Intervensi Self-Awareness Untuk Meningkatkan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Tenaga Kerja di Sektor Industri Manufaktur PT. JKL

Penulis

  • Renata Dian Firmadani Magister Psikologi Sains, Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia
  • Nida Hasanati Magister Psikologi Sains, Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.3006

Kata Kunci:

budaya K3, employee awareness, industri manufaktur, psikoedukasi, self-awareness

Abstrak

Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) merupakan aspek penting dalam bidang industri manufaktur. Hal ini terjadi karena tingginya risiko kecelakaan kerja yang dapat memengaruhi produktivitas dan kesejahteraan tenaga kerja. Hasil obervasi di PT. JKL menunjukkan masih rendahnya kesadaran tenaga kerja dalam menerapkan budaya K3, terutama terkait penggunaan Alat Pelindung Diri (APD), kepatuhan terhadap Strandar Operasional Prosedur (SOP), dan pelaporan insiden kecelakaan kerja. Kegiatan ini bertujuan untuk mengetahui efektivitas intervensi self-awareness dalam meningkatkan budaya K3 pada tenaga kerja bagian produksi dan gudal PT. JKL. Metode yang digunakan adalah eksperimen dengan desain one group pre-test post-test. Sebanyak 34 karyawan mengikuti kegiatan, namun hanya 29 data yang dianalisis setelah dilakukan proses pembersihan data berupa penghapusan data yang tidak lengkap dan data yang tidak memenuhi kriteria pasangan pre-test dan post-test. Intervensi diberikan melalui program psikoedukasi berbasis self-awareness yang meliputi edukasi K3, refleksi diri, studi kasus, kecelakaan kerja, dan simulasi pelaporan insiden. Hasil uji normalitas menunjukkan data berdistribusi normal sehingga analisis dilanjutkan menggunakan paired sample t-test. Hasil penelitian menunjukkan adanya peningkatan skor rata-rata budaya K3 dari 39,45, pada pre-test menjadi 45,52 pada post-test. Uji statistik menunjukkan perbedaan yang signifikan antara skor sebelum dan sesudah intervensi dengan nilai t(33) = 6,356 dan p<0,001. emuan ini menunjukkan bahwa intervensi self-awareness efektif dalam memperkuat budaya K3 pada tenaga kerja industri manufaktur. Program psikoedukasi berbasis self-awareness dapat menjadi strategi preventif yang efektif untuk meningkatkan kepatuhan terhadap prosedur keselamatan kerja serta mendukung terbentuknya budaya keselamatan yang berkelanjutan di lingkungan industri.

Referensi

Agniahrahmah, A., Yulia, C., & Stevani, H. (2023). Keefektifan Media Ular Tangga Dalam Meningkatkan Self Awareness. Jurnal Bimbingan Konseling Indonesia, 8(1), 8-13. https://dx.doi.org/10.26737/jbki.v8i1.3409

Anaam, I. K., Hidayat, T., Pranata, R. Y., Abdillah, H., Yhuto, A., & Putra, W. (2022). Vocational Education National Seminar ( Vens ) Pengaruh Trend Otomasi Dalam Dunia Manufaktur Dan Industri. Vocational Education National Seminar (Vens) Paper, 46–50. https://jurnal.untirta.ac.id/index.php/VENS/article/view/15784

Hasan, M. N., Ali, F. N., & Lessy, Z. (2023). Self Awareness Dalam Perilaku Sosial Alturisme Di Era Sosial Media : Studi Jama’ah Masjid Al-Azhar Yogyakarta. Jurnal Pendidikan Dan Konseling, 5. https://doi.org/10.31004/jpdk.v5i2.13423

Hertanto, A., Erwandi, D., Widanarko, B., & Tejamaya, M. (2023). Relationship between Safety Climate and Safety Behavior in Company X in Indonesia. Safety, 9(4), 89. https://doi.org/10.3390/safety9040089

Kabiesz, P., & Tutak, M. (2024). Developing a Culture of Safety for Sustainable Development and Public Health in Manufacturing Companies—A Case Study. Sustainability, 16(17), 7557. https://doi.org/10.3390/su16177557

Kristianti, I., & Tualeka, A. R. (2018). Hubungan Safety dan Pengetahuan Dengan Unsafe Action di Departemen Rolling Mill. The Indonesian Journal of Occupational Safety and Health, 7(3), 300-309. https://doi.org/10.20473/ijosh.v7i3.2018.300-309

Maulana, M. S., Fidzaky, A. F., Kinanti, A. F., Prayoga, D., & Yasin, M. (2023). Perkembangan Sektor Industri Manufaktur Terhadap Globalisasi. Menawan : Jurnal Riset Dan Publikasi Ilmu Ekonomi, 2(1), 101–112. https://doi.org/10.61132/menawan.v2i1.141

Peraturan Pemerintah Nomor 50 Tahun 2012 Tentang Penerapan Sistem Manajemen Keselamatan Dan Kesehatan Kerja (2012).

Permana, M. R., Islami, M. C. P. A., & Tranggono, T. (2025). Analysis of the Effect of Management Commitment, Safety Compliance and Safety Awareness on Safety Culture . Journal La Sociale, 6(4), 1267-1279. https://doi.org/10.37899/journal-la-sociale.v6i4.1962

Pradewa, R. T. (2023). Hubungan Self Awareness Dan Safety Climate Terhadap Safety Behavior Pada Karyawan Bengkel Mobil Di Pt . X. 8(1), 112–123. https://doi.org/10.24176/perseptual.v8i1.10254

Pratama, A. A., Ghufron, I. M., Hanafi, S., & Hafidh, A. (2022). Pengukuran Kesadaran Keamanan Informasi Dan Privasi Pada Pengguna Android Di Kota Bandung. Xi(2), 1–8. https://doi.org/10.51351/jtm.11.2.2022642

Rakhmawati, E. (2026). Dinamika Kepribadian Dalam Perspektif Sigmund Freud Dan Psikologi Islami. 14(1), 60–77. https://doi.org/10.62490/latahzan.v14i1.322

Simamora, B. (2022). Skala Likert , Bias Penggunaan Dan Jalan. 12(1), 84–93. https://doi.org/10.46806/jman.v12i1.978

Undang-Undang Nomor 1 Tahun 1970 Tentang Keselamatan Kerja, Pub. L. 1 (1970).

Undang-Undang. (2014). Uu Nomor 3 Tahun 2014. Pemerintah Pusat, 3(4), 1–85. Https://Peraturan.Bpk.Go.Id/Details/38572/Uu-No-3-Tahun-2014

Diterbitkan

22-06-2026

Cara Mengutip

Firmadani, R. D., & Hasanati, N. (2026). Intervensi Self-Awareness Untuk Meningkatkan Budaya Keselamatan dan Kesehatan Kerja (K3) Pada Tenaga Kerja di Sektor Industri Manufaktur PT. JKL. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(4), 3187–3198. https://doi.org/10.54082/jamsi.3006