Edukasi Pengendalian Nyamuk Sebagai Vektor Penyakit Pada Masyarakat RT 05 RW 12 Kelurahan Sadai Kecamatan Bengkong Kota Batam
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.2954Kata Kunci:
Edukasi, Pengendalian Nyamuk, PSN 3M Plus, Pemberdayaan MasyarakatAbstrak
Wilayah RT 05 RW 12 Kelurahan Sadai merupakan lingkungan padat penduduk dengan potensi perkembangbiakan nyamuk Aedes aegypti yang tinggi, sehingga berisiko terhadap penularan penyakit Demam Berdarah Dengue (DBD). Kurangnya pengetahuan dan praktik konsisten tentang Pemberantasan Sarang Nyamuk (PSN) dalam masyarakat menjadi latar belakang dilaksanakannya pengabdian ini. Tujuan kegiatan adalah untuk meningkatkan pemahaman dan keterampilan masyarakat dalam pengendalian nyamuk secara mandiri melalui metode PSN 3M Plus. Pelaksanaan dilakukan dengan metode penyuluhan intensif satu hari yang menggabungkan ceramah interaktif, demonstrasi langsung, dan praktik terpandu. Kegiatan diikuti oleh 42 warga. Output kegiatan meliputi: terlaksananya aksi bersih-bersih lingkungan, dibagikannya poster edukasi dan abate, serta terbentuknya 5 kader Jumantik sukarela. Kesimpulan dari pengabdian ini adalah bahwa edukasi intensif berbasis partisipasi masyarakat efektif dalam meningkatkan health literacy dan kesiapan praktik PSN dalam waktu singkat. Keberlanjutan program diharapkan dapat dipertahankan melalui peran aktif kader Jumantik dan dukungan pengawasan dari Puskesmas setempat. Disarankan untuk integrasi program ini ke dalam agenda rutin RT dan pelatihan lanjutan bagi kader.
Referensi
Arsin, A. A. (2020). Epidemiologi Penyakit Bersumber Binatang. EGC.
Adrianto, H., Ritunga, I., Silitonga, H. T. H., & Ibrahim, S. (2024). Potensi pengendalian larva nyamuk Aedes aegypti (Linnaeus) dengan menggunakan tiga varietas ikan cupang (Betta splendens). Jurnal Entomologi Indonesia, 21(2), 130–139.
Afrieani, D., Atira, Ambarsari, W. N., & Agustin, S. (2025). Penyuluhan tentang perubahan perilaku pencegahan DBD di kalangan remaja SMK Kartini Bhakti Mandiri. Jurnal Pengabdian Masyarakat Mandira Cendikia, 4(1), 127–131. https://doi.org/10.70570/jpkmmc.v4i1.1585
Andriani, S., Tampubolon, A., Wulandari, D., Nuraini, E., Raisa, R., Junita, J., Andika, K., Dewa, A., Ramadhan, G., & Suhendra, D. (2026). Efektivitas program Jumantik dalam pencegahan demam berdarah dengue (DBD) di Kelurahan Teluk Lobam. Jurnal Abdimas Kartika Wijayakusuma, 6(4), 2258–2268. https://doi.org/10.26874/jakw.v6i4.1079
Chambers, R. (1994). Participatory Rural Appraisal (PRA): Analysis of Experience. World Development, 22(9), 1253-1268.
Dinas Kesehatan Kota Batam. (2023). Laporan Tahunan Surveilans DBD Kota Batam Tahun 2023.
Ernalia, Y., Sriatmi, A., & Raharjo, M. (2021). Efektivitas Peran Juru Pemantau Jentik (Jumantik) dalam Penurunan Angka Kejadian Demam Berdarah Dengue. Jurnal Kesehatan Masyarakat, 16(1), 1-10.
Fradika, H. D., & Kurniawan, B. (2022). Potensi Larvasida Nabati dalam Pengendalian Vektor Demam Berdarah Dengue: Sebuah Tinjauan Sistematis. Jurnal Vektor Penyakit, 16(2), 87-98.
Glanz, K., Rimer, B. K., & Viswanath, K. (Eds.). (2015). Health Behavior: Theory, Research, and Practice (5th ed.). Jossey-Bass.
Kementerian Kesehatan RI. (2017). Pedoman Penyelenggaraan Program Juru Pemantau Jentik (Jumantik). Dirjen P2P.
Kementerian Kesehatan RI. (2020). Pedoman Pencegahan dan Pengendalian Demam Berdarah Dengue di Indonesia. Dirjen P2P.
Kementerian Kesehatan RI. (2024). Laporan situasi demam berdarah dengue (DBD) di Indonesia tahun 2024. Direktorat Pencegahan dan Pengendalian Penyakit Menular.
Lolo, W. A., Mpila, D. A., Wiyono, W. I., & Tatuh, H. A. (2025). Pelatihan kader juru pemantau jentik (Jumantik) sebagai upaya preventif demam berdarah dengue (DBD) di SD Negeri 36 dan SD Negeri 126 Manado. The Studies of Social Sciences, 8(1), 51–58. https://doi.org/10.35801/tsss.v8i1.64993
Notobroto, H. B., Kurniawan, A., & Rondhianto, R. (2018). Pengaruh Media Poster terhadap Peningkatan Pengetahuan dan Sikap Pencegahan Demam Berdarah Dengue. Jurnal Promkes, 6(1), 1-12.
Nutbeam, D. (2008). The evolving concept of health literacy. Social Science & Medicine, 67(12), 2072-2078.
Satoto, R. T., Alisjahbana, B., & Utomo, P. S. (2019). Community Empowerment as a Key Strategy for Dengue Control: Lessons Learned from Indonesia. Journal of Infection and Public Health, 12(5), 681-686.
Sawaluddin, M. R., & Lidayanti, S. (2024). Pencegahan DBD dengan penyuluhan hidup bersih dan sehat di Kecamatan Tawang Tasikmalaya, Jawa Barat. Proficio: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(2), 920–932.
Setyobudi, A., & Sakke Tira, D. (2024). Diseminasi informasi pemanfaatan larvasida dalam rangka pencegahan kejadian DBD pada masyarakat Kelurahan Tablolong Kabupaten Kupang. Jurnal Pengabdian Pada Masyarakat Kepulauan Lahan Kering, 5(1), 45–52.
Sheyoputri, R. E., Adrianto, H., & Silitonga, H. T. H. (2024). Kemampuan predasi ikan Betta splendens varietas plakat warna tunggal dan multiwarna terhadap larva Aedes aegypti. Ranah Research: Journal of Multidisciplinary Research and Development, 6(3), 301–308. https://doi.org/10.38035/rrj.v6i3.821
Sudiartawan, I. P., Erjana, I. G. P., Juliasih, N. K. A., & Arsana, I. N. (2023). Community perception of biocontrol agent using Betta splendens against Aedes aegypti larvae: A community study in Bali. BKM Public Health and Community Medicine, 39(6), e4262. https://doi.org/10.22146/bkm.v39i6.4262
World Health Organization [WHO]. (2020). Vector-borne diseases. Diakses dari https://www.who.int/news-room/fact-sheets/detail/vector-borne-diseases
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Al Hafez Husein, Juhanda Kartika Wijaya, Adi Kurniawan, Ahny Nur Azlin

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




