanian, sosial humaniora, komputer dan kesehatan, maupun kegiatan pengabdian masyarakat bidang lainnya.</td> </tr> </tbody> </table> <h1><img src="https://jurnal-id.com/master/images/FrontendJAMSI.jpg" /></h1> <hr /> <h1>Fokus dan Ruang Lingkup</h1> <p><strong>Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia (JAMSI)</strong> menerima artikel untuk hasil-hasil kegiatan pengabdian dan pemberdayaan masyarakat berupa penerapan berbagai bidang ilmu diantaranya Pendidikan, Teknik, Sains, Pertanian, Sosial Humaniora, Komputer, Kesehatan, dan bidang lainnya. </p> <p><iframe style="border: 0px #ffffff none;" src="https://author.my.id/widget/graph-oa.php?issn=2807-6567&warna=f1863b" name="statistik" width="100%" height="550px" frameborder="0" marginwidth="0px" marginheight="0px" scrolling="no"></iframe></p>CV Firmosid-IDJurnal Abdi Masyarakat Indonesia2807-6605Penanganan Penyakit Kulit dan Kelamin di Pesantren Muhammadiyah Manafi’ul Ulum Boyolali melalui Edukasi dan Standarisasi Penanganan Awal di Unit Kesehatan Sekolah
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/2550
<p><em>Penyakit kulit dan kelamin masih memiliki prevalensi tinggi di kalangan remaja terutama di lingkungan yang padat seperti pondok pesantren. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilakukan di Pondok Pesantren Manafi’ul Ulum Boyolali dengan tujuan meningkatkan pengetahuan santri/santriwati mengenai penyakit kulit dan kelamin serta meningkatkan kapasitas pengelola Unit Kesehatan Sekolah (UKS) melalui penyusunan Standar Operasional Prosedur (SOP) deteksi dini dan penanganan awal penyakit dermatovenereologi. Pendekatan community-based intervention dilakukan melalui tahap identifikasi masalah, penyusunan materi edukasi, pemeriksaan kesehatan, penyuluhan, evaluasi pengetahuan, serta penyusunan SOP UKS. Setelah melakukan survei awal dan identifikasi masalah, kami kemudian menyusun materi edukasi yang disesuaikan dengan kebutuhan para santri/santriwati. Setelah memberikan penyuluhan, hasil analisis kami menunjukkan bahwa tingkat pengetahuan para santri/santriwati mengenai penyakit kulit dan kelamin tergolong cukup baik, namun prevalensi penyakit tetap tinggi. Oleh karena itu, dilakukan upaya tambahan berupa penyusunan SOP sederhana bagi guru di UKS agar mampu mengenali gejala awal serta melakukan penanganan awal terhadap kasus penyakit kulit dan kelamin ringan di lingkungan pesantren. Hasil evaluasi kami menunjukkan bahwa tingkat pemahaman dan adherensi guru UKS terhadap SOP cukup baik.</em> <em>Kombinasi edukasi kesehatan dan penguatan kapasitas UKS melalui SOP merupakan strategi potensial untuk mendukung deteksi dini dan pencegahan penyakit kulit dan kelamin di lingkungan pesantren.</em></p>Flora Ramona Sigit PrakoeswaSaiful HidayatListiana Masyita DewiRochmadina Suci BestariErika Diana RisantiRatih Pramuningtyas
Hak Cipta (c) 2026 Flora Ramona Sigit Prakoeswa, Saiful Hidayat, Listiana Masyita Dewi, Rochmadina Suci Bestari, Erika Diana Risanti, Ratih Pramuningtyas
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654881489210.54082/jamsi.2550Pemberdayaan takmir melalui penerapan sistem absensi barcode dan layanan antar-jemput jamaah Kajian di Masjid As-Syifa Kertek, Wonosobo
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3174
<p><em>Pencatatan kehadiran jamaah kajian di Masjid As-Syifa, Kertek, Wonosobo, selama ini masih dilakukan secara manual sehingga rentan terhadap kehilangan data dan menyulitkan rekapitulasi. Di sisi lain, sebagian jamaah, terutama jamaah lanjut usia, mengalami kendala akses transportasi menuju masjid. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberdayakan sistem absensi berbasis barcode pada kajian rutin Selasa pagi dan Kamis sore, serta merintis sistem transportasi antar-jemput bagi jamaah. Metode pelaksanaan meliputi survei kebutuhan, perancangan sistem barcode, sosialisasi dan pelatihan kepada takmir, pendampingan pelaksanaan, serta evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa sistem absensi barcode berhasil diterapkan dan mempercepat proses pencatatan kehadiran, sementara layanan antar-jemput membantu jamaah yang sebelumnya kesulitan hadir secara rutin. Kedua program tersebut memberikan dampak positif terhadap tata kelola data jamaah dan tingkat partisipasi kajian di Masjid As-Syifa. Jumlah Jamaah sebelum adanya layanan antar jemput hanya sekitar 100 jamaah, setelah menggunakan layanan anatar jemput, jamaah meningkat menjadi rata-rata 200 sampai 250 jamaah kajian selasa pagi dan kamis sore, begitu juga dengan adanya layanan barcode jamaah yang sebelumnya absen manual membutuhkan 3 menit untuk absensi, sekarang menggunakan barcode absensi hanya membutuhkan 3 detik.</em></p>Zukhal ZukhalAdlan BasilMuhammad Syahid QordhowiNur Aini IndrasariMuhammad Fakhri AlqolbiKevin Namru AmanbergaFebriyanto FebriyantoChotit Puspita SariAdi Musharianto
Hak Cipta (c) 2026 Zukhal Zukhal, Adlan Basil, Muhammad Syahid Qordhowi, Nur Aini Indrasari, Muhammad Fakhri Alqolbi, Kevin Namru Amanberga, Febriyanto Febriyanto, Chotit Puspita Sari, Adi Musharianto
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654661467010.54082/jamsi.3174Implementasi Metode Ceramah Berbasis Hots pada Pembelajaran Tematik Kelas II Pengalaman Praktik Mengajar Mahasiswa KKN-B
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3216
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk mendeskripsikan Pembelajaran Tematik Kelas 2 yang Berbasis Keterampilan Berpikir Tingkat Tinggi (HOTS) di UPT SD Negeri 16 Bontoramba berdasarkan praktik mengajar mahasiswa KKN-B. Metode: Penelitian Kualitatif ini menggunakan desain studi kasus tunggal deskriptif. Data dikumpulkan melalui observasi pastisipatif, wawancara mendalam, dan dokumentasi, kemudian dianalisis dengan model analitik Miles, Huberman, dan Saldana (2014) yang terdiri dari pengumpulan data, penyajian data, dan penarikan kesimpulan. Triangulasi sumber dan teknik memastikan validitas data. Temuan penelitian menunjukkan bahwa pembelajaran berbasis HOTS dilaksanakan dalam tiga tahap, yaitu tahap pembuka dengan aktivasi pengetahuan awal; kegiatan utama menggunakan soal-soal HOTS dalam kemampuan menganalisis, mengevaluasi, dan menciptakan; serta tahap penutup, dengan sintesis dan refleksi atas pembelajaran yang telah dilakukan. Strategi-strategi ini mendorong keterlibatan siswa yang tinggi, serta memberikan ruang bagi siswa untuk menyuarakan dan memilih pendapat mereka melalui pendekatan pembelajaran yang praktis. Tantangan yang dihadapi meliputi tingkat literasi siswa, perbedaan tingkat kemampuan diantara siswa, serta keterbatasan sumber daya dan waktu di kelas. Tantangan-tantangan ini diatasi dengan penggunaan kosakata sederhana, pertanyaan yang disesuaikan, serta pemanfaatan alat bantu visual dasar dan manajemen waktu di kelas. Hal ini meningkatkan pemahaman pedagogis, kemampuan reflektif, serta serta keterlibatan siswa dan guru.</em></p>Maksud HakimElisa Putri HandayaniSri RahyuniNur AnnisaSelpi. SMutiara Mutiara
Hak Cipta (c) 2026 Maksud Hakim, Elisa Putri Handayani, Sri Rahyuni, Nur Annisa, Selpi. S, Mutiara Mutiara
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07654589459810.54082/jamsi.3216Rehabilitasi Pantai Desa Muara Kintap, Kabupaten Tanah Laut, Kalimantan Selatan dengan Penanaman Ketapang (Terminalia catappa) sebagai Vegetasi Mangrove Asosiasi
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3254
<p><em>Pantai Desa Muara Kintap merupakan kawasan pesisir yang menghadapi tekanan lingkungan berupa abrasi dan permasalahan sampah yang berpotensi mengganggu keberlanjutan ekosistem pesisir. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mendukung rehabilitasi kawasan pesisir melalui penanaman mangrove asosiasi sekaligus meningkatkan keterlibatan masyarakat dalam menjaga lingkungan pantai. Kegiatan dilaksanakan dengan pendekatan partisipatif melalui survei lokasi, penentuan titik penanaman, penanaman bibit, serta monitoring pascatanam. Sebanyak 100 bibit ketapang (Terminalia catappa) berhasil ditanam pada 22 titik lokasi dengan melibatkan sekitar 23 warga Desa Muara Kintap bersama mahasiswa, TNI, dan Polairud. Monitoring dilakukan sebanyak dua kali dan menunjukkan bahwa sebagian besar bibit masih berada dalam kondisi baik, meskipun beberapa bibit pada zona yang lebih dekat dengan garis pantai menunjukkan tanda-tanda stres. Kegiatan ini menunjukkan bahwa rehabilitasi pesisir berbasis partisipasi masyarakat dapat menjadi salah satu upaya dalam mendukung pemulihan vegetasi dan keberlanjutan lingkungan pesisir.</em></p>Valerina Laila HasanahMagfirah MagfirahAida SofyatiRizki ArdianaUlan Fajrdhya ShafaLutfhi Al BashirAnnisa SalsabilaZalikha RamadhaniFitria NajwaM. Pasha Sukma WijayaSiti Aminah
Hak Cipta (c) 2026 Valerina Laila Hasanah, Magfirah Magfirah, Aida Sofyati, Rizki Ardiana, Ulan Fajrdhya Shafa, Lutfhi Al Bashir, Annisa Salsabila, Zalikha Ramadhani, Fitria Najwa, M. Pasha Sukma Wijaya, Siti Aminah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07655219522810.54082/jamsi.3254Pendampingan Pengelolaan Hama dan Penyakit Tanaman Selada Hidroponik melalui Penerapan Pengendalian Hama Terpadu di CV Azka Hidroponik Kabupaten Sumbawa, Nusa Tenggara Barat
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3025
<p><em>Selada (Lactuca sativa L.) merupakan komoditas bernilai ekonomi tinggi, namun budidayanya di CV Azka Hidroponik sering terkendala oleh serangan hama dan penyakit yang dapat menurunkan kualitas panen. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan dan pemahaman mitra dalam mengelola organisme pengganggu tanaman (OPT) secara mandiri melalui penerapan Pengendalian Hama Terpadu (PHT). Tahapan kegiatan meliputi observasi lapangan, pendampingan edukasi, praktik penerapan PHT, serta evaluasi keberhasilan. Indikator keberhasilan kegiatan diukur dari kemampuan mitra dalam mengidentifikasi masalah serta kemandirian memproduksi dan mengaplikasikan pestisida nabati. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan kapasitas mitra dalam mengenali OPT utama seperti leaf miner (Liriomyza sp.), ulat pengunyah daun, thrips (Thrips sp.), dan penyakit embun tepung (powdery mildew). Melalui pendampingan, mitra berhasil menerapkan PHT yang mencakup sanitasi lingkungan, penggunaan yellow trap, serta aplikasi pestisida nabati berbahan ekstrak daun mimba. Dampak dari kegiatan pemberdayaan ini adalah meningkatnya kesehatan tanaman dan berkurangnya ketergantungan pada pestisida kimia, sehingga produktivitas selada hidroponik dapat terjaga secara lebih berkelanjutan.</em></p>Heri KusnayadiAde Mariyam OklimaAura Bening Pinkana CintaMeriati MeriatiAlfin RizaldiDava Mavira G
Hak Cipta (c) 2026 Heri Kusnayadi, Ade Mariyam Oklima, Aura Bening Pinkana Cinta, Meriati Meriati, Alfin Rizaldi, Dava Mavira G
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654973498410.54082/jamsi.3025Faktor Lingkungan yang Berhubungan dengan Kejadian Diare pada Balita di Wilayah Kerja Puskesmas Mutiara Barat Kabupaten Pidie Tahun 2025
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3195
<p><em>Diare merupakan salah satu penyebab angka kematian dan kesakitan tertinggi pada balita. Di Wilayah Kerja Puskesmas Mutiara Barat Kabupaten Pidie, kasus diare terus meningkat dari 32 kasus (2021), 38 kasus (2022), hingga 44 kasus (2023). Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui faktor lingkungan yang berhubungan dengan kejadian diare pada balita. Desain penelitian menggunakan observasional analitik dengan pendekatan case control. Sampel terdiri dari 12 kasus dan 24 kontrol yang dipilih dengan matching jenis kelamin dan umur (rasio 1:2). Pengumpulan data dilakukan melalui observasi dan wawancara menggunakan kuesioner pada bulan Agustus 2024. Analisis menggunakan uji chi-square dengan batas kemaknaan α=0,05. Hasil penelitian menunjukkan ada hubungan sarana air bersih (p=0,000, OR=26,7), jamban sehat (p=0,018, OR=7,0), sarana pembuangan sampah (p=0,002, OR=12,1), dan personal hygiene (p=0,000, OR=26,7) dengan kejadian diare pada balita. Disimpulkan bahwa keempat variabel lingkungan tersebut secara signifikan berhubungan dengan kejadian diare. Disarankan agar pihak puskesmas meningkatkan upaya promosi kesehatan dan penyuluhan tentang sanitasi lingkungan kepada masyarakat.</em></p>Muhammad RijalAnwar ArbiNopa ArliantiHanifah HasnurWardiati Wardiati
Hak Cipta (c) 2026 Muhammad Rijal, Anwar Arbi, Nopa Arlianti, Hanifah Hasnur, Wardiati Wardiati
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654559456610.54082/jamsi.3195Strategi Komunikasi Partisipatif dalam Penguatan Peran Perpustakaan sebagai Ruang Literasi Anak di Bendul Merisi, Kecamatan Wonocolo, Surabaya
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3228
<p><em>Perpustakaan Balai RW 7 Bendul Merisi, Kecamatan Wonocolo, Surabaya, memiliki koleksi buku dan fasilitas belajar yang memadai, namun pemanfaatannya sebagai ruang literasi anak belum optimal terutama pada masa liburan sekolah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang literasi anak melalui strategi komunikasi partisipatif. Metode yang digunakan adalah pendekatan Asset Based Community Development (ABCD) yang dilaksanakan oleh enam mahasiswa KKN selama 40 hari. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi kebutuhan, perencanaan partisipatif, pelaksanaan Program 3B (Belajar, Berkreasi, dan Bermain), pendampingan media sosial perpustakaan, serta evaluasi melalui observasi partisipatif, dokumentasi, dan wawancara. Hasil kegiatan menunjukkan rata-rata 25-30 anak berpartisipasi aktif pada setiap pertemuan, meningkatnya antusiasme anak terhadap kegiatan literasi, serta berubahnya perpustakaan yang sebelumnya kurang optimal menjadi ruang belajar dan bermain yang lebih hidup. Keberlanjutan program didukung oleh keterlibatan pengurus perpustakaan, ketua RW dan warga setempat sehingga memperkuat peran perpustakaan sebagai ruang literasi anak yang inklusif, partisipatif, dan berkelanjutan.</em></p>Fikry Zahria EmeraldienAlifiyah RahmawatiDilfikar AkbarLailatul ArifahMuhammad Kevin Zuhri PurwantoNurul Putri MegaPashya Nanda Mutya
Hak Cipta (c) 2026 Alifiyah Rahmawati, Fikry Zahria Emeraldien, Dilfikar Akbar, Lailatul Arifah, Muhammad Kevin Zuhri Purwanto, Nurul Putri Mega, Pashya Nanda Mutya
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07655251526010.54082/jamsi.3228Pelatihan Deteksi Dini Jentik Aedes aegypti untuk Meningkatkan Pengetahuan Santri di Pondok Pesantren Al-Fithrah, Kota Surabaya, Jawa Timur
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3268
<p><em>Demam Berdarah Dengue (DBD) memerlukan pengendalian vektor yang melibatkan masyarakat, termasuk pemantauan tempat perkembangbiakan Aedes aegypti. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri mengenai deteksi dini jentik sebagai bagian dari pencegahan DBD. Pelatihan dilaksanakan pada 23 Mei 2026 di Pondok Pesantren Al-Fithrah, Kota Surabaya, Jawa Timur, dengan melibatkan 30 santri. Kegiatan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi identifikasi jentik, praktik pemeriksaan tempat penampungan air, diskusi, dan evaluasi pretest-posttest. Hasil menunjukkan rerata skor pengetahuan meningkat dari 85,71 menjadi 91,43, dengan selisih 5,72 poin atau peningkatan sebesar 6,67%. Uji paired sample t-test menunjukkan adanya perbedaan skor pengetahuan yang bermakna secara statistik (p=0,0069). Temuan ini menunjukkan bahwa pelatihan yang memadukan penyuluhan, demonstrasi, praktik, dan diskusi dapat meningkatkan pengetahuan santri mengenai identifikasi jentik dan pencegahan DBD. Namun, kegiatan belum mengukur keterampilan pemeriksaan jentik secara terstruktur, perubahan perilaku, maupun indikator kepadatan jentik. Keberlanjutan program disarankan melalui pembentukan kader pemantau jentik dan pelaksanaan pemeriksaan lingkungan secara berkala di pondok pesantren.</em></p>Diah Retno KusumawatiBariah IdehamWarda El Maida Rusdi RusdiYuriske AgnoviantoMaulidya Nazwa PratiwiAchmad Labiib MubarakRoja Ahadi RosiantonoNur AiniSaffanah Indi Saniyyah
Hak Cipta (c) 2026 Diah Retno Kusumawati, Bariah Ideham, Warda El Maida Rusdi Rusdi, Yuriske Agnovianto, Maulidya Nazwa Pratiwi, Achmad Labiib Mubarak, Roja Ahadi Rosiantono, Nur Aini, Saffanah Indi Saniyyah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05655113512410.54082/jamsi.3268Peningkatan Kesehatan Gigi dan Mulut pada Komunitas di Bondowoso melalui Inovasi Obat Kumur Bahan Herbal
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/1473
<p><em>Rongga mulut merupakan tempat masuknya makanan ke dalam tubuh. Oleh sebab itu, menjaga kesehatan gigi dan mulut adalah langkah penting yang harus diterapkan dalam kehidupan sehari-hari. Jika terdapat masalah pada gigi dan mulut dapat menyebabkan munculnya masalah kesehatan pada bagian tubuh lain</em><em>. Halitosis disebabkan oleh adanya bakteri yang menumpuk dari sisa-sisa makanan pada sela-sela gigi dan permukaan lidah, pada kondisi ini obat kumur juga dapat membantu mengurangi jumlah bakteri pada mulut. </em><em>Sejumlah masalah kesehatan mulut dan gigi yang dapat dicegah dengan rutin menggunakan obat kumur meliputi : mencegah menumpuknya plak pada gigi, mencegah munculnya gigi berlubang karena bakteri dan zat asam, membuat gigi menjadi lebih kuat, membuat proses penyembuhan pasca operasi gigi menjadi lebih cepat, dan mengatasi penyakit yang dialami pasca menjalani terapi radiasi atau kemoterapi. Meski dapat mencegah dan mengatasi sejumlah masalah kesehatan pada mulut dan gigi, obat kumur bukanlah obat yang tepat untuk terus-menerus dipakai ketika mengalami sejumlah masalah kesehatan pada organ tersebut. Terdapat dua tujuan utama dari penggunaan obat kumur, yaitu sebagai upaya preventif dan terapeutik. Tujuan preventif penggunaan obat kumur adalah mencegah terbentuknya plak yang dapat mengakibatkan penyakit di rongga mulut. Di samping itu, tujuan terapi dari penggunaan obat kumur adalah untuk penyembuhan penyakit yang biasanya digunakan dalam jangka waktu singkat. Hal penting lainnya yang perlu diketahui juga bahwa obat kumur bukanlah pengganti sikat dan pasta gigi. Keduanya tetap dibutuhkan dan berperan penting dalam membersihkan sisa makanan dan bakteri pada gigi secara keseluruhan. Kondisi tersebut memerlukan edukasi untuk penggunaan obat kumur yang tepat dan inovasi untuk pembuatan obat kumur dengan memanfaatkan keragaman bahan herbal yang ada di wilayah Bondowoso. Pada kegiatan pengmas ini dilakukan kerjasama dengan komunitas </em><em>Bintana Research and Literacy Sh</em><em>elter</em><em> (BRLS) di wilayah kabupaten Bondowoso.</em></p>Rini Devijanti RidwanIndeswati DiyatriSidarningsih SidarningsihYuliati YuliatiChanaya Miranda RiveiraRubbig Diferly MahendraMohammed Ahmed Al JunaidHuda Rashad Qaid
Hak Cipta (c) 2026 Rini Devijanti Ridwan, Indeswati Diyatri, Sidarningsih Sidarningsih, Yuliati Yuliati, Chanaya Miranda Riveira, Rubbig Diferly Mahendra, Mohammed Ahmed Al Junaid, Huda Rashad Qaid
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07654997500410.54082/jamsi.1473Pendampingan Penyusunan Modul Ajar Berbasis Model Project Based Learning Untuk Peningkatan Kompetensi Guru PAUD
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3167
<p><em>Pembelajaran Abad 21 menuntut peserta didik mampu berpikir secara kritis dan kreatif untuk menjawab banyaknya tantangan. Model project based learning (pjbl) merupakan salah satu model yang dapat mendorong peserta didik untuk berpikir secara kreatif dan kritis berdasarkan permasalahan dilingkungan sekitarnya. Oleh karena itu, peran guru sangat dibutuhkan untuk membantu peserta didik mencapainya melalui perencanaan modul ajar. Namun, kenyataannya masih terdapat beberapa guru yang belum memahami</em> <em>konsep dan penerapan project</em> <em>based learning ini di PAUD dan kesulitan mendeskripsikan pada modul ajar. Berdasarkan hal tersebut, perlu dilaksanakannya kegiatan Pengabdian Kepada Masyarakat (PkM) ini pemahaman guru lebih lanjut dalam implementasi modul pjbl. Pengabdian kepada Masyarakat ini <strong>bertujuan</strong> untuk meningkatkan kompetensi guru PAUD dalam merencanakan modul ajar berbasis model project</em> <em>based learning sebagai upaya optimalisasi stimulasi kemampuan berpikir kritis dan berpikir kreatif anak usia dini. Metode pelaksanaan yang dilaksanakan meliputi 3 tahap yaitu tahap persiapan, tahap pelaksanaan, dan tahap evaluasi. Peserta kegiatan ini melibatkan 30 orang guru PAUD yang tergabung dalam HIMPAUDI Bukit Kerman, Kerinci. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa terdapat peningkatan pemahaman dari guru PAUD mengenai konsep model pjbl yang didasarkan perbandingan hasil pretest dan posttes. Keterlibatan dari peserta terlihat dari penyusunan modul ajar yang dilakukan secara berkelompok melalui perencanaan tema dan bentuk kegiatan yang dimuat dalam modul ajar. Kesimpulannya kegiatan ini memiliki manfaat yang baik untuk peningkatan pengetahuan dan keterampilan guru dalam membuat modul ajar berbasis pjbl. </em></p>Hendra SofyanUswatul HasniRizki Surya AmandaWinda Sherly UtamiSri Indriani HarianjaMasyunita Siregar
Hak Cipta (c) 2026 Hendra Sofyan, Uswatul Hasni, Rizki Surya Amanda, Winda Sherly Utami, Sri Indriani Harianja, Masyunita Siregar
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654875488010.54082/jamsi.3167Pemberdayaan Ibu Hamil melalui Metode MAMAKIA (Media Ajar Memahami Buku KIA) untuk Deteksi Dini Kehamilan Risiko Tinggi di Desa Mojopurno, Kabupaten Magetan
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3210
<p><em>Kehamilan risiko tinggi memerlukan kemampuan ibu hamil dalam mengenali faktor risiko dan tanda bahaya secara dini. Keterbatasan pemanfaatan Buku KIA sebagai media pembelajaran menjadi salah satu tantangan dalam edukasi kehamilan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan ibu hamil serta kapasitas kader Posyandu melalui implementasi metode MAMAKIA (Media Ajar Memahami Buku KIA). Kegiatan dilaksanakan di Desa Mojopurno, Kabupaten Magetan, dengan melibatkan 18 ibu hamil, kader Posyandu, dan tenaga kesehatan. Pelaksanaan meliputi edukasi, pelatihan penggunaan aplikasi MAMAKIA, praktik pemanfaatan Buku KIA, pendampingan penggunaan aplikasi secara mandiri, serta monitoring dan evaluasi. Pengetahuan diukur menggunakan pretest dan posttest, sedangkan keterampilan penggunaan aplikasi dan kemampuan kader dalam menyampaikan materi dinilai melalui lembar observasi. Hasil menunjukkan peningkatan nilai rata-rata pengetahuan dari 60 menjadi 85. Observasi menunjukkan 16 dari 18 ibu hamil</em> <em>(88,9%%) mampu menggunakan aplikasi MAMAKIA secara mandiri. Temuan tersebut menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta setelah pelaksanaan program. Implementasi MAMAKIA juga mendukung pemanfaatan Buku KIA sebagai media belajar mandiri serta penguatan peran kader dalam edukasi kesehatan ibu hamil. Program berpotensi diintegrasikan ke dalam kelas ibu hamil dan kegiatan Posyandu Integrasi Layanan Primer secara berkelanjutan.</em></p>Tinuk Esti HandayaniTeta Puji RahayuFeby Angzila FatmayatiSuparji Suparji
Hak Cipta (c) 2026 Tinuk Esti Handayani, Teta Puji Rahayu, Feby Angzila Fatmayati, Suparji Suparji
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654567457810.54082/jamsi.3210Peningkatan Keberhasilan Pemberian ASI Eksklusif Melalui Pemanfaatan Buku Pedoman Pendampingan Kader Laktasi di Desa Jabung Kecamatan Panekan Kabupaten Magetan
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3243
<p><em>ASI eksklusif selama enam bulan merupakan salah satu upaya penting dalam mendukung pertumbuhan, perkembangan dan kesehatan bayi, namun keberhasilannya masih menghadapi berbagai kendala, terutama pada masa nifas. Kurangnya pengetahuan, keterampilan, kepercayaan diri, dan dukungan terhadap ibu nifas dapat memengaruhi keberlanjutan pemberian ASI eksklusif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan keberhasilan pemberian ASI eksklusif melalui pemanfaatan Buku Pedoman Pendampingan Kader Laktasi (PeKa ASI) di Desa Jabung, Kecamatan Panekan, Kabupaten Magetan. Metode kegiatan meliputi penyegaran pengetahuan dan keterampilan kader laktasi, pemberian edukasi menggunakan buku PeKa ASI, serta pendampingan kader kepada ibu hamil dan ibu. </em><em>Jumlah sasaran kegiatan, yaitu 25 kader, 17 ibu hamil, dan 8 ibu menyusui. </em><em>Evaluasi dilakukan melalui pengukuran pengetahuan dan sikap sebelum dan sesudah edukasi serta pemantauan praktik pemberian ASI</em><em>. </em><em>Hasil kegiatan pengetahuan kategori baik pada kader meningkat dari 24% menjadi 88%, pada ibu hamil dari 23,5% menjadi 88,2%, sedangkan pada ibu menyusui dari 25% menjadi 100%. Demikian juga dengan sikap, kader kategori baik meningkat dari 32% menjadi 92%, ibu hamil dari 29,4% menjadi 94,1%, ibu menyusui dari 37,5% menjadi 100%. Hal ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan sikap ibu nifas mengenai ASI eksklusif setelah mendapatkan edukasi dan pendampingan menggunakan buku PeKa ASI. Pendampingan secara berkelanjutan juga membantu ibu lebih percaya diri dalam menghadapi permasalahan menyusui dan mempertahankan pemberian ASI. Pemanfaatan buku PeKa ASI efektif sebagai media edukasi dan pendampingan berbasis kader serta berpotensi mendukung peningkatan keberhasilan pemberian ASI eksklusif di tingkat masyarakat. </em></p>Teta Puji RahayuTinuk Esti HandayaniRahayu Sumaningsih
Hak Cipta (c) 2026 Teta Puji Rahayu, Tinuk Esti Handayani, Rahayu Sumaningsih
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654865487410.54082/jamsi.3243Implementasi Strategi Digital Marketing dan Teknologi Kompor Seribu Titik untuk Peningkatan Peluang Penjualan dan Efisiensi Produksi pada UMKM Tahu Kita Desa Gitik
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3311
<p><em>UMKM Tahu Kita merupakan usaha produktif sektor pangan yang memiliki potensi pasar, namun masih menghadapi kendala pada aspek produksi dan pemasaran. Proses produksi masih menggunakan kayu bakar atau kompor konvensional satu titik api yang menyebabkan distribusi panas kurang merata, waktu pemanasan lebih lama, dan belum didukung sistem pengamanan kebocoran gas yang memadai. </em><em>Pada aspek pemasaran, penjualan masih dilakukan secara konvensional dengan jangkauan pelanggan lokal serta belum optimal dalam pemanfaatan branding, media sosial, dan marketplace. Program pengabdian ini menawarkan solusi terintegrasi melalui implementasi Teknologi Kompor Seribu Titik berbasis sistem deteksi kebocoran gas dan strategi digital marketing. Pada aspek produksi, teknologi kompor dirancang untuk meningkatkan pemerataan panas, efisiensi energi, dan keamanan proses produksi. Pada aspek pemasaran, kegiatan meliputi pengembangan identitas merek, desain kemasan, pembuatan foto dan konten promosi, serta aktivasi media sosial dan marketplace. Pelaksanaan kegiatan mencakup identifikasi kebutuhan, instalasi teknologi, pelatihan operasional, pengembangan branding, pendampingan digital marketing, serta monitoring dan evaluasi. Program ini mampu meningkatkan efisiensi produksi, memperluas jangkauan pasar, serta mendukung peningkatan daya saing dan keberlanjutan UMKM Tahu Kita.</em></p>Eka Novita SariAlfin HidayatSubono Subono
Hak Cipta (c) 2026 Eka Novita Sari, Alfin Hidayat, Subono Subono
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07655155516610.54082/jamsi.3311Edukasi Cegah Stunting di Posyandu Curug Kota Depok
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/2951
<p><em>Stunting masih menjadi permasalahan kesehatan masyarakat di Indonesia dengan prevalensi yang belum mencapai target nasional. Upaya pencegahan perlu dilakukan sejak dini melalui edukasi kepada ibu hamil, ibu menyusui, dan keluarga balita. Kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan masyarakat mengenai pencegahan stunting melalui pendekatan edukasi di Posyandu. Metode yang digunakan meliputi ceramah, pemutaran video edukatif, penggunaan media poster, serta diskusi interaktif. Evaluasi dilakukan dengan pre-test dan post-test terhadap 32 peserta. Meskipun Sebagian peserta telah berpengetahuan baik, hasil menunjukkan adanya peningkatan nilai rata-rata pre-test sebesar 83,44 meningkat menjadi 97,19 pada post-test. Kegiatan ini menunjukkan bahwa edukasi berbasis komunitas di Posyandu dengan media poster, video dan diskusi interaktif dapat meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai stunting, termasuk penyebab, dampak, dan upaya pencegahannya melalui pemenuhan gizi seimbang selama 1000 Hari pertama kehidupan termasuk ASI eksklusif, dan MP-ASI bergizi. Dengan demikian, penguatan edukasi kesehatan di tingkat komunitas menjadi strategi penting dalam mendukung percepatan penurunan stunting dan peningkatan kualitas sumber daya manusia.</em></p>Mizna SabillaRusman EfendiSiti Nurhasiyah JamilSyaiful BahriNiswatun NajihahNayla Jasmine FadillahSyifa Aprilia AzzahraAnis Hilmi Dwi SafitriAnnisa Zahria Putri HandayaniTengku Siti Neza AzmarinaSri Toriqoh
Hak Cipta (c) 2026 Mizna Sabilla, Rusman Efendi, Siti Nurhasiyah Jamil, Syaiful Bahri, Niswatun Najihah, Nayla Jasmine Fadillah, Syifa Aprilia Azzahra, Anis Hilmi Dwi Safitri, Annisa Zahria Putri Handayani, Tengku Siti Neza Azmarina, Sri Toriqoh
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654821483010.54082/jamsi.2951Peningkatan Pengetahuan tentang Pencegahan Kekerasan pada Anak melalui Sosialisasi Lomba Edukatif dan Deklarasi Komitmen di Pondok Tahfidh Yanbu’ul Qur’an Salatiga
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3192
<p><em>Kekerasan di lingkungan pendidikan, khususnya pada lembaga pendidikan berbasis asrama seperti pesantren, masih menjadi permasalahan yang memerlukan upaya pencegahan secara preventif dan partisipatif. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pemahaman dan kesadaran santri mengenai pencegahan kekerasan di PTYQ Salatiga melalui kegiatan lomba edukatif dan deklarasi komitmen bersama. Kegiatan dilaksanakan dengan menggunakan pendekatan partisipatif, edukatif, dan preventif yang melibatkan santri serta pengelola pesantren. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi pencegahan kekerasan, evaluasi mekanisme pengaduan melalui “bullying box”, media lomba pembuatan poster bertema anti-kekerasan, serta deklarasi komitmen bersama. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman santri mengenai bentuk-bentuk kekerasan, pentingnya budaya ramah anak,</em><em> dan kesadaran terhadap mekanisme pelaporan di lingkungan pesantren yang ditunjukkan dari hasil pengisian lembar pre-test dan post-test yang sebelumnya ditemukan 60% santri belum memahami pencegahan kekerasan pada anak menjadi 0%. Selain itu, kegiatan lomba edukatif dan deklarasi bersama juga mampu meningkatkan partisipasi aktif santri serta memperkuat komitmen kolektif dalam menciptakan lingkungan pendidikan yang aman, inklusif, dan bebas dari kekerasan. Dengan demikian, pendekatan kreatif, partisipatif, dan berbasis komunitas dinilai efektif dalam mendukung upaya pencegahan kekerasan di lingkungan pesantren. </em></p>Cahya WulandariMutmainah Nur QoiriWinarsih WinarsihChanidia Ari RahmayaniAgung AdityaYuniar Fahmi Lathif
Hak Cipta (c) 2026 Cahya Wulandari, Mutmainah Nur Qoiri, Winarsih Winarsih, Chanidia Ari Rahmayani, Agung Aditya, Yuniar Fahmi Lathif
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07655005501610.54082/jamsi.3192Peningkatan Pengetahuan Remaja tentang Hipertensi Usia Dini Melalui Edukasi Kesehatan Menggunakan Media Leaflet di SMK Kesehatan Fahd Islamic School, Kabupaten Bekasi, Jawa Barat
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3221
<p><em>Hipertensi merupakan penyakit tidak menular yang prevalensinya terus meningkat di Indonesia dan kini mulai ditemukan pada kelompok remaja akibat pola hidup kurang sehat. Rendahnya pengetahuan remaja mengenai hipertensi menjadi salah satu faktor penghambat upaya pencegahan sejak dini. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan remaja mengenai hipertensi usia dini melalui edukasi kesehatan menggunakan media leaflet di SMK Kesehatan Fahd Islamic School, Kabupaten Bekasi, yang dilaksanakan pada [tanggal pelaksanaan kegiatan]. Kegiatan berupa penyuluhan langsung dan pembagian leaflet “Hipertensi pada Usia Remaja” kepada 40 siswa program keahlian Layanan Penunjang Kefarmasian Klinis dan Komunitas, terdiri atas 14 laki-laki (35,0%) dan 26 perempuan (65,0%) berusia 15–17 tahun. Pengetahuan peserta dievaluasi menggunakan kuesioner 20 item sebelum (pre-test) dan sesudah (post-test) edukasi. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 52,4 menjadi 88,6, dengan proporsi peserta berkategori pengetahuan baik meningkat dari 12,5% menjadi 75,0%. Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi kesehatan melalui media leaflet dapat meningkatkan pengetahuan remaja tentang hipertensi usia dini, sehingga berpotensi menjadi salah satu strategi promosi kesehatan yang diterapkan secara berkelanjutan melalui program Unit Kesehatan Sekolah (UKS).</em></p>Linawaty TursinaAlyta Listy IntaniDella Syahla Aqilah PriatnaErnawati KurniasihIndra Hajah MushofaTaufik HidayatSaeful AminCitra Dewi SalasantiRahmawati Rahmawati
Hak Cipta (c) 2026 Linawaty Tursina, Alyta Listy Intani, Della Syahla Aqilah Priatna, Ernawati Kurniasih, Indra Hajah Mushofa, Taufik Hidayat, Saeful Amin, Citra Dewi Salasanti, Rahmawati Rahmawati
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654913492410.54082/jamsi.3221Gerakan Santri Bebas Gatal: Edukasi dan Pelatihan Pengenalan Skabies di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Jawa Timur
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3262
<p><em>Skabies merupakan penyakit kulit menular yang berisiko menyebar pada lingkungan berasrama dengan kepadatan hunian dan interaksi antarpenghuni yang tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri mengenai skabies melalui edukasi kesehatan dan pelatihan pengenalan tanda serta gejala sebagai bagian dari upaya pencegahan. Kegiatan dilaksanakan pada 6 Juni 2026 di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Jawa Timur, dengan melibatkan 50 santri. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, Focus Group Discussion, pretest, edukasi kesehatan, pelatihan pengenalan tanda dan gejala, posttest, dan refleksi tindak lanjut. Evaluasi menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan kuesioner pengetahuan yang menilai pengertian, penyebab, penularan, faktor risiko, tanda dan gejala, lokasi predileksi, serta pencegahan skabies. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test dengan tingkat kemaknaan 5%. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 90,0 pada pretest menjadi 97,4 pada posttest, dengan selisih 7,4 poin atau peningkatan relatif 8,22%. Perbedaan skor sebelum dan sesudah kegiatan bermakna secara statistik (p < 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi dan pelatihan pengenalan skabies dapat meningkatkan pengetahuan santri. Evaluasi kegiatan belum mengukur keterampilan skrining, perubahan perilaku, atau kejadian skabies, sehingga tindak lanjut perlu mencakup penilaian keterampilan berbasis observasi, retensi pengetahuan, perilaku pencegahan, serta penguatan kader santri bersama pengelola pesantren dan tenaga kesehatan.</em></p>Meidyta Sinantryana WidyaswariMaria Ulfa Winawati Eka Putri Yuriske AgnoviantoAbizar Keiza MaulanaMuh. Ghufron DzulfikarSiti AisyahAulia Syabana Guevara HakimAlya RevanatasyaSitti Faradillah Umachina
Hak Cipta (c) 2026 Meidyta Sinantryana Widyaswari, Maria Ulfa , Winawati Eka Putri , Yuriske Agnovianto, Abizar Keiza Maulana, Muh. Ghufron Dzulfikar, Siti Aisyah, Aulia Syabana Guevara Hakim, Alya Revanatasya, Sitti Faradillah Umachina
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05655103511210.54082/jamsi.3262Sosialisasi Pencegahan Pernikahan Dini sebagai Upaya Meningkatkan Kesadaran Para Remaja dan Orang Tua di Desa Gelora, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3155
<p><em>Pernikahan dini tetap menjadi salah satu isu sosial yang berdampak pada kesehatan, pendidikan, psikologi, dan kesejahteraan masyarakat. </em><em>Berbagai faktor mempengaruhi keadaan ini, termasuk rendahnya tingkat pendidikan, keterbatasan ekonomi, pengaruh budaya, serta kurangnya pengetahuan masyarakat tentang risiko pernikahan di usia muda. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kesadaran dan pemahaman masyarakat tentang pentingnya pencegahan pernikahan dini melalui sosialisasi di Desa Gelora, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Kegiatan tersebut dilaksanakan pada 2 Juni 2026 di Aula Kantor Desa Gelora dengan melibatkan sekitar 50 peserta yang terdiri dari remaja, orang tua, perangkat desa, kader posyandu, guru, dan tokoh agama, dengan rentang usia 15–50 tahun. Metode yang digunakan mencakup penyampaian materi, diskusi interaktif, sesi tanya jawab, dan penyebaran informasi tentang dampak dari pernikahan dini melalui acara sosialisasi yang berlangsung di Desa Gelora, Kecamatan Sikur, Kabupaten Lombok Timur. Evaluasi acara dilakukan melalui pengamatan terhadap partisipasi peserta, keaktifan dalam diskusi, serta respon peserta selama kegiatan berlangsung. Hasil kegiatan tersebut menunjukkan antusiasme masyarakat yang luar biasa terbukti dengan peserta yang memberikan beberapa pertanyaan dan pendapat mengenai kegiatan tersebut serta memberikan respons positif dalam semua rangkaian sosialisasi, dan memperlihatkan peningkatan pemahaman mengenai dampak pernikahan dini, perlunya kesiapan fisik, mental, sosial, dan ekonomi sebelum menikah, serta pentingnya kolaborasi antara keluarga dan pemerintah </em><em>desa Gelora, lembaga pendidikan, dan masyarakat dalam mencegah pernikahan dini. Kegiatan ini diharapkan dapat menjadi salah satu upaya preventif yang berkelanjutan dalam membangun kesadaran masyarakat sehingga mampu menekan angka pernikahan dini dan mewujudkan generasi muda yang sehat, berkarakter, serta memiliki kualitas sumber daya manusia yang lebih baik.</em></p>Abdul Wawan WiragunaSiti Maysuroh
Hak Cipta (c) 2026 Abdul Wawan Wiraguna, Siti Maysuroh
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07655209521810.54082/jamsi.3155Peningkatan Pemahaman Hukum Pemuda dan Masyarakat melalui Edukasi Pencegahan Judi Online di Desa Matesih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3207
<p><em>Perkembangan teknologi digital meningkatkan paparan pemuda terhadap judi online dan risiko sosial, ekonomi, serta hukum. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman hukum peserta mengenai karakteristik, dampak, konsekuensi hukum, pencegahan, dan pelaporan judi online di Desa Matesih, Kecamatan Matesih, Kabupaten Karanganyar, Jawa Tengah. Kegiatan dilaksanakan pada 26 Juli 2025 selama lima jam dan diikuti oleh 60 peserta yang terdiri atas pemuda Karang Taruna, guru sekolah dasar, perangkat desa, dan tokoh masyarakat. Pelaksanaan mencakup tes awal, edukasi hukum interaktif, diskusi, tanya jawab, konsultasi hukum secara kolektif, pengenalan kanal pelaporan pemerintah, dan tes akhir. Instrumen terdiri atas 10 pertanyaan berskor 0–10. Rata-rata skor meningkat dari 5,07 menjadi 8,27 atau bertambah 3,20 poin; sebanyak 57 peserta mengalami peningkatan, dua memperoleh skor tetap, dan satu mengalami penurunan. Selama diskusi, peserta aktif membahas perbedaan permainan daring dan judi online, bentuk promosi digital, serta langkah pencegahan dan pelaporan. Karena tes akhir dilakukan segera setelah kegiatan tanpa kelompok pembanding, hasil hanya menunjukkan peningkatan pemahaman jangka pendek dan belum membuktikan perubahan perilaku atau retensi pengetahuan. Edukasi hukum interaktif dapat menjadi langkah preventif awal apabila disertai penguatan materi dan evaluasi berkala.</em></p>Maradona MaradonaSapta ApriliantoBrahma AstagiriPutri Riska AnswendyErni Agustin
Hak Cipta (c) 2026 Maradona Maradona, Sapta Aprilianto, Brahma Astagiri, Putri Riska Answendy, Erni Agustin
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654629463810.54082/jamsi.3207Edukasi Berbasis Booklet Tanaman Obat Keluarga untuk Meningkatkan Pengetahuan Lansia tentang Asam Urat di Kelurahan Jatirangga, Kota Bekasi, Jawa Barat
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3239
<p><em>Salah satu masalah kesehatan yang sering terjadi pada usia lanjut adalah penyakit asam urat, yang membutuhkan pemahaman yang baik tentang faktor risiko, pola makan, pemeriksaan kesehatan, dan pengobatan. Tujuan dari kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini adalah untuk meningkatkan pengetahuan lansia tentang penyakit asam urat melalui edukasi kesehatan yang didasarkan pada booklet yang berisi informasi tentang tanaman obat keluarga (TOGA). Dengan partisipasi 35 lansia, kegiatan tersebut diadakan di RT/RW 01/08 Kelurahan Jatirangga, Kecamatan Jatisampurna, Kota Bekasi. Pretest, penyuluhan interaktif menggunakan media booklet, metode diskusi dan tanya jawab, serta posttest adalah bagian dari kegiatan. Pengetahuan dinilai melalui sepuluh pertanyaan yang memberikan skor antara 0 dan 30, dan dikategorikan menjadi kurang, cukup, dan baik. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 8,82 pada pretest menjadi 21,09 pada posttest. Sebelum edukasi, 80% peserta termasuk dalam kategori pengetahuan kurang, dan hanya 5,71% termasuk dalam kategori pengetahuan baik. Peserta dalam kategori pengetahuan baik 71,43%, dan tidak ada peserta dalam kategori kurang setelah edukasi. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pengetahuan lansia tentang penyakit asam urat telah meningkat melalui kegiatan edukasi berbasis komunitas yang didukung oleh booklet dan informasi TOGA. Dengan melihat retensi pengetahuan dan perubahan perilaku kesehatan, edukasi yang dilakukan bermanfaat bagi lansia.</em></p>Angki PurwantiFira KuswandariHaryadi HaryadiRizana Fajrunni'mah
Hak Cipta (c) 2026 Angki Purwanti, Fira Kuswandari, Haryadi Haryadi, Rizana Fajrunni'mah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654943495010.54082/jamsi.3239Pemberdayaan Kelompok PKK melalui Inovasi Pengolahan Minyak Jelantah Menjadi Sabun di Desa Toapaya Selatan
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3303
<p><em>Minyak jelantah adalah salah satu jenis limbah dari rumah tangga yang bisa menyebabkan masalah lingkungan jika tidak dikelola dengan benar. Di Desa Toapaya Selatan, Kabupaten Bintan, penggunaan minyak jelantah sebagai bahan yang memiliki manfaat masih perlu ditingkatkan dengan cara meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan kelompok Pemberdayaan Kesejahteraan Keluarga (PKK) dalam memproduksi sabun dari minyak jelantah, mendorong pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih baik bagi lingkungan, serta mengenalkan manfaat ekonomi yang bisa diperoleh dari hasil pengolahan tersebut. Kegiatan dilakukan dengan beberapa tahapan, yaitu sosialisasi, demonstrasi, latihan langsung, bimbingan, dan penilaian. Kegiatan tersebut dihadiri oleh 26 anggota PKK dengan didampingi oleh 4 mahasiswa dari Divisi Acara. Proses pembuatan sabun dimulai dengan mencampur 400 gram minyak jelantah, 300 gram air, dan 105 gram natrium hidroksida (NaOH).Setelah itu, ditambahkan pewangi untuk memberikan aroma pada sabun. Hasil pengecekan menunjukkan bahwa semua 26 orang yang mengikuti pelatihan memahami materi dan langkah-langkah dasar dalam membuat sabun dari minyak jelantah. Kegiatan tersebut membantu mengembangkan keterampilan yang nyata dalam proses menyaring bahan, mencampur bahan-bahan, membuat sabun dengan dicetak, serta mengeringkan sabun itu. Perhitungan harga pokok produksi, penentuan harga jual, dan pengembangan usaha masih dalam tahap perencanaan. </em></p>Ririn Deswita PutriGisila ArianiRafika Okdanola MegaraniElisabet NababanNada AiyskamilaSalsa HerawatiGerysia MargaretaTiara YunisyafitriDeo Januar PurbaRomi RomiZaitun Zaitun
Hak Cipta (c) 2026 Ririn Deswita Putri, Gisila Ariani, Rafika Okdanola Megarani, Elisabet Nababan, Nada Aiyskamila, Salsa Herawati, Gerysia Margareta, Tiara Yunisyafitri, Deo Januar Purba, Romi Romi, Zaitun Zaitun
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07655167517810.54082/jamsi.3303Optimalisasi Pemberdayaan Kader melalui Kelompok Peduli Stroke dan Aktivitas Fisik Terstruktur dalam Pengendalian Faktor Risiko Stroke di Desa Nambo Kecamatan Klapanunggal
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/2937
<p><strong><em>Pendahuluan: </em></strong><em>Program pemberdayaan masyarakat melalui edukasi dan senam anti stroke di laksanakan di Desa Nambo sebagai upaya untuk meningkatkan pemahaman dan perubahan perilaku dalam pencegahan stroke. <strong>Metode:</strong> Penelitian ini menggunakan metode kuota sampling tidak terkendali dengan 78 responden yang terdiri dari 82,1% perempuan dan 71,8% kelompok dewasa (19-59 tahun). <strong>Hasil:</strong> Hasil penelitian menunjukan bahwa 32,1% responden memiliki tekanan darah normal, 65,4% memiliki kolesterol tinggi, dan 79,5% tidak memiliki riwayat keluarga stroke, Intervensi berupa edukasi kesehatan dan pelatihan senam anti stroke berhasil meningkatkan pengetahuan masyarakat tentang faktor risiko stroke sebesar 98,7% dari rata-rata nilai 78,98 menjadi 92,33. <strong>Kesimpulan: </strong>Program ini efektif dalam meningkatkan kesadaran perubahan perilaku positif untuk mencegah stroke. Disarankan agar program dilaksanakan secara berkelanjutan dan diintegrasikan dengan pemeriksaan kesehatan rutin, dengan dukungan pemerintah dan institusi kesehatan untuk perluasan ke daerah lain. </em></p>Restu Arya PambudiRovika TrioclariseNina MustikasariLiza Laela Abida
Hak Cipta (c) 2026 Restu Arya Pambudi, Rovika Trioclarise, Nina Mustikasari, Liza Laela Abida
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654599461010.54082/jamsi.2937Pemberdayaan Masyarakat melalui Pendekatan Partisipatif dalam Pembentukan Kampung Ramah Anak Berbasis Peraturan Desa di Kecamatan Jenggawah
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3179
<p><em>Perlindungan anak berbasis masyarakat memerlukan peningkatan kapasitas warga dan dukungan kelembagaan agar dapat dilaksanakan secara berkelanjutan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini dilaksanakan di Desa Jenggawah dan Desa Wonojati, Kabupaten Jember, sebagai respons terhadap risiko kekerasan terhadap anak dan perempuan, keterbatasan pemahaman mengenai hak anak dan kesehatan reproduksi, serta belum optimalnya praktik pengasuhan positif. Kegiatan bertujuan meningkatkan pengetahuan, kesadaran, partisipasi, dan komitmen masyarakat dalam mendukung pembentukan Kampung Ramah Anak. Metode yang digunakan adalah Participatory Action Research yang dipadukan dengan pemberdayaan masyarakat melalui identifikasi permasalahan, pelatihan advokasi hukum dan perlindungan hak anak, kesehatan reproduksi, serta positive parenting. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test, observasi partisipatif, wawancara, diskusi reflektif, dan dokumentasi. Hasil menunjukkan peningkatan pemahaman peserta pada seluruh indikator. Pada pelatihan advokasi hukum dan perlindungan hak anak, peningkatan berkisar antara 45,0–51,5 poin persentase, sedangkan pemahaman kesehatan reproduksi dan positive parenting masing-masing meningkat sebesar 35,0 dan 42,8 poin persentase. Kegiatan juga meningkatkan keterlibatan peserta dalam diskusi dan memperkuat komitmen masyarakat serta pemerintah desa dalam mendukung perlindungan anak. Dengan demikian, pendekatan pemberdayaan partisipatif mampu meningkatkan kapasitas dan partisipasi masyarakat dalam mendukung Kampung Ramah Anak. Sebagai tindak lanjut, pendampingan penyusunan Peraturan Desa direkomendasikan untuk memperkuat kelembagaan dan keberlanjutan program.</em></p>Amira ParipurnaIqbal FelisianoAstutik AstutikMuhammad Asrul MaulanaLudwig Elia Judika SihombingPaskah Febiola Dwi GonstaryGabriella Novena Winarta
Hak Cipta (c) 2026 Amira Paripurna, Iqbal Felisiano, Astutik Astutik, Muhammad Asrul Maulana, Ludwig Elia Judika Sihombing, Paskah Febiola Dwi Gonstary, Gabriella Novena Winarta
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654831484010.54082/jamsi.3179Pemetaan Minat Siswa MTs Muhammadiyah 1 Samarinda, Kalimantan Timur Menggunakan Tes RMIB (Rothwell-Miller Interest Blank) dan Software Prestisia
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3219
<p><em>Pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memetakan minat siswa MTs 1 Muhammadiyah Samarinda serta memberikan dasar empiris bagi guru Bimbingan dan Konseling (BK) dalam merencanakan layanan bimbingan karier yang sesuai dengan potensi siswa. Kegiatan pengabdian dilaksanakan melalui pendekatan asesmen psikologi pendidikan dengan menggunakan instrumen Rothwell Miller Interest Blank (RMIB) dan diolah dengan software “Prestisia” yang telah disusun oleh tim. Pelaksanaan kegiatan meliputi tahap persiapan, pelaksanaan asesmen minat, pengolahan dan analisis data secara deskriptif, serta tahap pelaporan dan umpan balik kepada guru BK. Hasil pengabdian menunjukkan bahwa setiap siswa memiliki kombinasi minat yang unik sehingga perlu pendekatan yang berbeda-beda.</em> <em>Outdoor, Computational, dan Social Service merupakan kategori minat yang dominan dari siswa. Hasil pemetaan minat disampaikan kepada guru BK dalam bentuk laporan dan diskusi umpan balik sebagai dasar perencanaan layanan bimbingan karier di sekolah. Meskipun demikian, kegiatan ini memiliki keterbatasan pada aspek waktu dan operasional, sehingga hasil asesmen dipahami sebagai gambaran awal kecenderungan minat siswa. Secara keseluruhan, pengabdian ini memberikan kontribusi positif dalam membantu siswa mengenali potensi minatnya serta mendukung guru BK dalam mengembangkan layanan bimbingan karier yang lebih kontekstual dan berbasis kebutuhan siswa.</em></p>Desti PurnamasariRahmawati PratiwiAniq Hudiyah Bil HaqMuhammad Fauzan Nur Ilham
Hak Cipta (c) 2026 Desti Purnamasari, Rahmawati Pratiwi, Aniq Hudiyah Bil Haq, Muhammad Fauzan Nur Ilham
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07655199520810.54082/jamsi.3219Pemberdayaan Masyarakat melalui Pembuatan Kombinasi Serbuk Daun Kelor dan Abon Ikan Lele sebagai Upaya Pencegahan Stunting di Desa Baumata Timur
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3258
<p><em>Stunting berkaitan dengan kekurangan gizi kronis dan berbagai faktor kesehatan terutama pada 1.000 Hari Pertama Kehidupan, sehingga edukasi gizi berbasis pangan lokal penting untuk memperkuat pemahaman masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan edukasi pencegahan stunting melalui pemanfaatan daun kelor dan ikan lele serta mengevaluasi pengetahuan peserta menggunakan pre-test dan post-test lima butir pilihan ganda. Pre-test diikuti 29 peserta dan post-test 28 peserta; karena jumlah peserta berbeda dan pasangan individu belum tervalidasi, hasil dianalisis secara deskriptif. Rata-rata skor berubah dari 97,24 menjadi 95,00. Proporsi jawaban benar meningkat pada butir manfaat kelor (93,1% menjadi 100%), nutrisi ikan lele (96,6% menjadi 100%), dan pengolahan kelor (96,6% menjadi 100%), sedikit menurun pada penyebab stunting (100% menjadi 96,4%), serta menurun pada butir kombinasi kelor-abon lele (100% menjadi 78,6%). Hasil menunjukkan pengetahuan awal peserta sudah sangat tinggi sehingga terjadi ceiling effect. Edukasi mempertahankan pemahaman tinggi pada sebagian besar topik, tetapi materi dan instrumen terkait kombinasi kelor-lele perlu diperjelas dan evaluasi berikutnya sebaiknya menggunakan data berpasangan.</em></p>Priska Ernestina TendaMaria Yangsye LengguPutra Jiwamurwa Pama Tjitda
Hak Cipta (c) 2026 Priska Ernestina Tenda, Maria Yangsye Lenggu, Putra Jiwamurwa Pama Tjitda
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654961497210.54082/jamsi.3258Redesain Fasilitas Pendukung Masjid Al-Multazam, Kab. Bandung Pada Peningkatan Kenyamanan, Keamanan, dan Aksesibilitas Fasilitas Pendukung Masjid
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3082
<p><em>Masjid merupakan fasilitas beribadah publik yang bersifat inklusif dan dapat diakses oleh berbagai lapisan masyarakat lintas usia, gender, maupun latar belakang sosial. Secara fungsi, masjid memiliki zona ibadah utama dan fasilitas penunjang. Salah satu fasilitas penunjang adalah area wudu dan toilet, keduanya masuk ke kategori area basah. Wudu merupakan kegiatan yang diperlukan untuk membersihkan bagian-bagian tubuh dengan menggunakan media air, dan kegiatan wudu merupakan salah satu syarat sah salat. Program Pengabdian Masyarakat ini difokuskan pada area pendukung kegiatan pada Masjid Al Multazam yang telah beroperasi lebih dari lima tahun dan membutuhkan adanya revitalisasi agar sesuai dengan dinamika yang dibutuhkan oleh jemaah masjid. Penyediaan bangku area wudu memiliki urgensi untuk mempermudah pengguna kelompok rentan dalam bersuci secara paripurna. Selain itu, juga diperlukan penataan sirkulasi spasial yang optimal antara area wudu dan toilet agar tetap terjaga kesucian area dari hadas maupun najis. Metode pelaksanaan PKM ini menggunakan pendekatan partisipatif, dengan mengawali adanya observasi lapangan dan Forum Group Discussion (FGD) yang dilaksanakan dengan Dewan Kemakmuran Masjid (DKM). Hasil diskusi dan identifikasi lapangan digunakan sebagai landasan perumusan konsep desain. Program ini dilaksanakan secara terkoordinasi dengan pengelola masjid untuk menghasilkan rekomendasi desain fasilitas publik yang inklusif, higienis, efektif, serta ramah pada semua kategori pengguna.</em></p>Fajarsani Retno PalupiTitihan Sarihati
Hak Cipta (c) 2026 Fajarsani Retno Palupi, Titihan Sarihati
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654749476010.54082/jamsi.3082Pengembangan Desa Wisata Berkelanjutan melalui Sustainable Integrated Tourism Empowerment (SITE) di Desa Aan, Kabupaten Klungkung
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3205
<p><em>Desa Aan, Kabupaten Klungkung, memiliki potensi wisata yang belum didukung secara optimal oleh tata kelola kelembagaan, kapasitas sumber daya manusia, digitalisasi, kesiapan kawasan, dan pengembangan ekonomi kreatif. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengembangkan Desa Aan sebagai desa wisata berkelanjutan melalui pendekatan Sustainable Integrated Tourism Empowerment (SITE) yang mengintegrasikan enam program, yaitu Revitawis, Pewindu, Pesidian, Pakerisan, Renika, dan PEKAN. Program dilaksanakan secara partisipatif melalui observasi, Focus Group Discussion (FGD), pelatihan, pendampingan, praktik lapangan, serta intervensi fisik dan nonfisik. Pada penguatan sumber daya manusia, sebanyak 30 orang terlibat dalam proses rekrutmen dan pemetaan, yang selanjutnya terbagi menjadi 15 peserta Pewindu dan 15 peserta Pesidian. Pelaksanaan program menghasilkan dua dokumen perencanaan Pokdarwis berupa Rencana Kerja Bulanan (RKB) dan Rencana Kerja Tahunan (RKT), 10 QR Code informasi wisata, tiga paket wisata berupa half day, full day, dan two days one night, peningkatan fasilitas pendukung destinasi, serta tiga jenis produk ekonomi kreatif berupa lilin aromaterapi, sabun berbasis madu kele, dan virgin coconut oil (VCO). Evaluasi peserta dilakukan menggunakan pre-test dan post-test, dengan Program Pesidian mencapai nilai post-test di atas 85. Capaian tersebut menunjukkan bahwa integrasi penguatan kelembagaan, kapasitas masyarakat, digitalisasi, pengembangan produk wisata, peningkatan kualitas kawasan, dan ekonomi kreatif melalui SITE mampu mendukung pengelolaan Desa Wisata Aan yang lebih terstruktur dan berkelanjutan. </em></p>Hanna AnugerahaniIda Bagus Made Baskara AndikaMuhammad Beliton Al-FarizNi Wayan Setia Maha Yanti
Hak Cipta (c) 2026 Hanna Anugerahani, Ida Bagus Made Baskara Andika, Muhammad Beliton Al-Fariz, Ni Wayan Setia Maha Yanti
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654691470410.54082/jamsi.3205Optimalisasi Tanaman Obat Keluarga (TOGA) Melalui Penanaman, Perawatan, dan Pemanfaatan Berkelanjutan di RW 11 Kelurahan Pudakpayung Kota Semarang
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3237
<p><em>Tanaman Obat Keluarga (TOGA) memiliki peran penting dalam mendukung kemandirian kesehatan masyarakat, namun pengelolaan Taman TOGA di RW 11 Kelurahan Pudakpayung masih belum optimal akibat keterbatasan keragaman tanaman, minimnya dokumentasi kondisi tanaman, serta gulma dan sampah yang menghambat pertumbuhan. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam mengenali, menanam, merawat, dan memanfaatkan TOGA, sekaligus mengoptimalkan fungsi Taman TOGA sebagai sarana edukasi kesehatan berbasis tanaman. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi materi disertai tanya jawab dan diskusi, serta praktik penanaman 39 bibit TOGA yang terdiri dari 4 jahe merah, 10 lavender, 10 serai, 5 salam, 5 kemangi, dan 5 kencur, dilanjutkan perbaikan lahan, pemasangan paranet, pelabelan dan MMT, serta edukasi pengolahan serai menjadi spray antinyamuk. Pemahaman peserta dievaluasi melalui kemampuan menjawab dan mengajukan pertanyaan selama sesi diskusi, sedangkan keberhasilan penanaman dievaluasi melalui pemantauan kondisi fisik tanaman selama 27 hari. Hasil pemantauan menunjukkan pencampuran media tanam arang sekam dan pupuk kandang mengatasi kendala tanah kering dan keras, sementara pemasangan paranet memperbaiki mikroklimat sehingga tanaman yang sebelumnya layu pulih hingga memasuki fase berbuah. Partisipasi aktif peserta dalam sesi diskusi mengindikasikan peningkatan pemahaman masyarakat terhadap materi TOGA, sehingga diperlukan perawatan dan pemantauan rutin agar manfaatnya terus dirasakan masyarakat RW 11 Kelurahan Pudakpayung.</em></p>Fauzan Syahru RamadhanMuthia AuraliaMuhammad Abit Nur KholisAdinda Gita PramestyAlyssa Widi HapsariAnnisa Paramita SalsabilaArtika Permata SariFayola Zarifa SettarenyNadiva Nurhaliza SunaryoNara Sabiya Putri KusmajadiReinhard Agustinus NaibahoYohanes Mukti Wibowo
Hak Cipta (c) 2026 Fauzan Syahru Ramadhan, Muthia Auralia, Muhammad Abit Nur Kholis, Adinda Gita Pramesty, Alyssa Widi Hapsari, Annisa Paramita Salsabila, Artika Permata Sari, Fayola Zarifa Settareny, Nadiva Nurhaliza Sunaryo, Nara Sabiya Putri Kusmajadi, Reinhard Agustinus Naibaho, Yohanes Mukti Wibowo
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654851486410.54082/jamsi.3237Edukasi Pencegahan Child Grooming dan Pelecehan Seksual pada Siswa Kelas VI SD Negeri 004 Toapaya
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3285
<p><em>Child grooming dan pelecehan seksual merupakan ancaman serius terhadap keselamatan, perkembangan, dan pemenuhan hak anak. Risiko tersebut dapat terjadi secara langsung maupun melalui ruang digital, terutama seiring meningkatnya penggunaan media sosial dan internet oleh anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran siswa sekolah dasar mengenai pencegahan child grooming, pelecehan seksual, perlindungan diri, serta keamanan dalam berinteraksi di ruang digital. Kegiatan dilaksanakan pada 11 Agustus 2026 di SD Negeri 004 Toapaya, Kabupaten Bintan, Kepulauan Riau, dengan melibatkan 76 siswa kelas VI yang sedang mempersiapkan diri menuju jenjang SMP. Metode yang digunakan berupa pendekatan edukatif, partisipatif, dan interaktif melalui penyampaian materi, pemutaran video edukasi Ini Privasku, diskusi, mini quiz, kuis interaktif, refleksi, dan tanya jawab. Evaluasi dilakukan secara deskriptif kualitatif melalui observasi partisipatif dan wawancara singkat dengan guru pendamping. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa Hasil observasi menunjukkan bahwa seluruh siswa kelas VI yang menjadi sasaran kegiatan memiliki setidaknya satu akun media sosial. Platform yang dikenal dan digunakan oleh siswa antara lain TikTok dan Instagram, sedangkan aktivitas digital siswa juga mencakup permainan daring, salah satunya Mobile Legends. Temuan tersebut menunjukkan bahwa siswa telah memiliki pengalaman berinteraksi dalam lingkungan digital sehingga edukasi mengenai keamanan dan perlindungan diri di ruang digital menjadi relevan untuk diberikan.</em></p>Vianney Simanihuruk Sumarningsih SumarningsihTommy SusantoDiniasih Saskia SinagaFitra AndikoAdelia Kristianti PurbaFerdi MardiansahSunia Rizki Aulia Adelia ValentineNuraisya Fitri Purnomo Zaitun Zaitun
Hak Cipta (c) 2026 Vianney Simanihuruk , Sumarningsih, Tommy Susanto, Diniasih Saskia Sinaga, Fitra Andiko, Adelia Kristianti Purba, Ferdi Mardiansah, Sunia Rizki Aulia , Adelia Valentine, Nuraisya Fitri Purnomo , Zaitun Zaitun
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07655039505010.54082/jamsi.3285Sosialiasi dan Pemantauan Status Gizi Lansia di Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/2679
<p><em>Lansia merupakan kelompok rentan yang sering menghadapi permasalahan gizi akibat perubahan fisiologis, penurunan aktivitas fisik, serta kurangnya pemantauan status gizi secara rutin di masyarakat. Kondisi ini juga ditemukan di wilayah Teluk Betung Utara, Kota Bandar Lampung, sehingga diperlukan upaya deteksi dini dan edukasi kesehatan. Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk mengetahui status gizi lansia sekaligus meningkatkan kesadaran mereka terhadap pentingnya pemantauan gizi. Metode kegiatan dilakukan secara door-to-door pada 20 lansia berusia ≥60 tahun melalui pengukuran berat badan dan tinggi badan, perhitungan Indeks Massa Tubuh (IMT), serta pemberian edukasi gizi sederhana. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 45% lansia memiliki status gizi normal, 35% overweight, serta masing-masing 10% underweight dan obesitas. Selain itu, kegiatan ini memberikan dampak positif berupa meningkatnya pemahaman lansia mengenai pentingnya menjaga pola makan dan berat badan ideal.Kegiatan ini penting sebagai langkah awal pemantauan status gizi dan berpotensi dikembangkan melalui peran kader kesehatan atau posyandu lansia secara berkelanjutan.</em></p>Annisa Mayang SolihaAstri Amelia MalikSuci Natasya FisabilillahChelsia KameliaMunfarid Azzahri IsnugrohoEzekiel Arasy SuitraIslaul Umam
Hak Cipta (c) 2026 Annisa Mayang Soliha, Astri Amelia Malik, Suci Natasya Fisabilillah, Chelsia Kamelia, Munfarid Azzahri Isnugroho, Ezekiel Arasy Suitra, Islaul Umam
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654771477810.54082/jamsi.2679Perencanaan Pengembangan Gedung Gereja GPIB Damai Sejahtera Cileungsi melalui Desain Arsitektur dan Struktur
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3177
<p><em>Peningkatan jumlah jemaat di Gereja GPIB Damai Sejahtera Cileungsi mendorong kebutuhan pengembangan fasilitas ibadah yang lebih memadai. Namun, keterbatasan kapasitas bangunan serta belum tersedianya dokumen teknis menjadi kendala dalam perencanaan renovasi dan pengajuan Persetujuan Bangunan Gedung (PBG). Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan menyusun dokumen perencanaan teknis sebagai dasar pengembangan gedung gereja. Metode yang digunakan meliputi participatory design melalui diskusi bersama pengurus gereja untuk mengidentifikasi kebutuhan ruang dan mengevaluasi alternatif desain, dilanjutkan dengan survei lapangan, pengukuran bangunan eksisting, penyusunan as-built drawing, analisis tapak, pengembangan desain arsitektur, pemodelan tiga dimensi (3D), dan analisis struktur. Hasil kegiatan menghasilkan dokumen gambar teknis 2D, model 3D, serta rancangan bangunan dua lantai berkonsep arsitektur tradisional-modern yang mengadopsi karakter arsitektur Jawa Barat. Analisis struktur menunjukkan rancangan memenuhi persyaratan awal terhadap pembebanan gravitasi. Pengembangan tersebut meningkatkan luas bangunan menjadi 2.095 m² dengan kapasitas sekitar 200–300 jemaat. Dokumen yang dihasilkan diharapkan menjadi acuan teknis dalam pengembangan gedung gereja yang aman, fungsional, dan sesuai ketentuan PBG.</em></p>Stepanus Andi SaputraDikky AntoniusCandra Chiristianti PurnomoMartinus Nifotuho FauErva Della DarmaMedelin Tiomina Br. Sagala
Hak Cipta (c) 2026 Stepanus Andi Saputra, Dikky Antonius, Candra Chiristianti Purnomo, Martinus Nifotuho Fau, Erva Della Darma, Medelin Tiomina Br. Sagala
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654671468210.54082/jamsi.3177Pengembangan Aplikasi Indospace Companion Berbasis Android untuk Mendukung Digitalisasi Layanan pada PT Indospace Group di Shah Alam, Selangor, Malaysia
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3217
<p><em>PT Indospace Group merupakan produsen furnitur yang terintegrasi secara vertikal dan berperan sebagai Original Equipment Manufacturer (OEM), Original Design Manufacturer (ODM), sekaligus produsen kontrak yang melayani pelanggan, arsitek, desainer, kontraktor, distributor, dan mitra dagang melalui showroom serta situs web perusahaan di Shah Alam, Selangor, Malaysia. Mitra dagang dan pelanggan masih menghadapi kendala berupa belum tersedianya aplikasi mobile terpusat, terbatasnya kemudahan pengajuan permintaan penawaran melalui perangkat mobile, serta pemantauan status pengajuan yang belum optimal. Kegiatan ini bertujuan merancang dan mengembangkan aplikasi Android bernama Indospace Companion sebagai media digital yang memusatkan informasi perusahaan sekaligus mempermudah interaksi bisnis dengan mitra dagang. Metode yang digunakan meliputi analisis kebutuhan bersama tim pengembang (IT developer) perusahaan, perancangan arsitektur Model-View-ViewModel (MVVM) dengan Kotlin dan Jetpack Compose, penyimpanan data lokal menggunakan Room Database, sinkronisasi data melalui Supabase, sepuluh siklus penyempurnaan antarmuka mengikuti pedoman Material Design 3, serta pengujian fungsional menggunakan metode black box testing. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa aplikasi berhasil dikembangkan dengan tujuh modul utama, yaitu Home, Catalog, Inquiry System, Portfolio, Trade Partner, Company, dan Account, dengan seluruh 12 dari 12 skenario pengujian black box dinyatakan lulus (100%). Kegiatan ini memberikan manfaat berupa peningkatan aksesibilitas informasi dan kemudahan pengajuan penawaran bagi mitra dagang PT Indospace Group, sebagaimana disampaikan oleh tim pengembang perusahaan bahwa aplikasi ini dinilai memudahkan interaksi bisnis dan berpotensi diadopsi secara berkelanjutan.</em></p>Deinol McdayraFaizan Fayaz BhatDedi Gunawan
Hak Cipta (c) 2026 Deinol Mcdayra, Faizan Fayaz Bhat, Dedi Gunawan
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07655261527410.54082/jamsi.3217Edukasi Literasi Kehamilan dan Pencegahan Gangguan Kesehatan Reproduksi pada Santriwati Pondok Pesantren KH Wahid Hasyim Bangil, Kabupaten Pasuruan
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3256
<p><em>Kesehatan reproduksi merupakan bagian penting dalam kesehatan remaja, khususnya bagi santriwati yang memerlukan informasi tepat mengenai perubahan reproduksi, kehamilan, dan pencegahan gangguan kesehatan reproduksi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santriwati mengenai literasi kehamilan dan pencegahan gangguan kesehatan reproduksi melalui Program Healthy Islamic Boarding School. Kegiatan dilaksanakan pada 30 santriwati tingkat sekolah menengah atas di Pondok Pesantren KH Wahid Hasyim Bangil, Kabupaten Pasuruan. Edukasi berlangsung selama 30–40 menit melalui penyampaian langsung secara interaktif dengan media PowerPoint dan leaflet. Evaluasi dilakukan menggunakan pretest dan posttest berupa 10 soal pilihan ganda dengan skor 0–100. Data dianalisis secara deskriptif dan menggunakan uji Wilcoxon Signed-Rank. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 72,00 pada pretest menjadi 80,33 pada posttest, atau sebesar 8,33 poin, dengan perbedaan yang bermakna secara statistik (p=0,029). Hasil ini menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan segera setelah edukasi. Kegiatan dapat digunakan sebagai pendekatan promotif untuk memperkuat literasi kesehatan reproduksi santriwati, tetapi capaian yang dilaporkan terbatas pada perubahan pengetahuan dan belum menggambarkan perubahan sikap maupun perilaku jangka panjang.</em></p>Mohammad NasirBudi SantosoHermanto Tri JoewonoRetno Diah Putri EkayantiIndira Rahma Santo FahdiartiAzkia ZaafaraniDinda Riska OktaviaGalih Ahmad IrlyanFirlana Dania AzzahraNabila Fitri Dwi Arini
Hak Cipta (c) 2026 Mohammad Nasir, Budi Santoso, Hermanto Tri Joewono, Retno Diah Putri Ekayanti, Indira Rahma Santo Fahdiarti, Azkia Zaafarani, Dinda Riska Oktavia, Galih Ahmad Irlyan, Firlana Dania Azzahra, Nabila Fitri Dwi Arini
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07655189519810.54082/jamsi.3256Penyuluhan DAGUSIBU dan Pengumpulan Sampah Obat Rumah Tangga Warga Kelurahan Tawangsari Kota Semarang
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3075
<p><em>Pengelolaan obat yang benar di masyarakat masih menjadi permasalahan kesehatan yang perlu mendapat perhatian. Tingginya praktik swamedikasi di masyarakat berisiko menimbulkan kesalahan dalam memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat. Masih banyak rumah tangga yang menyimpan obat keras dan antibiotik untuk keperluan swamedikasi, serta sebagian besar masyarakat belum memiliki pengetahuan yang memadai mengenai penggunaan obat yang benar. Kondisi tersebut dapat meningkatkan risiko terjadinya masalah terkait obat, termasuk penggunaan yang tidak rasional dan potensi dampak kesehatan yang merugikan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan pemahaman masyarakat mengenai program DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar). Metode yang digunakan berupa penyuluhan kesehatan dan edukasi interaktif kepada masyarakat mengenai cara memperoleh obat dari sarana pelayanan kefarmasian yang resmi, penggunaan obat secara rasional, penyimpanan obat yang tepat, serta pembuangan obat yang aman dan ramah lingkungan.jumlah peserta yang mengikuti kegiatan ini sejumlah 42 orang. kegiatan dilengkapi dengan pengumpulan dan pemusnahan sampah obat rumah tangga sebagai bentuk implementasi pengelolaan obat yang benar. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pemahaman masyarakat mengenai prinsip DAGUSIBU serta meningkatnya kesadaran masyarakat dalam mengelola obat secara tepat di lingkungan keluarga. Kegiatan ini dapat mendukung terbentuknya budaya penggunaan obat yang rasional, aman, dan bertanggung jawab sehingga mampu meningkatkan derajat kesehatan masyarakat secara berkelanjutan</em></p>Madyo AdriantoFransisca GloriaUntsa AlfiyaturrakhmaRizky Budi Santoso
Hak Cipta (c) 2026 Madyo Adrianto, Fransisca Gloria, Untsa Alfiyaturrakhma, Rizky Budi Santoso
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654761477010.54082/jamsi.3075Edukasi Penanganan Kegawatdaruratan Kardiovaskular dan Respirasi pada Masyarakat di Area Persawahan Desa Songkar
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3198
<p><em>Penyakit kardiovaskular dan gangguan sistem respirasi merupakan penyumbang utama kegawatdaruratan medis di masyarakat, sementara pengetahuan masyarakat awam mengenai tanda bahaya dan pertolongan pertama masih rendah sehingga keterlambatan penanganan pada masa kritis (golden period) kerap terjadi. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan pengetahuan petani dan buruh tani di area persawahan dalam mengenali serta menangani kegawatdaruratan kardiovaskular (nyeri dada dan henti jantung) dan respirasi (sesak napas akut dan tersedak). Metode pelaksanaan meliputi penyuluhan interaktif, demonstrasi dan simulasi praktik bantuan hidup dasar, serta evaluasi </em><em>tanya jawab singkat setelah kegiatan </em><em>terhadap ± </em><em>20</em><em> peserta.</em> <em>Berdasarkan observasi awal, sebagian besar </em><em>masyarakat</em><em> belum terpapar informasi terkait </em><em>penanganan</em><em> kegawatdaruratan kardiovaskular (nyeri dada dan henti jantung) dan respirasi (sesak napas akut dan tersedak)</em><em>. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman pada seluruh indikator yang dievaluasi, antara lain kemampuan menjelaskan langkah dasar pertolongan pertama meningkat dari 20% menjadi 75% dan kemampuan menjelaskan penanganan tersedak meningkat dari 15% menjadi 70%; masyarakat yang sebelumnya tidak memahami materi menjadi mampu mengidentifikasi nyeri dada, penanganan henti jantung,dan tersedak setelah edukasi. Kegiatan ini menegaskan bahwa edukasi berbasis praktik langsung efektif meningkatkan pengetahuan kesiapan petani dan buruh tani dalam mengenali kondisi kegawatdaruratan kardiovaskular dan respirasi serta memberikan pertolongan awal sebelum bantuan tenaga kesehatan tersedia, sehingga perlu dilaksanakan secara berkala dan berkelanjutan.</em></p>Hamidatun Rabayya YusufAsri Reni HandayaniRafi’ah Rafi’ah
Hak Cipta (c) 2026 Hamidatun Rabayya Yusuf, Asri Reni Handayani, Rafi’ah Rafi’ah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654683469010.54082/jamsi.3198Pemberdayaan Ibu PKK RW 04 melalui Optimalisasi Taman RW 04 dengan Urban Farming Tanaman Hias di Kelurahan Pudakpayung, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3233
<p><em>Taman RW 04 Kelurahan Pudakpayung, Kota Semarang, Provinsi Jawa Tengah merupakan ruang terbuka lingkungan yang sebelumnya kurang terawat, ditandai dengan beberapa tanaman yang mengering, bagian taman yang tampak tandus, serta penataan vegetasi yang belum optimal. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan mengoptimalkan kondisi taman melalui urban farming tanaman hias sekaligus melibatkan Ibu PKK RW 04 dalam penanaman dan pemeliharaan taman. Kegiatan dilaksanakan melalui empat tahapan, yaitu survei dan identifikasi kondisi awal, sosialisasi, implementasi penataan dan penanaman, serta perawatan. Sosialisasi dilaksanakan pada 18 Juli 2026 dan diikuti oleh 20 anggota PKK RW 04. Implementasi taman dilakukan melalui pembersihan, penataan, pengecatan pagar, serta penanaman lima jenis tanaman hias, yaitu Marigold, Asoka, Taiwan Hijau, Taiwan Kuning, dan Sabrina, masing-masing sebanyak 7 batang sehingga total 35 batang. Hasil kegiatan menunjukkan perubahan kondisi taman menjadi lebih bersih, tertata, dan asri. Pengamatan tanaman ditunjukkan melalui munculnya tunas baru, perkembangan daun yang semakin rimbun, dan munculnya bunga pada sejumlah tanaman. Namun, kegiatan ini tidak menggunakan instrumen pre-test dan post-test sehingga peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta tidak dinyatakan dalam bentuk nilai kuantitatif. Keberlanjutan program didukung melalui piket harian Ibu PKK RW 04 untuk penyiraman dan pemeliharaan kebersihan taman.</em></p>Fauzan Syahru RamadhanMuthia AuraliaAnggie Vanya Yohanna SiallaganArdhini Dwi Nurisna Waskita LarasHerbina ManurungKarima Putri ShakilaMirza Husain AshariMuhammad Farros AlkautsarMuhammad Rizky AgliVania Adilla RaihanaZahra Rosaline Putria CahyoZulfa Fadhilah
Hak Cipta (c) 2026 Fauzan Syahru Ramadhan, Muthia Auralia, Anggie Vanya Yohanna Siallagan, Ardhini Dwi Nurisna Waskita Laras, Herbina Manurung, Karima Putri Shakila, Mirza Husain Ashari, Muhammad Farros Alkautsar, Muhammad Rizky Agli, Vania Adilla Raihana, Zahra Rosaline Putria Cahyo, Zulfa Fadhilah
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654727473610.54082/jamsi.3233Pengembangan Kader Santri Sehat melalui Pendidikan Etika Kesehatan dan Keteladanan untuk Meningkatkan Pengetahuan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat di Pondok Pesantren Sunan Drajat Kabupaten Lamongan, Jawa Timur
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3269
<p><em>Pondok pesantren merupakan lingkungan pendidikan berbasis komunitas dengan interaksi sosial yang intensif sehingga penguatan pengetahuan mengenai Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS) penting untuk mendukung kesehatan santri. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri mengenai PHBS melalui pendidikan etika kesehatan dan keteladanan serta memperkuat peran kader santri sehat di lingkungan pesantren. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Juni 2026 di Pondok Pesantren Sunan Drajat Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dan diikuti oleh 50 santri. Metode kegiatan menggunakan pendekatan partisipatif melalui penyuluhan PHBS, pendidikan etika kesehatan, demonstrasi dan praktik PHBS, keteladanan, serta penguatan peran kader santri sehat. Evaluasi pengetahuan menggunakan desain one-group pretest-posttest. Hasil menunjukkan bahwa rerata skor pengetahuan meningkat dari 77,00 pada pretest menjadi 84,00 pada posttest, dengan peningkatan sebesar 7,00 poin atau 9,09%. Hasil paired sample t-test menunjukkan perbedaan yang bermakna antara skor sebelum dan sesudah kegiatan (p < 0,001). Kegiatan menunjukkan bahwa edukasi PHBS yang dipadukan dengan pendidikan etika kesehatan, praktik, dan keteladanan berpotensi meningkatkan pengetahuan santri. Evaluasi lanjutan diperlukan untuk menilai keberlanjutan penerapan PHBS dan aktivitas kader setelah kegiatan.</em></p>Paramita SariNanda Fadhilah Witris SalamyAchmad Yarziq Mubarak Salis SalamyYuriske AgnoviantoCitra Ayu Fahmi SaputriLaili SafanaNayla Yumna SalsabilaNaila Azka BarirohLuna Amelia Zahra RamadhaniRobby Azif Maulana
Hak Cipta (c) 2026 Paramita Sari, Nanda Fadhilah Witris Salamy, Achmad Yarziq Mubarak Salis Salamy, Yuriske Agnovianto, Citra Ayu Fahmi Saputri, Laili Safana, Nayla Yumna Salsabila, Naila Azka Bariroh, Luna Amelia Zahra Ramadhani, Robby Azif Maulana
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07655125513610.54082/jamsi.3269Penerapan Teknologi Produksi Olahan Pangan Berbasis Mocaf Bimo CF untuk Pemberdayaan KWT Sinar Tani dan UD Usaha Mandiri di Banjarnegara, Jawa Tengah
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/2253
<p>Kegiatan pengabdian masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan dan keterampilan pelaku usaha serta anggota kelompok wanita tani dalam mengolah mocaf (<em>Modified Cassava Flour</em>) Bimo CF sebagai bahan pangan alternatif bebas gluten. Program dilaksanakan di UD Usaha Mandiri dan Kelompok Wanita Tani (KWT) Sinar Tani, Kabupaten Banjarnegara, dengan fokus pada diversifikasi produk pangan berbasis mocaf, seperti <em>cookies</em>, <em>brownies</em>, <em>muffin</em>s, <em>egg rolls</em>, mie, dan <em>flakes</em> bebas gluten. Pelatihan menggunakan metode kombinasi teori dan praktik langsung, yang terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman peserta. Hasil <em>pre-test</em> dan <em>post-test</em> menunjukkan peningkatan signifikan, dengan rata-rata kenaikan pemahaman peserta sebesar 57,25% saat teori dan 68% saat praktik pelatihan. Produk bebas gluten yang diajarkan mendapat respons positif dari peserta karena sesuai dengan tren pasar dan kebutuhan diet sehat. Kegiatan ini tidak hanya berhasil memberdayakan masyarakat dalam meningkatkan keterampilan dan pengetahuan teknologi pengolahan pangan, tetapi juga memberikan dampak ekonomi yang positif bagi UD Usaha Mandiri dan KWT Sinar Tani.</p>Santi Dwi AstutiFurqon FurqonNur AiniBerlilana BerlilanaMelia Dianingrum
Hak Cipta (c) 2026 Santi Dwi Astuti, Furqon Furqon, Nur Aini, Berlilana, Melia Dianingrum
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654791480010.54082/jamsi.2253Peningkatan Kemampuan Literasi Dasar Melalui Pendampingan Belajar Membaca Intensif Bagi Siswa di SD Negeri 16 Tarowang dan SD Negeri 5 Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto, Provinsi Sulawesi Selatan
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3169
<p><em>Kemampuan membaca merupakan fondasi utama dalam proses pembelajaran anak di tingkat Sekolah Dasar (SD) yang menentukan keberhasilan akademik dan perkembangan kognitif. Namun, pascapandemi dan keterbatasan media ajar di wilayah pedesaan menyebabkan sejumlah siswa mengalami ketertinggalan literasi dasar (reading delay). Kegiatan pengabdian masyarakat melalui program Kuliah Kerja Nyata (KKN) ini bertujuan untuk mengimplementasikan bimbingan membaca intensif guna mempercepat pemulihan kemampuan literasi dasar siswa. Program ini dilaksanakan secara paralel di dua sekolah mitra, yaitu SD Negeri 16 Tarowang dan SD Negeri 5 Tarowang, Kecamatan Tarowang, Kabupaten Jeneponto. Metode pengabdian menggabungkan pendekatan Direct Instruction (pengajaran langsung) dan Small Group Discussion (kelompok belajar kecil beranggota 4–5 siswa) yang diselenggarakan secara konsisten 3 kali seminggu setelah jam sekolah usai dengan durasi 60–90 menit per sesi. Pemetaan awal (pre-test) mengelompokkan siswa ke dalam tiga kategori: dasar (belum kenal huruf), menengah (belum lancar mengeja suku kata), dan lanjut (belum lancar membaca kalimat utuh). Proses intervensi memanfaatkan media konkret interaktif seperti kartu kata bergambar (flashcards), buku cerita anak, serta permainan bahasa. Hasil evaluasi akhir (post-test) menunjukkan peningkatan signifikan, di mana 85% siswa kategori dasar di SD Negeri 16 Tarowang berhasil mengenali alfabet dan mengeja suku kata, serta 80% siswa kategori menengah/lanjut di SD Negeri 5 Tarowang mampu membaca kalimat utuh secara lancar dengan intonasi yang tepat. Selain capaian kognitif, pendekatan klinis-personal dalam kelompok kecil terbukti efektif menurunkan kecemasan akademik (academic anxiety), memulihkan efikasi diri, serta meningkatkan keberanian dan motivasi belajar siswa di kelas. </em></p>Anna SulfiantiSandra DewiNovianti NoviantiAnugrah UtamayantiAndi SusilawatiSaripa Muhminati
Hak Cipta (c) 2026 Anna Sulfianti, Sandra Dewi, Novianti Novianti, Anugrah Utamayanti, Andi Susilawati, Saripa Muhminati
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654651466010.54082/jamsi.3169Penguatan Motivasi dan Kompetensi Guru di Kota Tangerang, Banten Untuk Mendukung Kinerja Pembelajaran dan Kesiapan Sertifikasi Profesi
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3215
<p><em>Perkembangan pendidikan vokasi membuat guru SMK Akuntansi perlu terus meningkatkan pengetahuan dan keterampilannya agar pembelajaran sejalan dengan kebutuhan dunia pekerjaan. Beberapa tantangan yang masih dihadapi adalah masih terbatasnya pemahaman guru mengenai Standar Akuntansi Keuangan Entitas Mikro, Kecil, dan Menengah (SAK EMKM), serta belum meratanya motivasi untuk mengikuti pengembangan kompetensi dan sertifikasi profesi. Kondisi ini berdampak pada proses pembelajaran sehingga kesiapan siswa dalam menghadapi dunia kerja menjadi kurang optimal. Sebagai sarana mengatasi permasalahan tersebut, kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini mempunya tujuan meningkatkan motivasi dan kompetensi guru MGMP Akuntansi Keuangan dan Lembaga (AKL) Kota Tangerang melalui pelatihan penerapan SAK EMKM, pemberian motivasi, dan pendampingan dalam persiapan sertifikasi profesi. Kegiatan dilaksanakan dengan mengundang 30 orang guru SMK Akuntansi melalui identifikasi kebutuhan peserta, penyampaian materi, diskusi, praktik menggunakan studi kasus, simulasi, serta evaluasi hasil pelatihan. Hasil evaluasi kegiatan ini menunjukan lebih dari 80 persen menunjukan pemahaman yang lebih baik tentang motivasi dan pentingnya kompetensi. Kegiatan ini juga meningkatkan kerjasama antara perguruan tinggi dan MGMP dalam mendukung peningkatan kualitas pendidikan vokasi secara berkelanjutan. Secara keseluruhan, program ini memberikan manfaat dalam meningkatkan kompetensi guru, memperbaiki kualitas pembelajaran akuntansi, serta mendukung kesiapan lulusan SMK untuk memasuki dunia kerja.</em></p>Mochamad Rizki SadikinYuhasril Yuhasril
Hak Cipta (c) 2026 Mochamad Rizki Sadikin, Yuhasril Yuhasril
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654903491210.54082/jamsi.3215Pelatihan Ekspor bagi Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah Jawa Timur melalui Pemanfaatan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3244
<p><em>Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) memiliki peran penting dalam perekonomian Jawa Timur, namun kontribusi UMKM Indonesia terhadap ekspor nasional masih relatif rendah, yaitu sekitar 15,7%. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pembekalan pengetahuan dasar ekspor dan memperkenalkan pemanfaatan Indonesia-Australia Comprehensive Economic Partnership Agreement (IA-CEPA) kepada pelaku UMKM Jawa Timur. Pelatihan dilaksanakan secara daring dan diikuti sekitar 65 peserta melalui kolaborasi dengan Atase Perdagangan Republik Indonesia untuk Australia, Klinik Ekspor Bea Cukai Malang, dan praktisi usaha. Evaluasi dilakukan melalui survei pascapelatihan yang diisi oleh 44 peserta untuk mengidentifikasi pengetahuan awal secara retrospektif, minat pascapelatihan, persepsi keterterapan materi, dan kebutuhan pendampingan. Sebanyak 56,8% responden menyatakan bahwa sebelum kegiatan mereka belum mengetahui IA-CEPA; data ini menggambarkan kondisi awal retrospektif dan bukan hasil pengukuran peningkatan pengetahuan. Setelah pelatihan, 95,5% responden menyatakan berminat memanfaatkan IA-CEPA untuk ekspor ke Australia, dan 79,5% menilai materi dapat langsung diterapkan dalam usaha. Regulasi negara tujuan ekspor dipilih sebagai materi paling relevan oleh 43,2% responden, diikuti kurasi produk sebesar 36,4%. Temuan menunjukkan manfaat pelatihan sebagai pembekalan awal dan pemetaan kebutuhan pendampingan, tetapi belum dapat digunakan untuk menyimpulkan peningkatan kemampuan ekspor karena tidak menggunakan desain pre-test–post-test.</em></p>Pantri Muthriana Erza KillianPrimadiana YunitaRistiana Khafifah Rahmadita
Hak Cipta (c) 2026 Pantri Muthriana Erza Killian, Primadiana Yunita, Ristiana Khafifah Rahmadita
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654951496010.54082/jamsi.3244Pendampingan Branding dan Pemasaran Digital pada Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Desa Purwosari RT 15
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3318
<p style="margin: 0cm; text-align: justify; text-justify: inter-ideograph; text-indent: 36.0pt;"><em><span lang="EN-US" style="font-size: 10.0pt; font-family: 'Cambria',serif;">Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah di Desa Purwosari RT 15 memiliki beragam produk dan potensi usaha, tetapi pemanfaatan media promosi, penyajian informasi produk, dan pemasaran digital masih berbeda pada setiap pelaku usaha. Kegiatan pengabdian ini bertujuan memberikan pendampingan branding dan pemasaran digital berdasarkan kondisi dan kebutuhan masing-masing sasaran. Kegiatan menggunakan pendekatan <span style="font-family: 'Cambria',serif;">Asset-Based Community Development</span> melalui tahap <span style="font-family: 'Cambria',serif;">Discovery, Dream, Design, Define,</span> dan <span style="font-family: 'Cambria',serif;">Destiny</span>. Sasaran kegiatan terdiri atas enam usaha atau kelompok, yaitu Kue Ibu Ningsih, Pisang Karamel, KUBE 3, Farm Agam, Catering Titin, serta Rujak Kang Wi dan Bite Ice. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa 6 dari 6 sasaran atau 100% memperoleh kegiatan sesuai kebutuhan. Sebanyak 3 sasaran atau 50% memperoleh banner, 1 sasaran atau 16,67% memperoleh menu digital atau katalog produk, 1 sasaran atau 16,67% memperoleh foto dan video produk, 1 sasaran atau 16,67% memperoleh pendampingan promosi media sosial dan pendaftaran lokasi Google Maps, serta 1 sasaran atau 16,67% memperoleh sosialisasi. Dokumentasi digunakan sebagai bukti pelaksanaan dan pendukung penilaian ketercapaian kegiatan. Hasil tersebut menunjukkan bahwa bentuk pendampingan dapat disesuaikan dengan aset dan kebutuhan masing-masing sasaran.</span></em></p>Muhamad Syafiq GusmaliantoPutri Martina PanggabeanSuci OktapiaJhody Anugrah Maharani MaharaniNathasya Arum FatihFaizza Angelia PutriWan FaridahRestela RestelaSiti Bintangi Putri Tias Pertiwi Zaitun Zaitun
Hak Cipta (c) 2026 Muhamad Syafiq Gusmalianto, Putri Martina Panggabean, Suci Oktapia, Jhody Anugrah , Maharani Maharani, Nathasya Arum Fatih, Faizza Angelia Putri, Wan Faridah, Restela Restela, Siti Bintangi Putri Tias Pertiwi , Zaitun Zaitun
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07655137515410.54082/jamsi.3318Peningkatan Motivasi Akademik Remaja Panti Asuhan melalui Psikoedukasi Berbasis Goal Setting
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3012
<p><em>Motivasi akademik merupakan salah satu faktor penting yang memengaruhi keterlibatan individu dalam proses belajar dan pencapaian tujuan akademik. Berdasarkan hasil observasi dan wawancara di Panti Asuhan, ditemukan bahwa sebagian partisipan cenderung memiliki motivasi akademik yang masih dipengaruhi oleh faktor eksternal, seperti tuntutan sekolah dan lingkungan sekitar. Selain itu, partisipan juga menunjukkan keterlibatan belajar yang relatif rendah, ditandai dengan kebiasaan menggunakan handphone secara berlebihan serta kurang aktif dalam kegiatan pembelajaran. Oleh karena itu, kegiatan ini bertujuan untuk meningkatkan motivasi akademik partisipan melalui Psikoedukasi berbasis Goal Setting. Metode pelaksanaan dilakukan melalui pemberian pre-test menggunakan Academic Motivation Scale (AMS), kegiatan psikoedukasi mengenai motivasi akademik, pembuatan Pohon Harapan, penyusunan SMART Goals, serta post-test sebagai evaluasi program. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan motivasi akademik setelah partisipan mengikuti rangkaian intervensi. Nilai rata-rata motivasi akademik meningkat dari 50,00 pada pre-test menjadi 65,50 pada post-test. Hasil analisis menggunakan uji Paired Sample T-Test juga menunjukkan adanya perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi (p = 0,019). Selain itu, partisipan menunjukkan keterlibatan yang lebih aktif selama kegiatan berlangsung, mampu mengenali tujuan akademik yang ingin dicapai, serta menyusun langkah-langkah konkret untuk mewujudkannya. Dengan demikian, psikoedukasi berbasis Goal Setting dapat menjadi salah satu alternatif intervensi yang efektif untuk meningkatkan motivasi akademik pada partisipan di panti asuhan</em></p>Jennifer AndinaJessica OctavianiArlyanov Sutan Fadhla RaharjoPamela Hendra Heng
Hak Cipta (c) 2026 Jennifer Andina, Jessica Octaviani Wijaya, Arlyanov Sutan Fadhla Raharjo, Pamela Hendra Heng
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07655051506210.54082/jamsi.3012Implementasi Leadership Card Gamification Berbasis Token Economy untuk Penguatan Komunikasi Interpersonal Mahasiswa Ajaran Baru
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3194
<p><em>Rendahnya keterlibatan mahasiswa dalam diskusi, presentasi, dan kerja kelompok dapat menghambat pengembangan komunikasi interpersonal pada pembelajaran tahun pertama. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan menerapkan modifikasi perilaku melalui Leadership Card Gamification berbasis token economy untuk meningkatkan partisipasi, kedisiplinan, komunikasi, dan kepemimpinan mahasiswa. Program melibatkan 30 mahasiswa kelas internasional Program Studi S1 Sistem Informasi Universitas Telkom pada Mata Kuliah Komunikasi Interpersonal. Pelaksanaan mencakup pengukuran baseline, observasi, wawancara singkat, asesmen fungsional menggunakan kerangka Antecedent–Behavior–Consequence, serta intervensi melalui active learning, mind mapping, diskusi, presentasi, dan refleksi. Penguatan diberikan melalui cap Leadership Card pada sepuluh perilaku target, yaitu ketepatan waktu, inisiatif, kemampuan menghubungkan teori, pertanyaan kritis, listening, kerja sama, pemecahan masalah, etika debat, public speaking, dan refleksi. Hasil evaluasi menunjukkan rata-rata ketercapaian perilaku sebesar 63,3%. Capaian tertinggi terdapat pada listening dan kerja sama kelompok, masing-masing 73,3%, diikuti ketepatan waktu sebesar 70,0% dan keaktifan diskusi kelompok sebesar 66,7%. Sebanyak 26 mahasiswa atau 86,7% memperoleh skor minimal 70, melampaui target program sebesar 70% peserta. Rata-rata skor Leadership Card mencapai 73,0 dengan median 80. Hasil tersebut menunjukkan bahwa intervensi berjalan cukup baik, meskipun penguatan lanjutan masih diperlukan pada aspek kepemimpinan, inisiatif, partisipasi forum, dan public speaking. Program ini juga mendukung pembelajaran yang lebih aktif, terstruktur, dan reflektif.</em></p>Haryasena PanduwiyasaDynasti Meilan LegowoNazwa Juwita SyahiraNor AzizahRahmat AbroriNur ZamzamiRumaisha Az ZahraLucy Lidiawati Santioso
Hak Cipta (c) 2026 Haryasena Panduwiyasa, Dynasti Meilan Legowo, Nazwa Juwita Syahira, Nor Azizah, Rahmat Abrori, Nur Zamzami, Rumaisha Az Zahra, Lucy Lidiawati Santioso
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654611462810.54082/jamsi.3194Implementasi Teknologi Tepat Guna Mesin Mixer Adonan dan Digitalisasi Manajemen Keuangan untuk Meningkatkan Produktivitas Industri Rumah Tangga (IRT) Kicimpring Kang Mus di Desa Ngepoh, Kecamatan Leksono, Kabupaten Wonosobo, Jawa Tengah
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3225
<p><em>IRT Kicimpring Kang Mus di Kabupaten Wonosobo merupakan usaha pangan lokal yang memiliki potensi pengembangan, tetapi menghadapi kendala pada aspek produksi dan manajemen keuangan. Proses pencampuran adonan masih dilakukan secara manual dengan kapasitas 2,5 kg per proses dan membutuhkan waktu sekitar 30 menit, sementara pencatatan keuangan usaha belum dilakukan secara sistematis. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan produktivitas mitra melalui implementasi Teknologi Tepat Guna berupa mesin mixer adonan serta memperkuat manajemen keuangan melalui digitalisasi pencatatan usaha. Metode pelaksanaan meliputi sosialisasi dan identifikasi kebutuhan, implementasi teknologi, pelatihan pengoperasian dan perawatan mesin, pelatihan manajemen keuangan digital, pendampingan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa implementasi mesin mixer mampu meningkatkan kapasitas pengadonan hingga 10 kg per proses dengan waktu pengadukan sekitar 15 menit serta menghasilkan adonan yang lebih homogen. Mitra juga mampu mengoperasikan dan merawat mesin secara mandiri dan mererapkan pencatatan keuangan digital. Tiga orang anggota mitra dapat menggunakan sistem pencatatan keuangan digital. Sehingga, mitra mampu menyusun arus kas, biaya produksi, pendapatan usaha, dan pembuatan laporan laba-rugi sederhana. Implementasi teknologi dan digitalisasi manajemen keuangan berkontribusi terhadap peningkatan efisiensi produksi dan penguatan pengelolaan usaha secara berkelanjutan.</em></p>Friska Ayu Fitrianti SugionoFarika Tono PutriMella Katrina SariTimotius Anggit KristiawanRagil Tri IndrawatiWahyu Isti NugrohoEko SaputraRizkha Ajeng RochmatikaEni SafrianaHartanto PrawibowoSigit Tri Bagus ErlanggaDinda Oktavia SaputriRaeshard Rakeen ShaquillaRaditya Indra Zuka
Hak Cipta (c) 2026 Friska Ayu Fitrianti Sugiono, Farika Tono Putri, Mella Katrina Sari, Timotius Anggit Kristiawan, Ragil Tri Indrawati, Wahyu Isti Nugroho, Eko Saputra, Rizkha Ajeng Rochmatika, Eni Safriana, Hartanto Prawibowo, Sigit Tri Bagus Erlangga, Dinda Oktavia Saputri, Raeshard Rakeen Shaquilla, Raditya Indra Zuka
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654639465010.54082/jamsi.3225Edukasi Kesehatan Paru untuk Pencegahan Penyakit Paru Obstruktif Kronis Akibat Paparan Asap Rokok dan Biomassa pada Santri Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3267
<p><em>Penyakit Paru Obstruktif Kronis merupakan penyakit respirasi kronis yang berkaitan dengan paparan partikel dan gas berbahaya, termasuk asap rokok dan asap biomassa. Lingkungan pesantren dengan pola hunian komunal menjadi setting strategis untuk edukasi promotif dan preventif kesehatan paru. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri mengenai bahaya paparan asap rokok dan biomassa serta upaya pencegahan Penyakit Paru Obstruktif Kronis. Kegiatan dilaksanakan pada 20 Juni 2026 di Pondok Pesantren Sunan Drajat, Kabupaten Lamongan, Jawa Timur, dan diikuti oleh 50 santri. Intervensi meliputi edukasi interaktif, diskusi, pemutaran media audiovisual, penggunaan media visual, demonstrasi, dan Focus Group Discussion. Pengetahuan dievaluasi menggunakan desain one-group pretest-posttest. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 90,80 pada pretest menjadi 96,00 pada posttest, dengan selisih 5,20 poin atau 5,73% dari nilai awal. Uji paired sample t-test menunjukkan p = 0,022. Hasil ini menunjukkan adanya perbedaan skor pengetahuan sebelum dan sesudah edukasi. Karena skor awal sudah relatif tinggi, peningkatan tersebut perlu ditafsirkan secara proporsional dan mempertimbangkan kemungkinan ceiling effect. Kegiatan pembekalan kader santri sehat diposisikan sebagai rencana keberlanjutan, sedangkan capaian kader belum dievaluasi sebagai luaran kuantitatif. Edukasi kesehatan paru dapat menjadi strategi awal untuk meningkatkan pengetahuan santri mengenai faktor risiko penyakit paru, tetapi evaluasi lanjutan diperlukan untuk menilai retensi pengetahuan, perubahan perilaku, dan pengurangan paparan asap.</em></p>Adyan DonastinPaul Agus DwiyanuTitin Sholihah AgustinaYuriske AgnoviantoMohammad Abhyrama Gymnastiar Taufiqul HakimZahrotul AiniAlvi Octavia Manzilatur RahmahNafatul MasyarohAizyah Farah AnnabilaAnjhely Andreani
Hak Cipta (c) 2026 Adyan Donastin, Paul Agus Dwiyanu, Titin Sholihah Agustina, Yuriske Agnovianto, Mohammad Abhyrama Gymnastiar Taufiqul Hakim, Zahrotul Aini, Alvi Octavia Manzilatur Rahmah, Nafatul Masyaroh, Aizyah Farah Annabila, Anjhely Andreani
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07655239525010.54082/jamsi.3267Pelatihan Pemanfaatan Limbah Organik pada Sistem Pertanian Terintegrasi Sebagai Upaya untuk Mendukung Budidaya Tanaman secara Organik di Lahan III CV. GS Organik Desa Baumata Timur Kecamatan Taebenu Kabupaten Kupang
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3157
<p><em>CV. GS Organik merupakan pusat pembelajaran bagi mahasiswa, siswa, dan masyarakat. Perusahaan ini berfokus pada budidaya organik melalui sistem pertanian terintegrasi yang mencakup tanaman, peternakan, dan perikanan. Penerapan sistem ini menghasilkan limbah ternak, yang selain digunakan sebagai pupuk dasar, juga berpotensi dimanfaatkan sebagai bahan baku pupuk bokashi. Oleh karena itu, dimanfaatkanlah limbah ternak dan bahan-bahan di sekitar Lahan III CV. GS Organik untuk mengolah pupuk bokashi demi mengatasi masalah limbah sekaligus menjaga keberlanjutan budidaya organik. Kegiatan pengabdian masyarakat ini dilaksanakan melalui pemaparan materi dan demonstrasi pembuatan pupuk bokashi. Pelatihan ini melibatkan Mahasiswa Vokasi Logistik Militer Universitas Pertahanan Politeknik Ben Mboi Belu, Mahasiswa Universitas Nusa Cendana, serta Siswa SMKN 1 Taebenu. Para peserta terlibat aktif mulai dari persiapan bahan hingga proses pembuatan pupuk. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan dan keterampilan peserta dalam mengolah limbah pertanian terintegrasi menjadi pupuk organik. Keterampilan ini diharapkan dapat diterapkan secara mandiri untuk mendukung pertanian yang maju tanpa merusak lingkungan. Berdasarkan analisis laboratorium, pupuk bokashi yang dihasilkan memiliki kandungan N+P+K sebesar 3,53% dan C-Organik sebesar 23,78%. Hasil tersebut membuktikan bahwa pupuk bokashi ini telah memenuhi standar mutu pupuk organik padat.</em></p>Suprionisius Lejato De CarvalhoHenderikus Darwin BejaGabriel Otan Apelabi
Hak Cipta (c) 2026 Suprionisius Lejato De Carvalho, Henderikus Darwin Beja, Gabriel Otan Apelabi
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654811482010.54082/jamsi.3157Edukasi Anti-Bullying Partisipatif Sebagai Upaya Penguatan Kesadaran Siswa dalam Mewujudkan Budaya Sekolah Ramah Anak Di SDN 5 Menteng, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3208
<p><em>Kasus bullying di lingkungan sekolah dasar masih menjadi tantangan dalam mewujudkan lingkungan belajar yang aman dan mendukung implementasi Sekolah Ramah Anak. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan kesadaran peserta didik mengenai perilaku anti-bullying sebagai upaya memperkuat budaya Sekolah Ramah Anak di SDN 5 Menteng, Kota Palangka Raya, Kalimantan Tengah. Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan partisipatif dengan metode edukatif melalui ceramah interaktif, diskusi, simulasi, dan media edukatif. Desain kegiatan menggunakan one group pretest-posttest yang melibatkan 100 peserta didik kelas IV, V, dan VI. Evaluasi dilakukan melalui pre-test, post-test, observasi, wawancara, dan dokumentasi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan rata-rata nilai peserta didik dari 68,42 pada pre-test menjadi 90,15 pada post-test, dengan peningkatan sebesar 21,73 poin. Hasil observasi menunjukkan bahwa peserta didik mampu mengenali berbagai bentuk bullying, memahami dampaknya, serta menunjukkan pemahaman mengenai pentingnya sikap saling menghormati dalam interaksi di lingkungan sekolah. Wawancara dengan kepala sekolah menunjukkan respons positif terhadap kegiatan karena sejalan dengan upaya penguatan Program Sekolah Ramah Anak yang telah dikembangkan di SDN 5 Menteng. Temuan tersebut menunjukkan bahwa edukasi anti-bullying partisipatif dapat menjadi salah satu upaya edukatif dalam meningkatkan pemahaman peserta didik dan mendukung penguatan budaya Sekolah Ramah Anak sebagai strategi preventif di lingkungan sekolah dasar.</em></p>Viani KorneliaAhmad RizqiFadya AlifyaIka SuryaniNiqma SalsabilaFenita HerawatiSherly Prasetio WidodoSilma Nafiatur RahmahAhmad Hafi BaidawiNisa Nikmatul Azizatus SidiqohIbnu Elmi Acmad Slamat Pelu
Hak Cipta (c) 2026 Viani Kornelia, Ahmad Rizqi, Fadya Alifya, Ika Suryani, Niqma Salsabila, Fenita Herawati, Sherly Prasetio Widodo, Silma Nafiatur Rahmah, Ahmad Hafi Baidawi, Nisa Nikmatul Azizatus Sidiqoh, Ibnu Elmi Acmad Slamat Pelu
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654715472610.54082/jamsi.3208Penguatan Literasi Digital Remaja melalui Workshop Tentang Cyberbullying, Hoaks, dan Etika Digital di Sekolah Menengah Teologi Kristen Rote, Kabupaten Rote Ndao, Nusa Tenggara Timur
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3241
<p><em>Perkembangan penggunaan media sosial di kalangan remaja menghadirkan peluang sekaligus tantangan, terutama dalam menghadapi cyberbullying, hoaks, dan perilaku tidak etis di ruang digital. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi digital yang tidak hanya berorientasi pada kemampuan menggunakan teknologi, tetapi juga pada kemampuan berpikir kritis, mengevaluasi informasi, dan bertanggung jawab dalam berinteraksi di media sosial. Program Pengabdian kepada Masyarakat (PKM) ini bertujuan memperkuat literasi digital remaja melalui workshop pendampingan di SMTK Rote. Kegiatan melibatkan 30 peserta dan dilaksanakan melalui pendekatan workshop partisipatif yang mencakup penyampaian materi, diskusi interaktif, studi kasus, tanya jawab, dan refleksi. Evaluasi dilakukan melalui pre-test dan post-test menggunakan sepuluh indikator literasi digital. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor dari 3,31 menjadi 4,62 atau sebesar 39,76%. Hasil evaluasi menunjukkan penguatan kemampuan peserta dalam memverifikasi informasi, mengenali karakteristik hoaks, berpikir kritis terhadap informasi digital, serta mengenali dan merespons cyberbullying secara lebih tepat. Hasil ini menunjukkan bahwa workshop mampu memperkuat pemahaman dan kesadaran peserta dalam menggunakan media digital secara kritis, etis, dan bertanggung jawab. Program ini penting sebagai strategi penguatan literasi digital sekaligus pembentukan karakter remaja yang mampu menghadapi risiko dan berinteraksi secara bertanggung jawab di ruang digital berdasarkan nilai-nilai Pendidikan Agama Kristen.</em></p>Orista Yulisty Dandina MoneCatur Prio PurnomoKristian Edison Yohanis Melkor AfiAdriana Indra Santi SoleNofriana BaunSimson Mau Kawa
Hak Cipta (c) 2026 Orista Yulisty Dandina Mone, Catur Prio Purnomo, Kristian Edison Yohanis Melkor Afi, Adriana Indra Santi Sole, Nofriana Baun, Simson Mau Kawa
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654935494210.54082/jamsi.3241Peningkatan Pengetahuan dan Keterampilan Evakuasi Masyarakat dalam Mitigasi Bencana Gempa, Tsunami, dan Longsor melalui Edukasi dan Simulasi di Negeri Hatu, Maluku Tengah
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3307
<p><em>Negeri Hatu di Kecamatan Leihitu Barat, Kabupaten Maluku Tengah merupakan wilayah pesisir dan perbukitan dengan kerentanan tinggi terhadap multi-bencana seperti gerakan tanah, banjir, banjir bandang, gempa bumi, tsunami, abrasi pantai, dan gelombang ekstrim. Namun, tingkat pengetahuan dan kesiapsiagaan masyarakat terhadap kebencanaan masih rendah. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan kapasitas dan ketangguhan masyarakat melalui edukasi dan simulasi kebencanaan. Metode yang digunakan meliputi sosialisasi interaktif materi mitigasi multi-bencana dan simulasi evakuasi gempa bumi serta tsunami. Kegiatan melibatkan pemerintah negeri, tokoh masyarakat, pemuda, dan kelompok rentan. Evaluasi pengetahuan dilakukan pada 20 peserta yang dipilih secara acak dari sekitar 35 peserta kegiatan menggunakan instrumen pre-test dan post-test yang terdiri atas tujuh pertanyaan pilihan ganda. </em><em>Hasil evaluasi menunjukkan kenaikan rata-rata skor dari 62,9% menjadi 93,0%, atau sebesar 30,1 poin persentase. Simulasi evakuasi dievaluasi berdasarkan waktu tempuh, ketepatan mengikuti jalur, kepatuhan mencapai titik kumpul, dan pendampingan kelompok rentan. Pendekatan edukasi terintegrasi dan simulasi memberikan pengalaman praktis yang mendukung penguatan kesiapsiagaan masyarakat. Kegiatan ini merekomendasikan pembentukan kelompok siaga bencana serta pelaksanaan simulasi rutin untuk keberlanjutan program.</em></p>Matheus SouisaGrimaldy Rooy LatumetenSisca Madonna SapuletePieldrie NanlohyAlexander Yosep ElakeJosephus Ronny KelibulinRuth Meisye KaloariRosalina Salhuteru
Hak Cipta (c) 2026 Matheus Souisa, Grimaldy Rooy Latumeten, Sisca Madonna Sapulete, Pieldrie Nanlohy, Alexander Yosep Elake, Josephus Ronny Kelibulin, Ruth Meisye Kaloari, Rosalina Salhuteru
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05655075508410.54082/jamsi.3307Workshop Integrasi Case-Based Learning dan Project-Based Learning untuk Meningkatkan Kompetensi Praktikum Guru Kimia SMA/MA di Jakarta dan Sekitarnya
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/2946
<p><em>Keterbatasan kompetensi guru kimia SMA dan MA dalam menyusun modul praktikum kontekstual dan mengoperasikan instrumen analitik modern menghambat implementasi pembelajaran berbasis keterampilan abad ke-21. Sebagai respons atas kebutuhan nyata mitra, Program Studi Magister Pendidikan Kimia FMIPA UNJ menyelenggarakan workshop pengabdian kepada masyarakat (PkM) selama dua hari yang melibatkan 40 guru kimia dari wilayah Jabodetabek. Kegiatan mencakup pemaparan materi integrasi Case-Based Learning (CBL) dan Project-Based Learning (PjBL), demonstrasi dan praktik langsung pengoperasian spektrofotometer UV–Vis, ATR-FTIR, dan rotary evaporator, serta penyusunan modul praktikum berbasis material lokal. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman konseptual peserta dari rata-rata 61,3% (pre-test) menjadi 84,3% (post-test) dengan normalized gain (N-Gain) rata-rata 0,59 (kategori sedang). Hampir seluruh peserta berhasil mengoperasikan ketiga instrumen analitik dan menyusun delapan draf modul praktikum orisinal berbasis material lokal. Sebanyak 97,5% peserta menyatakan motivasi dan komitmen tinggi untuk mengimplementasikan serta mendiseminasikan hasil workshop di sekolah masing-masing. Program ini berkontribusi pada penguatan kompetensi pedagogis dan profesional guru kimia serta mendukung pembelajaran kimia yang inovatif, kontekstual, dan berkelanjutan.</em></p>Irma KartikaMuktiningsih NurjayadiUcu CahyanaSukro MuhabAfrizal AfrizalIrwanto IrwantoAhmad SusiloRafiuddin Syam
Hak Cipta (c) 2026 Irma Kartika, Muktiningsih Nurjayadi, Ucu Cahyana, Sukro Muhab, Afrizal Afrizal, Irwanto Irwanto, Ahmad Susilo, Rafiuddin Syam
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654779479010.54082/jamsi.2946Pendampingan Pemutakhiran Melalui Pendataan Kelahiran dan Kematian Sebagai Upaya Peningkatan Tertib Administrasi di Kelurahan Bontoramba
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3184
<p><em>Tertib administrasi kependudukan merupakan prasyarat mendasar bagi keberhasilan perencanaan pembangunan di tingkat desa/kelurahan, namun praktiknya masih terkendala rendahnya kesadaran warga dalam melaporkan peristiwa kelahiran dan kematian secara aktif. Penelitian ini bertujuan menganalisis pola dan kesenjangan pelaporan peristiwa kependudukan di Kelurahan Bontoramba, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, serta mengevaluasi kontribusi program pendampingan pemutakhiran data terhadap peningkatan tertib administrasi. Penelitian menggunakan pendekatan kuantitatif deskriptif dengan data primer hasil pendataan langsung di lima lingkungan: Bontoramba, Dangko, Tombolo, Bulucenrana, dan Moncong-Moncong. Hasil pendataan mencatat 58 peristiwa kematian berbanding hanya 4 peristiwa kelahiran, menghasilkan rasio kelahiran terhadap kematian sebesar 0,07:1. Lingkungan Bulucenrana menyumbang proporsi kematian tertinggi (32,3%), sementara tiga dari lima lingkungan tidak melaporkan satu pun peristiwa kelahiran, mengindikasikan kesenjangan pelaporan yang serius dan berpotensi mendistorsi basis data kependudukan kelurahan. Temuan ini mengonfirmasi sekaligus memperluas teori registrasi vital pasif, yang menyatakan bahwa sistem pelaporan berbasis inisiatif warga cenderung menghasilkan data kelahiran under-recorded dibanding data kematian. Kebaruan penelitian terletak pada penyajian pola disparitas antarlingkungan dalam satu kelurahan yang belum banyak diungkap dalam literatur administrasi kependudukan berbasis KKN, serta rekomendasi model pendampingan berjenjang RT/RW-kelurahan. </em></p>A. Fitriani SuryadiSheruni SheruniPipit Amelia SyanDini AminartiCahya KamilaAnis PratiwiPutri AmandaNia Ramadhani TumpuIrmawati IrmawatiSiska SiskaS Muh. TirtaMaulidika BS
Hak Cipta (c) 2026 A. Fitriani Suryadi, Sheruni Sheruni, Pipit Amelia Syan, Dini Aminarti, Cahya Kamila, Anis Pratiwi, Putri Amanda, Nia Ramadhani Tumpu, Irmawati Irmawati, Siska Siska, S Muh. Tirta, Maulidika BS
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654841485010.54082/jamsi.3184Pelatihan Pembuatan dan Pengoperasian Inkubator Telur Otomatis bagi Pamong Desa di Kalurahan Pringombo, Kapanewon Rongkop, Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3220
<p><em>Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan keterampilan teknis 20 orang pamong desa di Kalurahan Pringombo, Kabupaten Gunungkidul, DIY, dalam merakit dan menguji inkubator telur otomatis sebagai teknologi tepat guna. Permasalahan mitra adalah rendahnya keterampilan merancang alat penetas dan minimnya pengetahuan tentang proses inkubasi terkontrol. Metode yang digunakan adalah pelatihan berbasis praktik (learning by doing) dengan pendekatan project-based learning. Peserta dibagi menjadi empat kelompok, dan setiap kelompok berhasil merakit satu unit inkubator. Hasil pengujian menunjukkan bahwa keempat inkubator mampu mempertahankan suhu rata-rata berkisar antara 37.6–38.1°C dan kelembaban 55–65%. Hasil kalibrasi terhadap termohigrometer digital HTC-1 menunjukkan selisih pembacaan suhu rata-rata kurang dari 0.5°C, yang mengindikasikan kinerja alat yang baik. Kegiatan ini secara efektif meningkatkan keterampilan teknis peserta, yang sebelumnya belum pernah memiliki pengalaman serupa, serta pemahaman mereka tentang fungsi pengendalian suhu dan kelembaban dalam proses penetasan. Pelatihan berbasis praktik terbukti efektif untuk meningkatkan kapasitas masyarakat dalam mengadopsi teknologi tepat guna di sektor peternakan skala rumah tangga</em><em>. </em></p>Eko AriantoAgus SiswoyoAntonius Hendro NoviyantoAgatha Mahardika Anugrayuning Jiwatami
Hak Cipta (c) 2026 Eko Arianto, Agus Siswoyo, Antonius Hendro Noviyanto, Agatha Mahardika Anugrayuning Jiwatami
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07655029503810.54082/jamsi.3220Pemberdayaan Masyarakat melalui Edukasi Kesehatan, Pemeriksaan Kesehatan, dan Gerakan Sadar Obat dalam Kuliah Kerja Nyata Tematik Berdampak di Desa Cibodas, Kecamatan Lembang, Kabupaten Bandung Barat, Jawa Barat
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3261
<p><em>Program Pengabdian Masyarakat Mahasiswa (KKN) merupakan bentuk pengabdian mahasiswa kepada masyarakat melalui penerapan praktis pengetahuan yang disesuaikan dengan kebutuhan lapangan. Kegiatan terkait kesehatan dalam "KKN Tematik yang Berdampak" di Desa Cibodas dilakukan untuk mengatasi kondisi kesehatan dan kebiasaan penggunaan obat-obatan tertentu di masyarakat yang membutuhkan perhatian. Kegiatan tersebut meliputi pendidikan kesehatan untuk anak usia dini dan siswa sekolah dasar, partisipasi dalam Pos Kesehatan Terpadu (Posyandu), pemeriksaan kesehatan gratis, suplementasi Vitamin D3, dan "Gerakan Sadar Obat" (GSO) dari rumah ke rumah. Pemeriksaan kesehatan dilakukan pada 25 peserta, termasuk tekanan darah, glukosa darah, asam urat, kolesterol, berat badan, dan tinggi badan. GSO melibatkan kunjungan ke 20 rumah tangga untuk mengamati penggunaan obat-obatan, kondisi, tanggal kedaluwarsa, sumber, dan metode penyimpanan. Hasil menunjukkan beberapa parameter kesehatan yang membutuhkan perhatian, khususnya tekanan darah, asam urat, dan kadar kolesterol. GSO juga mengungkapkan obat-obatan kedaluwarsa, obat-obatan dengan label yang tidak jelas, dan sisa antibiotik yang disimpan untuk digunakan kembali di masa mendatang. Kegiatan-kegiatan ini menyoroti pentingnya pendidikan, observasi, dan bimbingan langsung dalam menumbuhkan kesadaran kesehatan masyarakat.</em></p>Adi HadianaAdi PutraAnis Dwi YulianiDalisya NailaDea KurniawatiIdra Rizqia KhoerunnisaMochamad Rizky FauzanRizky Fauzi MusthafaRizky Sukma WigenaDidit HadayantiYopi Setiawan
Hak Cipta (c) 2026 Adi Hadiana, Adi Putra, Anis Dwi Yuliani, Dalisya Naila, Dea Kurniawati, Idra Rizqia Khoerunnisa, Mochamad Rizky Fauzan, Rizky Fauzi Musthafa, Rizky Sukma Wigena, Didit Hadayanti, Yopi Setiawan
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07655063507410.54082/jamsi.3261Pendampingan Analisis Jabatan dalam Penyusunan Kriteria Seleksi Calon Santri di LTQ Cahaya Mujahadah Bandung
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3101
<p><em>Keberhasilan proses pembelajaran di lembaga tahfidz tidak hanya ditentukan oleh kurikulum, tetapi juga oleh kualitas calon santri yang direkrut sebagai komponen utama program. Permasalahan yang dihadapi oleh Lembaga Tahfidz Qur’an (LTQ) Cahaya Mujahadah Bandung adalah belum tersedianya kriteria seleksi calon santri yang seragam dan terukur, sehingga proses rekrutmen yang dilakukan oleh pengurus yang berbeda berpotensi menghasilkan standar penerimaan yang tidak konsisten. Kegiatan ini bertujuan untuk mendampingi pengurus LTQ Cahaya Mujahadah dalam menyusun kriteria seleksi calon santri melalui proses analisis jabatan. Metode pelaksanaan terdiri dari identifikasi tujuan dan kebutuhan jabatan, pengumpulan data melalui wawancara dan kuesioner terstruktur dengan pengurus, analisis dan pengolahan data, serta verifikasi dan validasi. Hasil kegiatan mengidentifikasi empat pilar karakteristik santri yang diharapkan, yaitu penyelesaian target hafalan dan murajaah, keteladanan akhlak, kemandirian ibadah dan kedisiplinan, serta partisipasi aktif dalam kepemimpinan dan pengabdian sosial. Keempat pilar tersebut selanjutnya dioperasionalkan menjadi enam kriteria sebagai acuan seleksi, yaitu disiplin dan manajemen diri, ketekunan, keteguhan niat, adab, pengendalian emosi, serta kepemimpinan dan kepercayaan diri. Dokumen indikator perilaku pada setiap kriteria dan instrumen panduan wawancara yang dihasilkan telah divalidasi oleh pengurus dan diujicobakan pada proses rekrutmen santri baru. </em><em>Proses penyusunan kriteria ini melibatkan diskusi aktif bersama pengurus sehingga daftar kriteria untuk penilaian dan instrumen yang dihasilkan mempermudah proses penilaian yang lebih objektif bagi pewawancara, serta membantu penggalian profil calon santri yang lebih terstruktur pada pelaksanaan seleksi periode 2026. Kegiatan ini memberikan kontribusi berupa standardisasi alat ukur seleksi yang objektif serta mendukung keberlanjutan tata kelola rekrutmen di lembaga tahfidz.</em></p>Fida Nirmala NugrahaAtya Nur AishaYoga YogaSepti Dwi Cahya
Hak Cipta (c) 2026 Fida Nirmala Nugraha, Atya Nur Aisha, Yoga Yoga, Septi Dwi Cahya
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654737474810.54082/jamsi.3101Inovasi Desain Stiker Berbasis Artificiall Intelligence: Solusi Keterbatasan Sumber Daya Manusia dalam Pengelolaan Physical Branding Lembaga Pendidikan Non-Formal di Yogyakarta
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3206
<p><em>Keterbatasan sumber daya manusia di bidang desain menjadi kendala bagi lembaga pendidikan non-formal dalam mengembangkan identitas visual, media promosi, dan suvenir apresiatif bagi siswa. Topik pemanfaatan Artificial Intelligence (AI) generatif dipilih karena teknologi ini menawarkan solusi desain yang praktis, efisien, dan berbiaya relatif rendah bagi lembaga yang belum memiliki desainer khusus. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan membimbing mitra dalam merancang stiker berbasis AI sebagai media physical branding sekaligus sarana untuk meningkatkan refreshment saat belajar. </em><em>Kegiatan dilaksanakan menggunakan metode partisipatif aktif melalui pelatihan, praktik langsung, diskusi, dan pendampingan berkelanjutan. Tim pengabdi melibatkan kolaborasi bidang teknologi informasi dan desain produk. Peserta kegiatan terdiri atas 10 orang dari unsur manajemen, karyawan Robotics Education Centre cabang Jongke dan Demangan serta Eyelevel cabang Demangan, Yogyakarta. Hasil kegiatan berupa rancangan stiker berbasis generatif AI yang disesuaikan dengan identitas dan kebutuhan masing-masing lembaga. Peserta juga memperoleh pengalaman dalam menyusun konsep, menghasilkan visual dengan bantuan AI, dan mengelola desain untuk kebutuhan branding. Stiker yang dihasilkan dapat digunakan sebagai media promosi dan suvenir apresiatif bagi siswa dalam pembelajaran matematika maupun robotika di masing-masing lembaga. </em></p>Danny SebastianCentaury HarjaniAntonius Rachmat Chrismanto
Hak Cipta (c) 2026 Danny Sebastian, Centaury Harjani, Antonius Rachmat Chrismanto
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07655017502810.54082/jamsi.3206Pendampingan STEM Terapan melalui Robotika Edukatif untuk Penguatan Literasi Digital Siswa MTs Negeri 9 Pringombo Kabupaten Gunungkidul Yogyakarta
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3238
<p><em>Literasi digital dan keterampilan teknologi merupakan kompetensi penting yang perlu dikembangkan sejak jenjang pendidikan menengah. Namun, keterbatasan media pembelajaran dan pengalaman praktik teknologi menjadi salah satu tantangan dalam penguatan kompetensi tersebut di sekolah wilayah perdesaan. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan pengalaman pembelajaran STEM terapan melalui robotika edukatif untuk memperkuat literasi digital dan keterampilan teknologi siswa MTs Negeri 9 Pringombo, Gunungkidul. Kegiatan dilaksanakan pada 17 Juni 2026 dengan melibatkan 25 siswa. Metode pelaksanaan menggunakan pendekatan partisipatif, edukatif, dan learning by doing melalui penyampaian materi, demonstrasi, praktik robotika secara berkelompok, diskusi, dan evaluasi. Siswa dibagi menjadi lima kelompok dan memperoleh pendampingan selama praktik. Evaluasi dilakukan menggunakan kuesioner skala Likert lima tingkat. Hasil evaluasi menunjukkan skor rata-rata keseluruhan sebesar 4,17 atau 83,50% dan termasuk kategori sangat baik. Aspek pemahaman robotika dan coding memperoleh skor 88,94%, ketertarikan dan literasi digital 83,92%, serta manfaat kegiatan 86,47%, sedangkan aspek pelaksanaan pelatihan memperoleh skor 76,58%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa kegiatan dapat diterima dengan baik dan memberikan pengalaman positif dalam mengenal robotika dan coding. Kegiatan juga mendapat respons positif dari guru dan sekolah serta menghasilkan rekomendasi untuk pelatihan robotika lanjutan dan penyediaan kit robotika sederhana.</em></p>Agatha Mahardika Anugrayuning JiwatamiAgus SiswoyoAntonius Hendro NoviyantoEko Arianto
Hak Cipta (c) 2026 Agatha Mahardika Anugrayuning Jiwatami, Agus Siswoyo, Antonius Hendro Noviyanto, Eko Arianto
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654985499610.54082/jamsi.3238Pelatihan Penggunaan Alat Peraga dan Software Pembelajaran Matematika untuk Meningkatkan Kompetensi Guru Sekolah Dasar
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3299
<p><em>Pembelajaran matematika di sekolah dasar masih menghadapi tantangan dalam mengonkretkan konsep-konsep yang bersifat abstrak. Salah satu faktor yang memengaruhi kondisi tersebut adalah keterbatasan guru dalam memilih, menggunakan, dan mengembangkan alat peraga serta media pembelajaran berbasis teknologi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk meningkatkan kompetensi guru Sekolah Dasar dalam memanfaatkan alat peraga matematika dan software pembelajaran, khususnya GeoGebra, sebagai media untuk mendukung pembelajaran matematika yang konkret, visual, interaktif, dan bermakna. Kegiatan dilaksanakan melalui tahapan identifikasi kebutuhan, pemberian materi, demonstrasi, praktik terbimbing, pengembangan media, simulasi pembelajaran, dan evaluasi. Peserta kegiatan terdiri atas 20 guru Sekolah Dasar. Evaluasi dilakukan melalui pretest dan posttest, observasi keterampilan praktik, serta angket respons peserta. Berdasarkan hasil evaluasi, rata-rata skor pengetahuan peserta meningkat dari 56,33 pada pretest menjadi 82,67 pada posttest. Selain itu, peserta mampu menghasilkan media pembelajaran sederhana menggunakan alat peraga konkret dan GeoGebra untuk materi bilangan, pecahan, bangun datar, dan bangun ruang. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa pelatihan berbasis praktik dan pendampingan dapat menjadi strategi yang efektif untuk meningkatkan kompetensi guru dalam mengintegrasikan alat peraga dan teknologi ke dalam pembelajaran matematika. Kegiatan ini juga menegaskan pentingnya pengembangan Technological Pedagogical Content Knowledge (TPACK) guru agar penggunaan teknologi tidak sekadar menjadi pelengkap pembelajaran, tetapi terintegrasi dengan tujuan pedagogis dan substansi matematika.</em></p>Dwi Antari WijayantiAris Hadiyan WijaksanaMimi Nur HajizahAzzam Tawaqqal Abdu
Hak Cipta (c) 2026 Dwi Antari Wijayanti, Aris Hadiyan Wijaksana, Mimi Nur Hajizah, Azzam Tawaqqal Abdu
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07655093510210.54082/jamsi.3299Optimalisasi Pencegahan Tuberkulosis melalui Edukasi Kesehatan Berbasis Keluarga dengan Pendekatan Pre-Test dan Post-Test di Kelurahan Pondok Jaya, Kota Depok, Jawa Barat Tahun 2026
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/2811
<p><em>Tuberkulosis masih menjadi masalah kesehatan masyarakat di wilayah kerja Puskesmas Ratu Jaya, Kota Depok, dengan rendahnya pengetahuan, sikap, dan perilaku keluarga dalam upaya pencegahan serta pengendalian penyakit. Kegiatan pengabdian ini bertujuan mengidentifikasi masalah kesehatan utama, menganalisis faktor risiko determinan, serta mengevaluasi efektivitas edukasi kesehatan dan pendampingan keluarga berbasis pre-test dan post-test. Pengkajian dilakukan menggunakan pendekatan kuantitatif dan kualitatif melalui wawancara mendalam, observasi lingkungan rumah, serta kuesioner pre-test dan post-test pada empat keluarga binaan di RW 04 Kelurahan Pondok Jaya, Kota Depok, Jawa Barat. Prioritas masalah ditentukan dengan metode voting, kemudian dilakukan penyuluhan kesehatan dan pendampingan keluarga. Hasil menunjukkan bahwa faktor risiko utama meliputi rendahnya pengetahuan tentang tuberkulosis, kepatuhan penggunaan masker yang masih rendah, dan sanitasi lingkungan yang kurang baik. Hasil intervensi menunjukkan peningkatan rata-rata skor pengetahuan dari 8,00 menjadi 10,00 (25,0%), sikap dari 37,00 menjadi 46,00 (24,3%), dan perilaku dari 41,75 menjadi 46,50 (11,4%). Kegiatan ini berdampak pada meningkatnya kesiapan keluarga dalam menerapkan perilaku pencegahan penularan serta mendukung kepatuhan pengobatan pasien tuberkulosis.</em></p>Grozny GuevaraDymas IndrayuarsaBintang WibowoVyona MedioseptiJeremiah SianiparFarhant VerdhuhaAstea IsvandiaryDhafin AchadionoArninda SalsabilaIma MariaMila Citrawati
Hak Cipta (c) 2026 Grozny Guevara, Dymas Indrayuarsa, Bintang Wibowo, Vyona Mediosepti, Jeremiah Sianipar, Farhant Verdhuha, Astea Isvandiary, Dhafin Achadiono, Arninda Salsabila, Ima Maria, Mila Citrawati
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654801481010.54082/jamsi.2811Pendataan Potensi dan Karakteristik UMKM untuk Pengembangan Ekonomi Desa Balumbungan
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3178
<p><em>Penelitian ini bertujuan untuk memetakan potensi serta karakteristik Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di Desa Balumbungan, Kecamatan Bontoramba, Kabupaten Jeneponto, sebagai dasar dalam penyusunan strategi pengembangan ekonomi desa yang berkelanjutan. Penelitian menggunakan pendekatan mixed methods dengan mengombinasikan survei, obeservasi lapangan, dan wawancara terhadap 50 pelaku UMKM yang ada di enam dusun.</em><em> Data dianalisis menggunakan statistik deskriptif serta analisis tematik untuk memperoleh gambaran kondisi UMKM secara menyeluruh. Hasil penelitian menunjukkan bahwa UMKM di Desa Balumbungan didominasi oleh usaha perdagangan eceran berskala mikro yang masih menghadapi berbagai kendala, seperti keterbatasan modal, rendahnya akses terhadap pembiayaan, serta minimnya pemanfaatan teknologi digital dalam pemasaran. Selain itu, ditemukan tiga usaha kue kering berbasis bahan baku lokal yang memiliki peluang untuk dikembangkan melalui peningkatan kualitas produk, inovasi kemasan, penguatan identitas merek, dan pemasaran digital. Sebaran UMKM menunjukkan bahwa Dusun Sunggumanai dan Panaikang memiliki jumlah pelaku usaha terbanyak sehingga berpotensi menjadi pusat pertumbuhan ekonomi desa. Penelitian ini menghasilkan data dasar yang dapat dimanfaatkan oleh pemerintah desa dan pemangku kepentingan dalam merancang program pemberdayaan UMKM yang lebih tepat sasaran serta mendukung pengembangan ekonomi lokal secara berkelanjutan.</em></p>Azikin AzikinMuhammad Gusril Fauzan AlgamarResky AriftiPitriani PitrianiDeswita Putri MaharaniAdelia Adelia
Hak Cipta (c) 2026 Azikin Azikin, Muhammad Gusril Fauzan Algamar, Resky Arifti, Pitriani Pitriani, Deswita Putri Maharani, Adelia Adelia
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07655229523810.54082/jamsi.3178Peningkatan Literasi Digital dan Finansial Guru melalui Pendidikan Keuangan Berbasis Kecerdasan Buatan
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3218
<p><em>Transformasi digital menuntut guru memiliki literasi digital dan finansial yang memadai untuk mendukung pengambilan keputusan profesional dan pribadi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan literasi digital dan finansial guru SMP Negeri 33 Semarang melalui pelatihan terintegrasi berbasis kecerdasan buatan (AI). Kegiatan dilaksanakan pada 22 Agustus 2025 melalui dua sesi, yaitu pemanfaatan ChatGPT dan Canva AI untuk pembelajaran serta edukasi perencanaan keuangan dan investasi menggunakan simulasi berbasis AI. Metode penerapan berupa presentasi partisipatif, demonstrasi, praktik langsung, diskusi reflektif, dan evaluasi pre-test–post-test. Instrumen mengevaluasi literasi AI, literasi keuangan, perencanaan keuangan, dan literasi investasi. Analisis deskriptif menunjukkan skor rata-rata keseluruhan meningkat dari 76,5 menjadi 85. Peningkatan tertinggi terjadi pada literasi investasi, sedangkan seluruh indikator menunjukkan nilai post-test yang lebih tinggi daripada pre-test. Peserta menilai simulasi praktik membantu memahami pengelolaan keuangan, risiko, dan penggunaan AI secara lebih konkret. Program ini berpotensi menjadi model pelatihan yang relevan bagi guru, meskipun diperlukan instrumen tervalidasi dan evaluasi tindak lanjut untuk menilai keberlanjutan hasil.</em></p>Dina Yeni MartiaEdi WijayantoManarotul FatatiTheresia Tyas ListyaniMuhammad RoisNurseto AdhiRikawati RikawatiSri Endar Utami
Hak Cipta (c) 2026 Dina Yeni Martia, Edi Wijayanto, Manarotul Fatati, Theresia Tyas Listyani, Muhammad Rois, Nurseto Adhi, Rikawati Rikawati, Sri Endar Utami
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654705471410.54082/jamsi.3218Edukasi Kebersihan Area Kewanitaan dan Pengelolaan Menstruasi pada Santriwati Pondok Pesantren KH Wahid Hasyim Bangil, Kabupaten Pasuruan, Jawa Timur
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3257
<p><em>Kebersihan area kewanitaan dan pengelolaan menstruasi merupakan bagian penting dari kesehatan reproduksi remaja putri. Identifikasi awal di Pondok Pesantren KH Wahid Hasyim Bangil menunjukkan bahwa 8 dari 10 santriwati yang diwawancarai memiliki pemahaman kurang mengenai cara membersihkan area kewanitaan dan penggunaan pembalut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santriwati mengenai kebersihan area kewanitaan dan pengelolaan menstruasi. Kegiatan dilaksanakan pada 10 Mei 2026 melalui edukasi langsung selama 30–40 menit, diskusi, tanya jawab, serta penggunaan poster dan leaflet. Sebanyak 30 santriwati mengikuti seluruh rangkaian evaluasi dan memiliki data pretest–posttest lengkap sehingga seluruhnya dianalisis. Pengetahuan diukur menggunakan 10 soal pilihan ganda berskor 0–100. Rerata skor meningkat dari 71,33 menjadi 84,00; sebanyak 21 peserta meningkat, 7 tetap, dan 2 menurun. Uji Wilcoxon menunjukkan perbedaan bermakna (p<0,001). Hasil tersebut menunjukkan peningkatan pengetahuan segera setelah edukasi, meskipun penurunan skor pada dua peserta menjadi bahan evaluasi untuk penguatan dan pendampingan lanjutan. Poster yang dipasang di area pesantren dan leaflet yang dibagikan menjadi luaran pendukung agar pesan dapat diakses kembali. Capaian kegiatan terbatas pada pengetahuan karena perubahan kebiasaan belum dievaluasi.</em></p>Dwimantoro Iman PrilistyoHartatiek Nila KarmilaAditya BhayusaktiRetno Diah Putri EkayantiPutro Luhur Budi SapriyoNilta Najma TsuroiyahDyona Hayu MaharaniSelfia Selfia
Hak Cipta (c) 2026 Dwimantoro Iman Prilistyo, Hartatiek Nila Karmila, Aditya Bhayusakti, Retno Diah Putri Ekayanti, Putro Luhur Budi Sapriyo, Nilta Najma Tsuroiyah, Dyona Hayu Maharani, Selfia Selfia
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07655179518810.54082/jamsi.3257Pelaksanaan Layanan Asesmen Inteligensi dalam Mendukung Proses Seleksi Calon Putri Pariwisata 2026
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3076
<p><em>Pemilihan Putri Pariwisata merupakan salah satu upaya pengembangan sumber daya manusia di bidang pariwisata yang bertujuan menghasilkan duta daerah yang memiliki kompetensi dalam mempromosikan potensi wisata, budaya, dan ekonomi kreatif. </em><em>Selain kemampuan komunikasi dan penampilan, kemampuan intelektual menjadi salah satu aspek yang mendukung kesiapan peserta dalam menjalankan peran tersebut. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan memberikan layanan asesmen inteligensi sebagai informasi pendukung bagi penyelenggara dalam proses seleksi calon Putri Pariwisata Tahun 2026. Metode yang digunakan berupa layanan asesmen psikologi menggunakan Culture Fair Intelligence Test (CFIT) terhadap 20 peserta yang telah lolos seleksi administrasi. Pelaksanaan kegiatan meliputi koordinasi dengan mitra, pelaksanaan tes, penskoran, interpretasi hasil, penyusunan laporan psikologis individual, serta penyampaian ringkasan hasil asesmen kepada panitia seleksi. Hasil asesmen menunjukkan rata-rata skor IQ peserta sebesar 105,35 dengan rentang skor 94–133. Sebanyak 65% peserta berada pada kategori Average, 20% pada kategori High Average, dan 15% pada kategori Superior. Seluruh peserta memperoleh profil kemampuan intelektual yang selanjutnya dimanfaatkan sebagai salah satu bahan pertimbangan dalam proses seleksi. Luaran kegiatan berupa laporan psikologis memberikan informasi objektif mengenai kemampuan intelektual peserta yang melengkapi hasil penilaian administrasi, komunikasi, penampilan, dan wawasan kepariwisataan. Dengan demikian, layanan asesmen inteligensi memberikan nilai tambah bagi penyelenggara dalam mendukung proses pengambilan keputusan yang lebih objektif, komprehensif, dan berbasis data psikologis.</em></p>Agustina AgustinaDastin Imanuel
Hak Cipta (c) 2026 Agustina Agustina, Dastin Imanuel
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654893490210.54082/jamsi.3076Pemberdayaan Masyarakat Melalui Incinerator Sebagai Solusi Pengolahan Sampah Dan Pengendalian Emisi Dengan Pendekatan Participatory Community Development Di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3201
<p><em>Pengelolaan sampah rumah tangga di Kelurahan Mondokan, Kecamatan Tuban, Kabupaten Tuban masih menjadi permasalahan lingkungan yang berpotensi menimbulkan pencemaran udara dan gangguan kesehatan masyarakat. Praktik pembakaran sampah secara terbuka masih banyak dilakukan akibat keterbatasan sarana pengelolaan sampah dan rendahnya pemanfaatan teknologi pengolahan limbah yang ramah lingkungan. Kegiatan pemberdayaan masyarakat ini bertujuan mengidentifikasi praktik pengelolaan sampah rumah tangga sebagai dasar penyusunan program edukasi dan penerapan Incinerator sederhana dalam pengendalian emisi pembakaran sampah. </em><em>Kegiatan dilaksanakan menggunakan pendekatan </em><em>Participatory Community Development</em><em> yang melibatkan masyarakat, perangkat kelurahan, ketua RT dan RW, bidan desa, kader kesehatan, serta tim pelaksana dalam setiap tahapan kegiatan. Tahapan kegiatan meliputi identifikasi masalah melalui survei, observasi, wawancara, dan kuesioner, analisis situasi, perencanaan program melalui musyawarah, pembangunan incinerator sederhana secara gotong royong, penyuluhan, serta monitoring dan evaluasi. Hasil identifikasi terhadap 295 kepala keluarga menunjukkan bahwa mayoritas responden mengelola sampah dengan cara dibakar sebanyak 269 KK (91,19%), sedangkan 17 KK (5,76%) menimbun sampah, 6 KK (2,03%) membuang sampah sembarangan, dan 3 KK (1,02%) membuang sampah ke sungai. Hasil kegiatan menunjukkan bahwa penerapan incinerator sederhana dengan sistem pembakaran tertutup dapat menjadi alternatif pengelolaan sampah rumah tangga yang lebih terkontrol dibandingkan pembakaran terbuka. Kegiatan penyuluhan juga meningkatkan pemahaman masyarakat mengenai pemilahan sampah, dampak pembakaran terbuka, dan penggunaan incinerator. Hasil monitoring dan evaluasi menunjukkan respons positif masyarakat serta adanya komitmen untuk memanfaatkan dan merawat incinerator secara berkelanjutan. Penerapan teknologi sederhana yang didukung pendekatan partisipatif dan edukasi berkelanjutan diharapkan dapat mendukung pengelolaan sampah berbasis masyarakat serta mewujudkan lingkungan yang lebih bersih, sehat, dan berkelanjutan.</em></p>Jenni Izza MawardaDyah PitalokaSuhartono SuhartonoHyan Oktodia BasukiHanim Nur FaizahMei Widyawati
Hak Cipta (c) 2026 Jenni Izza Mawarda, Dyah Pitaloka, Suhartono Suhartono, Hyan Oktodia Basuki, Hanim Nur Faizah, Mei Widyawati
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654579458810.54082/jamsi.3201Edukasi Digital Interaktif untuk Meningkatkan Kewaspadaan Masyarakat terhadap Kejahatan Siber di Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar, Riau
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3235
<p><em>Hampir seluruh warga di lingkungan permukiman kini menggunakan smartphone dan internet dalam aktivitas sehari-hari, namun belum diimbangi literasi keamanan siber yang memadai, sehingga rentan menjadi korban phishing, file APK palsu, dan penipuan online. Kondisi ini turut ditemukan di RT 002/RW 002, Perumahan Griya Indah Persada 2, Desa Rimbo Panjang, Kabupaten Kampar. Kegiatan pengabdian ini bertujuan meningkatkan kewaspadaan warga terhadap kejahatan siber melalui edukasi digital interaktif berupa ceramah dan diskusi, yang dilaksanakan pada 31 Juli 2026. Kegiatan diikuti oleh 10 warga, dengan 7 di antaranya menyelesaikan instrumen pre-test dan post-test berisi 15 soal pilihan ganda secara lengkap. Hasil menunjukkan rata-rata skor pemahaman meningkat dari 61,90 menjadi 93,33 (+31,43 poin), dengan peningkatan pada seluruh indikator evaluasi, mulai dari pengetahuan dasar kejahatan siber, kemampuan mengenali tanda phishing dan APK berbahaya, hingga kesadaran proteksi data pribadi. Seluruh responden mengalami peningkatan skor, dan dua di antaranya mencapai skor sempurna. Warga menunjukkan antusiasme tinggi selama sesi diskusi dan tanya jawab, khususnya saat membahas cara mengenali file APK mencurigakan yang menyamar sebagai undangan pernikahan digital atau resi paket. Kegiatan ini membuktikan bahwa edukasi digital interaktif berbasis komunitas mampu meningkatkan pemahaman dan kesiapsiagaan warga RT 002/RW 002 Desa Rimbo Panjang dalam menghadapi ancaman kejahatan siber sehari-hari.</em></p>Liant Pratama Ranu KumboloBayu Fajar RamadhanDesy MarsellaJul Sari WantoEdwar Ali
Hak Cipta (c) 2026 Liant Pratama Ranu Kumbolo, Bayu Fajar Ramadhan, Desy Marsella, Jul Sari Wanto, Edwar Ali
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-052026-09-05654925493410.54082/jamsi.3235Inisiatif Anti-Korupsi melalui Edukasi Bagi Pelajar: Membangun Generasi Berintegritas di Sekolah Menengah Atas (SMA) Negeri 7 Kota Malang Jawa Timur
https://www.jamsi.jurnal-id.com/index.php/jamsi/article/view/3278
<p><em>Korupsi merupakan masalah yang tidak hanya berdampak terhadap perekonomian dan tata kelola pemerintahan, tetapi juga berdampak pada pemenuhan hak sosial, kualitas layanan publik, dan kehidupan masyarakat. Upaya memerangi korupsi perlu dilakukan sejak usia sekolah melalui pendidikan yang menanamkan nilai kejujuran, tanggung jawab, keadilan, keberanian menyatakan kebeneran, dan integritas. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan untuk memberikan penguatan pemahaman mengenai anti-korupsi serta membangun kesadaran generasi muda dalam mengembangkan budaya integritas. Kegiatan dilaksanakan pada 26 September 2024 di SMA Negeri 7 Kota Malang dengan melibatkan pelajar Kelas XI-9 yang berjumlah 31 pelajar. Metode pelaksanaan kegiatan ini meliputi observasi, penilaian kondisi sasaran, sosialisasi, serta diskusi dan tanya jawab. Materi mencakup definisi dan jenis-jenis korupsi, dampak korupsi dalam berbagai aspek kehidupan, praktik yang dapat dikategorikan sebagai perilaku korupsi dalam kehidupan sehari-hari, nilai-nilai integritas, serta peran generasi muda dalam memerangi korupsi. Pelaksanaan kegiatan menunjukkan ada 6 pelajar yang merespon materi inisitatif anti-korupsi dengan menjawab pertanyaan terkait jenis-jenis korupsi, berbagi pemahaman mengenai potensi praktik “korupsi kecil” di lingkungan sekitar, serta menyampaikan ide terkait alternatif tindakan yang dapat dilakukan untuk mencegah korupsi. Pendekatan edukatif dan interaktif, melalui kegiatan pengabdian ini dapat menjadi salah satu strategi untuk memperkenalkan nilai-nilai integritas dan tanggung jawab sosial sebagai bagian dari upaya untuk mendorong tumbuhnya inisiatif anti-korupsi di kalangan pelajar sejak lingkungan sekolah.</em></p>Ruth Agnesia SembiringAndi SetiawanTanazza Zalsabella Firsty
Hak Cipta (c) 2026 Ruth Agnesia Sembiring, Andi Setiawan, Tanazza Zalsabella Firsty
https://creativecommons.org/licenses/by/4.0
2026-09-072026-09-07655085509210.54082/jamsi.3278