Edukasi Kesehatan Sebagai Upaya Meningkatkan Pengetahuan Tentang Kesehatan Mental pada Remaja Putri di SMK Negeri 1 Bukateja
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.2894Kata Kunci:
Edukasi, Kesehatan Mental, Pengetahuan Remaja, Video AnimasiAbstrak
Kesehatan mental merupakan aspek penting dalam perkembangan remaja karena berpengaruh terhadap cara berpikir, bertindak, dan berinteraksi sosial. Rendahnya pengetahuan serta adanya perilaku berisiko seperti self-harm menunjukkan perlunya intervensi edukatif yang tepat di lingkungan sekolah, termasuk di SMK Negeri 1 Bukateja. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan pengetahuan remaja putri tentang kesehatan mental melalui edukasi berbasis video animasi. Metode yang digunakan meliputi pre-test untuk mengetahui pengetahuan awal, pemberian materi melalui pemutaran video animasi yang disertai diskusi interaktif, serta post-test sebagai evaluasi. Kegiatan ini melibatkan 35 siswa kelas XI DPB 2. Hasil menunjukkan adanya peningkatan pengetahuan, dimana sebelum edukasi sebagian besar siswa berada pada kategori cukup (71,43%) dan kurang (20%), sedangkan setelah edukasi mayoritas berada pada kategori baik (91,43%). Peningkatan ini menunjukkan bahwa siswa lebih memahami konsep kesehatan mental, termasuk tanda dan gejala, faktor risiko, serta upaya pencegahan dan penanganannya. Selain itu, siswa juga menunjukkan peningkatan kesadaran terhadap pentingnya menjaga kesehatan mental dalam kehidupan sehari-hari. Dengan demikian, penggunaan video animasi sebagai media edukasi terbukti efektif dalam meningkatkan pemahaman dan kesiapan remaja dalam menghadapi permasalahan kesehatan mental.
Referensi
Awuni, N. S., & Isni, K. (2022). Pengembangan video animasi berbasis kearifan lokal sebagai media promosi kesehatan manfaat buah dan sayur. Jurnal Formil (Forum Ilmiah) Kesmas Respati, 7(2), 169. https://doi.org/10.35842/formil.v7i2.436
Aziz, A. A. (2025). Tingkat pengetahuan kesehatan mental pada remaja di MAN 1 Tuban. Jurnal Ilmiah Kesehatan Mandira Cendikia, 4(10), 311–319. https://doi.org/10.70570/jikmc.v4i10.1965
Bond, K. T., & Ramos, S. R. (2020). Utilization of an animated electronic health video to increase knowledge of post- and pre-exposure prophylaxis for HIV among African American women: Nationwide cross-sectional survey. JMIR Formative Research, 3(2). https://doi.org/10.2196/formative.9995
Hardianti, R., Erika, E., & Nauli, F. A. (2021). Hubungan antara rasa syukur terhadap kesehatan mental remaja di SMA Negeri 8 Pekanbaru. Jurnal Ners Indonesia, 11(2), 215–227. https://doi.org/10.31258/jni.11.2.215-227
Hapsari, G. P. P., & Zulherman, Z. (2021). Pengembangan media video animasi berbasis aplikasi Canva untuk meningkatkan motivasi dan prestasi belajar siswa. Jurnal Basicedu, 5(4), 2384–2394. https://doi.org/10.31004/basicedu.v5i4.1237
Harrer, M., et al. (2021). Effect of an internet- and app-based stress intervention compared to online psychoeducation in university students with depressive symptoms. Internet Interventions, 24. https://doi.org/10.1016/j.invent.2021.100374
Hidayah, N., Sari, L., Yousrihatin, F., & Litaqia, W. (2023). Gambaran kesehatan mental emosional remaja. Jurnal Kesehatan, 12(1), 112–117. https://doi.org/10.46815/jk.v12i1.125
Irawan, T., Dahlan, T., & Fitrianisah, F. (2023). Analisis penggunaan media video animasi terhadap motivasi belajar siswa. Didaktik, 7(01), 212–225. https://doi.org/10.36989/didaktik.v7i01.738
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2022). Indonesia National Adolescent Mental Health Survey (I-NAMHS) 2022: Laporan nasional. https://qcmhr.org/outputs/reports/
Kementerian Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Depresi pada anak muda di Indonesia: Tematik SKI 2023. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/
Maharani, D. N., Triana, N. Y., & Haniyah, S. (2025). Edukasi tentang kesehatan mental pada remaja. Jurnal Pengabdian Masyarakat Indonesia, 4(2), 133–149. https://doi.org/10.55606/jpmi.v4i2.5193
Maramis, J. L., & Fione, V. R. (2022). Upaya peningkatan pengetahuan kesehatan dengan video animasi. GEMAKES, 2(2), 98–103. https://doi.org/10.36082/gemakes.v2i2.730
Masitah, R., Pamungkasari, E. P., & Suminah, S. (2020). The effectiveness of animation video to increase adolescents’ nutritional knowledge. Media Gizi Indonesia, 15(3), 199–204. https://doi.org/10.20473/mgi.v15i3.199-204
Mawaddah, N., & Prastya, A. (2023). Upaya peningkatan kesehatan mental remaja. Dedikasi Saintek, 2(2), 115–125. https://doi.org/10.58545/djpm.v2i2.180
Mayer, R. E. (2021). Multimedia learning (3rd ed.). Cambridge University Press.
Muhyani, A. H., & Yusup, Y. (2022). Hubungan peran guru dengan kesehatan mental siswa. https://doi.org/10.30868/ei.v11i02.2
Putra Fajar, A., et al. (2023). Video animasi untuk kesehatan mental remaja. Jurnal Imajinasi, 7(2).
Rahmawaty, F. (2022). Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan mental pada remaja. Jurnal Surya Medika, 8, 276–281
Sartika, D., et al. (2024). Penyuluhan kesehatan mental pada remaja. https://doi.org/10.31004/jkt.v5i3.33293
Setyawan, A., Suryati, S., Sari, D. N. A., & Al’adawiyah, A. (2023). Penerapan video animasi dalam pencegahan kekerasan. JPMKT, 3(1), 9–17. https://doi.org/10.58516/70d4kn53
Supini, P., et al. (2024). Faktor-faktor yang mempengaruhi kesehatan mental remaja. https://doi.org/10.57235/jerumi.v2i1.1760
Suryani, N. (2022). Peran media video animasi dalam edukasi kesehatan. NCHAT, 2, 37–47.
Syaparuddin, S., Meldianus, M., & Elihami, E. (2020). Strategi pembelajaran aktif dalam meningkatkan motivasi belajar. Jurnal Edukasi Nonformal, 1(1), 187–200.
World Health Organization. (2021). Adolescent development. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/adolescent-health
World Health Organization. (2022). Mental health: Strengthening our response. https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/mental-health-strengthening-our-response
Xue, S., & Zhu, K. (2025). Gender differences in mental health. https://doi.org/10.1016/j.jad.2025.119595
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Devara izky Bimantoro, Noor Yunida Triana, Mariah Ulfah

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




