Penguatan Profesionalisme Guru SMAK Negeri Sumba Timur Melalui Pembelajaran Beretika dan Evaluasi Autentik dalam Pendidikan Inklusif Berkelanjutan di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur

Penulis

  • Doni Ariani Leowandri Liu Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Indonesia
  • Anita Adriance Hege Udju Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Indonesia
  • Lodia Amelia Banik Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Indonesia
  • Hasanuddin Manurung Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Indonesia
  • Yonatan Foeh Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Indonesia
  • Deswita Selan Program Studi Pendidikan Agama Kristen, Fakultas Keguruan dan Ilmu Pendidikan Kristen, Institut Agama Kristen Negeri Kupang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.2910

Kata Kunci:

profesionalisme guru, pembelajaran beretika, evaluasi autentik, pendidikan inklusif, Sumba Timur

Abstrak

Guru Sekolah Menengah Agama Kristen (SMAK) Negeri memiliki peran strategis dalam membentuk kompetensi akademik, spiritual, dan karakter peserta didik. Di Kabupaten Sumba Timur, guru menghadapi tantangan nyata dalam penguatan profesionalisme, khususnya pada aspek pembelajaran beretika, evaluasi autentik, serta kolaborasi sekolah–keluarga dalam kerangka pendidikan inklusif dan berkelanjutan. Kegiatan Pengabdian kepada Masyarakat ini bertujuan untuk menguatkan profesionalisme guru melalui pendekatan pembelajaran beretika, penerapan evaluasi autentik, dan pengembangan kemitraan edukatif antara sekolah dan keluarga. Metode yang digunakan berupa workshop partisipatif berbasis penguatan konseptual dengan teknik pemaparan materi, ceramah interaktif, dan diskusi reflektif. Kegiatan diikuti oleh 24 guru SMAK Negeri Sumba Timur. Hasil evaluasi kegiatan menunjukkan respon sangat positif dari peserta: 87,5% menyatakan sangat setuju pada aspek pelaksanaan, 91,7% pada aspek materi, 83,3% pada aspek pemateri, dan 95,8% pada aspek manfaat kegiatan. Selain itu, guru mengalami peningkatan pemahaman terhadap aspek psikologis peserta didik, kemampuan merancang evaluasi autentik, serta kesadaran pentingnya pembelajaran beretika dan kolaborasi sekolah–keluarga. Kegiatan ini berkontribusi signifikan dalam meningkatkan kompetensi, sikap profesional, dan komitmen guru menuju praktik pembelajaran yang inklusif, beretika, dan berkelanjutan.

Referensi

Darling-Hammond, L. (2017). Teaching for deeper learning: Preparing educators for the changing world. Harvard Education Press.

Epstein, J. L. (2018). School, family, and community partnerships: Preparing educators and improving schools (2nd ed.). Westview Press.

Flores, M. A. (2020). Teacher identity in a context of change: The case of teachers' professionalism. Teaching and Teacher Education, 94, 103090. https://doi.org/10.1016/j.tate.2020.103090

Flores, M. A., & Day, C. (2021). Contexts which shape and reshape new teachers' identities: A multi-perspective study. Teaching and Teacher Education, 99, 103274. https://doi.org/10.1016/j.tate.2020.103274

Fullan, M., Quinn, J., & McEachen, J. (2018). Deep learning: Engage the world change the world. Corwin Press.

Garbacz, S. A., McDowall, P. S., Schaughency, E., Sheridan, S. M., & Welch, G. W. (2020). A multidimensional examination of parent involvement and elementary school student outcomes. Journal of Educational Psychology, 112(2), 307–322. https://doi.org/10.1037/edu0000372

Hornby, G., & Lafaele, R. (2021). Barriers to parental involvement in education: An update. Educational Review, 73(2), 204–219. https://doi.org/10.1080/00131911.2019.1704340

Kementerian Agama Republik Indonesia. (2023). Arah kebijakan dan program prioritas Kementerian Agama. Kementerian Agama RI.

Kementerian Perencanaan Pembangunan Nasional/Bappenas. (2024). Rencana pembangunan jangka menengah nasional 2025–2029. Bappenas.

Lovat, T. (2017). Values education and holistic learning: Updated research perspectives. International Journal of Pedagogies and Learning, 6(2), 82–89. https://doi.org/10.5172/ijpl.6.2.82

Mueller, J. (2018). Authentic assessment toolbox. North Central College.

OECD. (2019). Education at a glance 2019: OECD indicators. OECD Publishing. https://doi.org/10.1787/f8d7880d-en

Schellekens, L. H. M., Bok, H. G. J., de Jong, L. H., van der Schaaf, M. F., Kremer, W. D. J., & van der Vleuten, C. P. M. (2021). The impact of authentic assessment on student learning: A systematic review. Educational Research Review, 34, 100400. https://doi.org/10.1016/j.edurev.2021.100400

Tirri, K., & Kuusisto, E. (2023). Ethical sensitivity as a key component of teachers' professionalism. Journal of Moral Education, 52(1), 1–15. https://doi.org/10.1080/03057240.2022.2051367

Wilder, S. (2020). Effects of parental involvement on academic achievement: A meta-synthesis. Educational Review, 72(1), 1–20. https://doi.org/10.1080/00131911.2018.1559807

Yan, Z., & Pastore, S. (2022). Reconsidering authentic assessment in higher education: Its nature, value, and challenges. Assessment & Evaluation in Higher Education, 47(2), 209–221. https://doi.org/10.1080/02602938.2021.1911789

Mustofa. (2021). Upaya pengembangan profesionalisme guru di Indonesia. Jurnal Ekonomi dan Pendidikan, 4(1), 76–88. https://doi.org/10.21831/jep.v4i1.xxxx

Rugaiyah, & Sismiati, A. (2022). Profesionalisme guru dalam pendidikan berbasis keagamaan di Indonesia timur. Jurnal Pendidikan Agama dan Keagamaan, 20(2), 123–135.

Diterbitkan

15-05-2026

Cara Mengutip

Liu, D. A. L. ., Udju, A. A. H. ., Banik, L. A. ., Manurung, H. ., Foeh, Y. ., & Selan, D. . (2026). Penguatan Profesionalisme Guru SMAK Negeri Sumba Timur Melalui Pembelajaran Beretika dan Evaluasi Autentik dalam Pendidikan Inklusif Berkelanjutan di Kabupaten Sumba Timur, Nusa Tenggara Timur. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(3), 2473–2480. https://doi.org/10.54082/jamsi.2910