Peningkatan Kesadaran Budaya Mahasiswa Melalui Kunjungan Lapangan Berbasis Pengalaman ke Batik Benang Ratu, Kota Yogyakarta, Daerah Istimewa Yogyakarta
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.2869Kata Kunci:
batik, edukasi budaya, mahasiswa, pelestarian budaya, pengabdian masyarakatAbstrak
Globalisasi dan modernisasi telah mengakibatkan menurunnya keterhubungan generasi muda dengan warisan budaya lokal, khususnya batik sebagai identitas budaya Indonesia. Rendahnya pemahaman mahasiswa terhadap nilai filosofis, simbolis, dan proses pembuatan batik menjadi alasan utama dilaksanakannya kegiatan ini. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan kesadaran budaya dan partisipasi mahasiswa dalam pelestarian batik melalui edukasi langsung di sentra Batik Benang Ratu, Kota Yogyakarta. Metode yang digunakan adalah pendekatan partisipatif berbasis pengalaman (experiential learning) melalui kunjungan lapangan, penyampaian materi sejarah dan filosofi batik, serta praktik langsung mencanting, pewarnaan, dan pengeringan kain. Hasil kegiatan menunjukkan peningkatan pemahaman mahasiswa terhadap makna budaya dan tahapan produksi batik, serta tumbuhnya minat untuk menggunakan dan mempromosikan batik dalam kehidupan sehari-hari. Kegiatan ini juga memberikan dampak positif bagi mitra, yakni Batik Benang Ratu, berupa peningkatan eksposur, dokumentasi, dan peluang kerja sama jangka panjang dengan institusi pendidikan. Dengan demikian, edukasi budaya berbasis pengalaman terbukti efektif dalam menumbuhkan apresiasi generasi muda sekaligus memperkuat pelestarian warisan budaya takbenda Indonesia.
Referensi
Cahyawati, P. N. (2022). Quo vadis kebudayaan Nusantara. WICAKSANA: Jurnal Lingkungan dan Pembangunan, 6(1), 39–46. https://doi.org/10.22225/wicaksana.6.1.2022.39-46
Fadli, M. R., & Afwan, B. (2024). Menjejak kearifan lokal: Pendampingan memahami budaya daerah sebagai kunci peningkatan kebanggaan identitas. Jurnal Pengabdian Kolaborasi dan Inovasi IPTEKS, 2(1), 56–62. https://doi.org/10.59407/jpki2.v2i1.359
Herliana, S. N., & Anggrian, M. (2025). Membangun apresiasi budaya lokal: Studi edukasi visual melalui Festival Kampung Budoyo #2. Kusa Lawa, 5(1), 72–87.
Kundarni, T., & Kosasih, A. D. (2024). Kearifan lokal, batik Sokaraja sebagai salah satu warisan budaya dalam pendidikan dengan penerapan kegiatan P5 di SMP Negeri 2 Sokaraja tahun 2024. Proceedings Series on Social Sciences & Humanities, 19, 212–218. https://doi.org/10.30595/pssh.v19i.1356
Nur, T., Nugraha, T. C., Sofyan, A. N., Sunarni, N., Indrayani, L. M., Ismail, N., & Abdul Malik, M. Z. (2023). Edukasi dan pendampingan perajin dan pengusaha batik di Kabupaten Garut. Kumawula: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 6(1), 173. https://doi.org/10.24198/kumawula.v6i1.44832
Rahaju, S. (2025). Mentoring the young generation of Balongdowo in making hand-drawn batik through local culture-based educational STEAM workshops. Media for Empowerment, Mobilization, and Innovation in Research & Community, 1(1), Article esc-26. https://doi.org/10.59535/p0w9w312
Rais, N. A. R., & Efendy, T. F. (2020). Perancangan sistem informasi batik di Toko Andini Plupuh. Prosiding Seminar Nasional & Call for Papers STIE AAS, 2(1), 169–176.
Ramadhani, D., Srilestari, A., Junita, I. T., & Abdabiah, R. (2025). Optimizing local cultural appreciation values through Bengkulu culture-based education. ARDHI: Jurnal Pengabdian Dalam Negri, 3(3), 91–108. https://doi.org/10.61132/ardhi.v3i3.1224
Sabila, N., Safitri, D., & Sujarwo. (2025). Pelestarian nilai budaya melalui pendidikan di tengah arus globalisasi. Jurnal Intelek Insan Cendikia, 2(4), 7641–7651. https://jicnusantara.com/index.php/jiic
Saputra, M. U. N., & Prasetyo, K. B. (2023). Reproduksi budaya batik milenial: Upaya pelestarian dan inovasi batik tradisional di Identix Batik Semarang. Jurnal Paradigma: Journal of Sociology Research and Education, 4(2), 126–140. https://doi.org/10.53682/jpjsre.v4i2.8046
Suharson, A. (2021). Batik dalam konstelasi budaya global merajut kembali nilai-nilai estetika, etika, dan religius. Prosiding Seminar Nasional Industri Kerajinan dan Batik, 3(1), 13–21.
Sun’an, S. H., Hariyanto, H., & Rini, D. R. (2024). Edukasi batik di PKBM Darul Ulum Widang untuk meningkatkan kreativitas masyarakat Tuban. JoLLA: Journal of Language, Literature, and Arts, 4(3), 295–313. https://doi.org/10.17977/um064v4i32024p295-313
Usop, L. S., & Usop, T. B. (2021). Peran kearifan lokal masyarakat Dayak dalam mengembangkan batik Benang Bintik di Kalimantan Tengah. MUDRA Jurnal Seni Budaya, 36(3), 405–413. https://doi.org/10.31091/mudra.v36i3.1502
Widodo, W., Soekarba, S. R., & Kusharjanto, B. (2021). Pemaknaan motif Truntum batik Surakarta: Kajian semiotik Charles W. Morris. Sutasoma: Jurnal Sastra Jawa, 9(2), 197–210. https://doi.org/10.15294/sutasoma.v9i2.51542
Wulandari, Y., Purnawati, M. D. O., & Pardi, I. W. (2023). Sejarah kerajinan batik Sanggar Seblang di Kelurahan Mojopanggung Kabupaten Banyuwangi tahun 1994–2022: Potensinya sebagai sumber belajar sejarah di SMA. Jurnal Pendidikan Sejarah, 11(2), 184–195.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 I Gusti Ayu Widya Ari Cahyathi, Ida Bagus Gede Prabawa Putra Udiyana, Ni Putu Dhanan Kumaradewi M

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




