Edukasi Tertib Tata Ruang Kota Melalui Pendekatan Pre-test dan Post-test bagi Siswa SMA Islam PB Sudirman di Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat

Penulis

  • Hanny Wahidin Wiranegara Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, FALTL, Universitas Trisakti, Indonesia
  • Sri Oka Rachmadita Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, FALTL, Universitas Trisakti, Indonesia
  • Martina Cecilia Adriana Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, FALTL, Universitas Trisakti, Indonesia
  • Herika Herika Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, FALTL, Universitas Trisakti, Indonesia
  • Yayat Supriatna Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, FALTL, Universitas Trisakti, Indonesia
  • Satrio Maulana Ikhsan Prodi Perencanaan Wilayah dan Kota, FALTL, Universitas Trisakti, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.2646

Kata Kunci:

Edukasi, Kota Bekasi, Siswa SMA, Tertib Tata Ruang

Abstrak

Secara umum, pemahaman masyarakat tentang tertib tata ruang kota masih rendah. Tertib tata ruang dapat dipahami sebagai kondisi kepatuhan masyarakat dan seluruh pemangku kepentingan dalam memanfaatkan ruang sesuai rencana tata ruang dan ketentuan pengendalian pemanfaatan ruang yang berlaku. Akibat rendahnya tertib tata ruang, timbul berbagai dampak negatif seperti yang terjadi di Kota Bekasi. Dengan demikian, perlu edukasi tentang tertib tata ruang bagi siswa SMA sebagai agen perubahan untuk masa depan. SMA Islam PB Sudirman di Kecamatan Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat dipilih sebagai target kegiatan PKM karena kesiapannya. Tujuan kegiatan edukasi adalah meningkatnya pemahaman siswa tentang tertib tata ruang kota. Edukasi tertib tata ruang kota yang diberikan mencakup pengertian, urgensinya, dan tujuan tertib tata ruang kota; permasalahan tata ruang di Kota Bekasi; serta peran siswa dalam mewujudkan tertib tata ruang kota. Digunakan instrumen pre-test dan post-test untuk mengukur perbedaan tingkat pemahaman siswa sebelum dan sesudah edukasi. Jumlah peserta sebanyak 39 siswa. Analisis menggunakan uji t berpasangan. Hasil analisis menunjukkan adanya peningkatan pemahaman tertib tata ruang, khususnya pada indikator/pertanyaan Q1 dan Q4. Pada Q1 terjadi peningkatan mean dari 0,38 menjadi 1,00; p < 0,001 dan pada Q4 terjadi perubahan mean dari 0,90 menjadi 1,00; p < 0,05. Temuan ini menunjukkan bahwa edukasi dapat meningkatkan pemahaman siswa terhadap masalah tertib tata ruang di kotanya, sehingga berpotensi mendukung terwujudnya Kota Bekasi yang nyaman dan berkelanjutan di masa depan.

Referensi

Adriana, M. C., Wartaman, A. S., Fatimah, E., Supriyatna, Y., & Khairi, D. A. (2024). Peningkatan partisipasi masyarakat dalam penataan ruang kepada warga Kecamatan Grogol Petamburan, Jakarta Barat. Jurnal Pengabdian Masyarakat Inovasi Indonesia, 2(1), 25–32. https://doi.org/10.54082/jpmii.325

Field, A. (2018). Discovering statistics using IBM SPSS Statistics (5th ed.). Sage Publications.

Firman, T. (2004). New town development in Jakarta Metropolitan Region: A perspective of spatial segregation. Habitat International, 28(3), 349–368. https://doi.org/10.1016/S0197-3975(03)00037-7

Ghasemi A, Zahediasl S. (2012) Normality Tests for Statistical Analysis: A Guide for Non-Statisticians. Int J Endocrinol Metab. 10(2). doi: https://doi.org/10.5812/ijem.3505

Leonataris, C., Sitorus, & Panuju. (2012). Analisis pola perubahan penggunaan lahan dan perkembangan wilayah di Kota Bekasi. Institut Pertanian Bogor. https://repository.ipb.ac.id/handle/123456789/54893

Najmulmunir, N. (2013). Pengaruh partisipasi masyarakat terhadap efektivitas implementasi rencana tata ruang wilayah Kabupaten Bekasi. Jurnal Manusia dan Lingkungan, 20(2), 121–135, doi:10.22146/jml.18488.

Pallant, J. (2020). SPSS Survival Manual: A Step-by-Step Guide to Data Analysis Using IBM SPSS. London: McGraw-Hill, Open University Press.

https://doi.org/10.4324/9781003117452

Pribadi, D. O., & Pauleit, S. (2015). The dynamics of peri-urban agriculture during rapid urbanization of Jabodetabek Metropolitan Area. Land Use Policy, 48, 13–24. https://doi.org/10.1016/j.landusepol.2015.05.009

Ramadhina, S. A., & Nurkhaerani, F. (2025). Edukasi geografi dalam analisis dampak lingkungan untuk perencanaan tata ruang dan wilayah bagi siswa SMA Ibnu Hajar Boarding School. Jurnal SOLMA, 14(2), 2446–2453. https://doi.org/10.22236/solma.v14i2.18594

Republik Indonesia. (2007). Undang-Undang Republik Indonesia Nomor 26 Tahun 2007 tentang Penataan Ruang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2007 Nomor 68.

Republik Indonesia. (2010). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 68 Tahun 2010 tentang Bentuk dan Tata Cara Peran Masyarakat dalam Penataan Ruang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2010 Nomor 118.

Republik Indonesia. (2021a). Peraturan Pemerintah Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2021 tentang Penyelenggaraan Penataan Ruang. Lembaran Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 31.

Republik Indonesia. (2021b). Peraturan Menteri Agraria dan Tata Ruang/Kepala Badan Pertanahan Nasional Republik Indonesia Nomor 21 Tahun 2021 tentang Pelaksanaan Pengendalian Pemanfaatan Ruang dan Pengawasan Penataan Ruang. Berita Negara Republik Indonesia Tahun 2021 Nomor 1484.

Rukmana, D. (2015). The Change and Transformation of Indonesian Spatial Planning after Suharto’s New Order Regime: The Case of the Jakarta Metropolitan Area. International Planning Studies, 20(4), 350–370. https://doi.org/10.1080/13563475.2015.1008723

Salim, A. (2017). Pengaruh penggunaan pre-test dan post-test terhadap hasil belajar siswa. Jurnal Pendidikan Indonesia, 6(2), 112–120.

Santoso, S. (2020). Panduan lengkap statistik dengan SPSS. Elex Media Komputindo.

Saragih, T. M. (2011). Konsep partisipasi masyarakat dalam pembentukan peraturan daerah rencana detail tata ruang dan kawasan. SASI, 17(3), 11–20. https://doi.org/10.47268/sasi.v17i3.361

Seto, K. C., Güneralp, B., & Hutyra, L. R. (2012). Global forecasts of urban expansion to 2030 and direct impacts on biodiversity and carbon pools. Proceedings of the National Academy of Sciences, 109(40), 16083–16088. https://doi.org/10.1073/pnas.1211658109

Silver, C. (2014). Spatial planning for sustainable development: An action planning approach for Jakarta. Journal of Regional and City Planning, 25(2), 115–125. https://doi.org/10.5614/jpwk.2014.25.2.2

Sosrowinarsito, I., & Kombaitan, B. (2002). Pendekatan partisipatif dalam perencanaan kota: Belajar dari Den Haag, Belanda. Journal of Regional and City Planning, 13(2), 1–14. https://journals.itb.ac.id/index.php/jpwk/article/view/4371

Utami, C. F., Mizuno, K., Hasibuan, H. S., & Soesilo, T. E. B. (2022). Discovering Spatial Development Control for Indonesia: A Systematic Literature Review. Geography, Environment, Sustainability, 15(4), 64–79. https://doi.org/10.24057/2071-9388-2021-119

Widiatedja, I. G. N. P., Ranawijaya, I. B. E., Purwani, S. P. M. E., & Atmaja, B. K. D. (2024). Developing effective procedures for public participation in spatial planning regulation in Indonesia: Lesson learned from Australia. Padjadjaran Jurnal Ilmu Hukum, 10(3). https://journals.unpad.ac.id/pjih/article/view/45821

Winarso, H., Hudalah, D., & Firman, T. (2015). Peri-urban transformation in the Jakarta Metropolitan Area. Habitat International, 49, 221–229. https://doi.org/10.1016/j.habitatint.2015.05.024

Yahya, W., Situmorang, R., Luru, M. N., Putri, A. M. S., Danniswari, D., Siswanto, A. N., & Supriatna, Y. (2025). Pemahaman pelajar SMA mengenai permasalahan kota dan preferensi pembangunan Kota Bekasi. Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat Nusantara, 6(4), 6596- 6605.

Diterbitkan

25-05-2026

Cara Mengutip

Wiranegara, H. W., Rachmadita, S. O., Adriana, M. C., Herika, H., Supriatna, Y., & Ikhsan, S. M. (2026). Edukasi Tertib Tata Ruang Kota Melalui Pendekatan Pre-test dan Post-test bagi Siswa SMA Islam PB Sudirman di Bekasi Selatan, Kota Bekasi, Provinsi Jawa Barat . Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(3), 2629–2640. https://doi.org/10.54082/jamsi.2646