Edukasi Body Safety untuk Meningkatkan Pemahaman Batasan Tubuh dan Keterampilan Perlindungan Diri pada Anak Sekolah Dasar di RPTRA Rambutan, Jakarta Barat

Penulis

  • Anna Maria Leony Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara, Indonesia
  • Joseline Joseline Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara, Indonesia
  • Jonathan Pratama Siladjaja Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara, Indonesia
  • Agustina Agustina Psikologi, Fakultas Psikologi, Universitas Tarumanagara, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.2963

Kata Kunci:

Anak Sekolah Dasar, Batasan Tubuh, Body Safety

Abstrak

Anak usia Sekolah Dasar (SD) rentan terhadap berbagai bentuk kekerasan karena keterbatasan pemahaman mengenai batasan tubuh dan perlindungan diri. Berdasarkan observasi awal di RPTRA Rambutan, Jakarta Barat, sebagian anak belum memahami bagian tubuh pribadi, situasi aman dan tidak aman, serta cara meminta bantuan saat menghadapi kondisi berisiko. Program body safety education ini bertujuan meningkatkan pemahaman dan keterampilan perlindungan diri pada delapan anak SD kelas 3-6 (usia 8-12 tahun). Kegiatan dilaksanakan melalui psikoedukasi interaktif yang memadukan media visual, diskusi, simulasi, dan permainan edukatif. Pemahaman peserta diukur menggunakan instrumen adaptasi The What If Situations Test (WIST-III-R) pada lima aspek: sentuhan aman dan tidak aman, aturan keselamatan umum, kewaspadaan terhadap modus pelaku, keterampilan menolak, dan keterampilan melapor. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor peserta dari 6,50 pada asesmen awal menjadi 18,88 pada asesmen akhir (skor maksimal = 20). Selain peningkatan pemahaman, peserta menunjukkan kemampuan yang lebih baik dalam mengenali sentuhan tidak aman, menyampaikan penolakan secara tegas, serta melaporkan pengalaman tidak nyaman kepada orang dewasa terpercaya. Seluruh peserta mencapai skor maksimal pada aspek keterampilan menolak dan melapor. Program ini efektif meningkatkan pemahaman dan keterampilan dasar anak untuk melindungi diri ketika menghadapi situasi yang berpotensi membahayakan.

Referensi

Ain, N., Mahmudah, A. F., Susanto, A. M. P., & Fauzi, I. (2022). Analisis diagnostik fenomena kekerasan seksual di sekolah. Jurnal Pendidikan Dasar dan Keguruan, 7(2), 49–58. https://doi.org/10.47435/jpdk.v7i2.1318

Alghifari, M. F., & Arisandy, D. (2026). Psikoedukasi untuk meningkatkan perkembangan psikososial anak dalam pencegahan kekerasan seksual pada siswa SDN 3 Tanjung Lago. Jurnal Pengabdian Nasional (JPN) Indonesia, 7(1). https://doi.org/10.63447/jpni.v7i1.1772

Che Yusof, R., Norhayati, M. N., & Mohd Azman, Y. (2022). Effectiveness of school-based child sexual abuse intervention among school children in the new millennium era: Systematic review and meta-analyses. Frontiers in public health, 10, 909254. https://doi.org/10.3389/fpubh.2022.909254

Guastaferro, K., Shipe, S. L., Connell, C. M., Holloway, J. L., Pulido, M. L., & Noll, J. G. (2023). Knowledge gains from the implementation of a child sexual abuse prevention program and the future of school-based prevention education. Journal of Child Sexual Abuse, 32(7), 845–859. https://doi.org/10.1080/10538712.2023.2268618

Hermawan, F. (2023). Psikoedukasi pentingnya pendidikan seks anak usia dini di SD Negeri Jomin Barat III. Abdima Jurnal Pengabdian Mahasiswa, 2(2), 4907–4913. https://journal.ubpkarawang.ac.id/index.php/AJPM/article/view/4297

Jajuli, M. N., Salim, S. S. M., Hisamudin, S. N., Saad, M. I. M., Rasid, S. F. A., & Sharif, S. N. M. (2024). Development of body safety module among elementary school students: Perception of effectiveness on SDGs. Journal of Lifestyle and SDGs Review, 4(1), e01616. https://doi.org/10.47172/2965-730X.SDGsReview.v4.n00.pe01616

Kelurahan Tanjung Duren Utara. (2025). Demografi. https://barat.jakarta.go.id/kelurahan/tanjung-duren-utara

Kementerian Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia. (2025). Data kasus kekerasan terhadap anak: SIMFONI PPA. https://kekerasan.kemenpppa.go.id/ringkasan

Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan. (2020). Buku panduan Merdeka Belajar–Kampus Merdeka. Direktorat Jenderal Pendidikan Tinggi.

Kenny, M. C., & Wurtele, S. K. (2012). Preventing childhood sexual abuse: An ecological approach. Journal of Child Sexual Abuse, 21(4), 361–367. https://doi.org/10.1080/10538712.2012.675425

Lu, M., Barlow, J., Meinck, F., & Neelakantan, L. (2022). Unpacking school-based child sexual abuse prevention programs: A realist review. Trauma, Violence, & Abuse, 24(4), 2067–2081. https://doi.org/10.1177/15248380221082153

Rahmawati, A. A. (2024). Pengembangan instrumen pengukuran pengetahuan pencegahan kekerasan seksual anak tunarungu [Skripsi sarjana, Universitas Pendidikan Indonesia]. Repository Universitas Pendidikan Indonesia. https://repository.upi.edu/115681/

Russell, D. H., Trew, S., Harris, L., Dickson, J., Walsh, K., Higgins, D. J., & Smith, R. (2024). Engaging parents in child-focused child sexual abuse prevention education strategies: A systematic review. Trauma, Violence, & Abuse, 25(4), 3082–3098. https://doi.org/10.1177/15248380241235895

Santrock, J. W. (2024). Life-span development (19th ed.). McGraw Hill LLC.

Siswanti, D. N., Sar, M. N., Sunra, N. R. L., Achmas, F. M., & Ilmi, N. (2024). Psikoedukasi 'Tubuhku, Milikku' sebagai upaya pencegahan pelecehan dan kekerasan seksual pada anak menggunakan prinsip AJEL. Jurnal Pendidikan Tambusai, 8(1), 4896–4905. https://doi.org/10.31004/jptam.v8i1.13145

Solehati, T., Pramukti, I., Kosasih, C. E., Hermayanti, Y., & Mediani, H. S. (2022). Determinants of sexual abuse prevention knowledge among children's schools in West Java Indonesia: A cross-sectional study. Social Sciences, 11(8), 337. https://doi.org/10.3390/socsci11080337

Solehati, T., Kosasih, C. E., Hermayanti, Y., & Mediani, H. S. (2023). Child sexual abuse prevention: A qualitative study of teachers' educational needs. Belitung Nursing Journal, 9(6), 554–562. https://doi.org/10.33546/bnj.2792

Suhadianto, S., & Ananta, Y. (2023). Pencegahan kekerasan seksual pada remaja di sekolah menengah pertama melalui pemberian psikoedukasi. Amalee: Indonesian Journal of Community Research and Engagement, 4(1), 177–186. https://doi.org/10.37680/amalee.v4i1.2056

Walsh, K., Zwi, K., Woolfenden, S., & Shlonsky, A. (2015). School-based education programmes for the prevention of child sexual abuse. Cochrane Database of Systematic Reviews, 2015(4), CD004380. https://doi.org/10.1002/14651858.CD004380.pub3

Wolfersteig, W., Juarez Diaz, M., & Moreland, D. (2022). Empowering elementary and middle school youth to speak up and be safe: Advancing prevention of child maltreatment with a universal school-based curriculum. International Journal of Environmental Research and Public Health, 19(19), 11856. https://doi.org/10.3390/ijerph191911856

Wurtele, S. K. (2009). Preventing sexual abuse of children in the twenty-first century: Preparing for challenges and opportunities. Journal of Child Sexual Abuse, 18(1), 1–18. https://doi.org/10.1080/10538710802584650

Wurtele, S. K., & Kenny, M. C. (2010). Partnering with parents to prevent childhood sexual abuse. Child Abuse Review, 19(2), 130–152. https://doi.org/10.1002/car.1112

Diterbitkan

19-06-2026

Cara Mengutip

Leony, A. M., Joseline, J., Siladjaja, J. P., & Agustina, A. (2026). Edukasi Body Safety untuk Meningkatkan Pemahaman Batasan Tubuh dan Keterampilan Perlindungan Diri pada Anak Sekolah Dasar di RPTRA Rambutan, Jakarta Barat. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(4), 3135–3146. https://doi.org/10.54082/jamsi.2963