Pemberdayaan Kader Kesehatan Jiwa melalui Psikoedukasi untuk Meningkatkan Self-Efficacy dalam Pelayanan Kesehatan Mental

Penulis

  • Allviola Putri Pindha Prameswary Magister Psikologi Sains, Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia
  • Cahyaning Suryaningrum Magister Psikologi Sains, Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia
  • Djudiyah Djudiyah Magister Psikologi Sains, Universitas Muhammadiyah Malang, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.3034

Kata Kunci:

Kader Kesehatan Jiwa, Pemberdayaan Masyarakat, Psikoedukasi, Self-efficacy

Abstrak

Kesehatan mental merupakan salah satu aspek penting dalam meningkatkan kualitas hidup masyarakat yang memerlukan dukungan pelayanan berbasis komunitas melalui peran kader kesehatan jiwa. Meskipun telah memperoleh pembekalan dari puskesmas, sebagian kader masih memiliki tingkat self-efficacy yang rendah sehingga kurang percaya diri dalam memberikan edukasi, pendampingan, maupun deteksi dini masalah kesehatan mental di masyarakat. Kegiatan pengabdian ini bertujuan untuk meningkatkan self-efficacy kader kesehatan jiwa melalui psikoedukasi berbasis sumber efikasi Bandura. Metode yang digunakan berupa desain pre-eksperimental dengan model one-group pre-test–post-test terhadap 10 kader kesehatan jiwa yang aktif di wilayah kerja puskesmas. Intervensi dilaksanakan melalui psikoedukasi yang mengintegrasikan empat sumber efikasi Bandura, yaitu mastery experience, vicarious experience, verbal persuasion, serta physiological and emotional states, dengan metode presentasi interaktif, diskusi, simulasi, role-play, dan refleksi. Evaluasi dilakukan menggunakan skala self-efficacy yang dianalisis melalui Paired Sample T-Test. Hasil menunjukkan peningkatan rata-rata skor self-efficacy dari 28,50 sebelum intervensi menjadi 51,30 setelah intervensi dengan nilai signifikansi 0,000 (p<0,05). Selain mengalami peningkatan keyakinan diri, kader juga menunjukkan keberanian yang lebih tinggi dalam berdiskusi, melakukan simulasi, serta memberikan edukasi kesehatan mental kepada masyarakat. Temuan ini menunjukkan bahwa psikoedukasi berbasis sumber efikasi Bandura tidak hanya meningkatkan self-efficacy kader, tetapi juga memperkuat kesiapan mereka dalam menjalankan fungsi promotif dan preventif kesehatan mental. Oleh karena itu, program ini berpotensi diintegrasikan sebagai model pemberdayaan kader untuk mendukung keberlanjutan pelayanan kesehatan mental berbasis komunitas.

Referensi

Afifah, S. N., & Kusuma, A. B. (2021). Pentingnya kemampuan self-efficacymatematis serta berpikir kritis pada pembelajaran daring matematika. Jurnal MathEdu (Mathematic Education Journal), 4(2), 313–320. https://doi.org/10.37081/mathedu.v4i2.2642

Assidiqy, B., Nurakilah, H., Rahmawati, A., Marlina, L., Nurdianti, R., Dewi, H. A., & Rahmadiana, A. (2025). Pemberdayaan kader kesehatan dalam deteksi dini masalah kesehatan mental di masyarakat. Jompa Abdi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4). https://doi.org/10.57218/jompaabdi.v4i4.2264

Bandura, A. (1997). Self-efficacy: The Exercise of Control. W.H. Freeman.

Basrowi, R. W., Wiguna, T., Samah, K., Djuwita, F., Moeloek, N., Soetrisno, M., Purwanto, S. A., Ekowati, M., Elisabeth, A., Rahadian, A., Ruru, B., & Pelangi, B. (2024). Exploring mental health issues and priorities in Indonesia through qualitative expert consensus. Clinical Practice and Epidemiology in Mental Health, 20, e17450179331951. https://doi.org/10.2174/0117450179331951241022175443

Bronfenbrenner, U. (1979). The Ecology of Human Development. Cambridge: Harvard University Press.

Kurniawan, K., Khoirunnisa, K., Masrina, D., & Parestorian, P. H. (2026). Mental Health Warriors: Pelatihan Kader Kesehatan Jiwa untuk Desa Sehat Mental. Jurrnal Masyarakat Mandiri (JMM), 10(1), 1588-1598. https://doi.org/10.31764/jmm.v10i1.37228

Kurniawan, K., Yosep, I., Khoirunnisa, K., Nur'aeni, Y., & Nugraha, P. (2023). Upaya peningkatan kesehatan mental masyarakat melalui pelatihan duta kader kesehatan jiwa. JMM (Jurnal Masyarakat Mandiri), 7(3), 2306–2317. https://doi.org/10.31764/jmm.v7i3.14320

Larasati, D. N., Ihsan, M., & Yulianto, R. (2025). Potret masalah perilaku dan emosional di Indonesia: Siapa yang paling rentan? Cerita Data Statistik untuk Indonesia, 2(6).

Latifah, Z. Q., Hamim, N., & Widiyanto, A. (2026). Hubungan self concept dengan self-efficacypada penderita scabies di Pondok Putri Hafshawaty Zainul Hasan Genggong. Health Research Journal, 1(1).

Nurjanah, U., Syamsiah, N., & Suryanto, Y. (2023). Pengaruh pelatihan terhadap pengetahuan dan self-efficacypeserta pelatihan penanganan kegawatdaruratan berbasis rumah tangga di Karawang. Jurnal Kesehatan, 1(1). https://ejournal.horizon.ac.id/index.php/JKK/article/

Ramahwati, R., Muslimah, Z. R., & Syariful. (2026). Kepribadian tahan banting kader kesehatan jiwa masyarakat dalam mendampingi ODGJ. IDEA: Jurnal Psikologi, 10(1), 14–25. https://doi.org/10.32492/idea.v10i1.10102

Sahin, A., Ernawati, R., Amalia, R., Dalimunthe, R. Z., Pautina, A. R., Maghfur, S., & Alfayyadi, A. F. (2024). Self-efficacypada siswa: Systematic literature review. G-Couns: Jurnal Bimbingan dan Konseling, 8(2), 627–639. https://doi.org/10.31316/gcouns.v8i2.5549

Septiningtyas, D., Mulyati, A., & Nasution, U. C. M. (2024). Pengaruh self-efficacy, adversity quotient, dan dukungan sosial terhadap kinerja pelaku usaha UMK Laguna Surabaya. Jurnal Pemimpin Bisnis Inovatif, 1(2).

Sulastri, T. S., Elisadevi, N., & Rostanti, S. R. (2025). Peningkatan literasi kesehatan mental dan pemberdayaan komunitas desa sehat jiwa. Jurnal Ilmiah PSYCHE, 19(1), 13–20.

Utami, O. W., Arrido, H. T., Pittor, R. C., & Abdilah, R. (2024). Hubungan antara dukungan sosial dengan self efficacy mahasiswa. Agustus, 2(8).

Wijaya, A. D. (2024). Dampak rendahnya self efficacy pada mahasiswa tingkat akhir: Sebuah studi literatur. JUBIKOPS: Jurnal Bimbingan Konseling dan Psikologi, 4(2), 115–126.

Diterbitkan

10-07-2026

Cara Mengutip

Prameswary, A. P. P. ., Suryaningrum, C. ., & Djudiyah, D. (2026). Pemberdayaan Kader Kesehatan Jiwa melalui Psikoedukasi untuk Meningkatkan Self-Efficacy dalam Pelayanan Kesehatan Mental . Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(4), 3711–3718. https://doi.org/10.54082/jamsi.3034