Peningkatan Literasi Digital, Evaluasi Informasi, dan Komunikasi Visual Melalui Workshop Berbasis Komunitas pada Tapak Maca Kota Bandung, Jawa Barat

Penulis

  • Yelly Andriani Barlian Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Industri Kreatif, Telkom University, Indonesia
  • Siti Desintha Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Industri Kreatif, Telkom University, Indonesia
  • Ira Wirasari Program Magister Desain, Fakultas Industri Kreatif, Telkom University, Indonesia
  • Sri Nurbani Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Industri Kreatif, Telkom University, Indonesia
  • Sri Soedewi Program Studi Desain Komunikasi Visual, Fakultas Industri Kreatif, Telkom University, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.3092

Kata Kunci:

Komunikasi Visual, Kreativitas Digital, Literasi Digital, Media Edukatif, Evaluasi Informasi

Abstrak

Peningkatan akses terhadap teknologi digital belum selalu diikuti kemampuan masyarakat dalam memahami, mengevaluasi, serta memverifikasi informasi secara kritis. Berdasarkan observasi awal terhadap aktivitas Komunitas Tapak Maca Kota Bandung, Jawa Barat, peserta telah aktif menggunakan media sosial sebagai sumber informasi dan sarana komunikasi komunitas, tetapi masih menghadapi tantangan dalam memeriksa kebenaran informasi, membedakan fakta dan opini, serta memahami konteks pesan visual sebelum informasi dibagikan kembali. Kondisi tersebut menunjukkan pentingnya penguatan literasi digital, khususnya pada komunitas berbasis pendidikan informal yang aktif membangun budaya belajar masyarakat. Program pengabdian masyarakat ini dilaksanakan dalam bentuk workshop literasi digital pada Komunitas Tapak Maca dengan tujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam memahami informasi digital secara kritis, mengevaluasi pesan visual, serta mendorong kreativitas peserta dalam memanfaatkan media digital sebagai sarana edukatif. Metode yang digunakan berupa workshop partisipatif dengan evaluasi pre-test dan post-test terhadap sepuluh indikator perilaku literasi digital. Kegiatan workshop meliputi diskusi tantangan informasi digital, simulasi evaluasi konten, pengenalan komunikasi visual, serta latihan menggunakan kerangka M.A.C.A. yaitu Mengamati, Ajukan Pertanyaan, Cek Konteks, dan Aksi Kreatif. Hasil evaluasi menunjukkan peningkatan rata-rata skor peserta dari 4,09 menjadi 4,44 atau meningkat sebesar 8,46%. Peningkatan tertinggi terjadi pada indikator kemampuan membedakan fakta dan opini sebesar 23,34% serta kecenderungan untuk tidak menyebarkan informasi tanpa verifikasi sebesar 22,73%. Hasil tersebut menunjukkan bahwa pendekatan edukatif berbasis literasi digital dan komunikasi visual mampu meningkatkan kemampuan peserta dalam menggunakan media digital secara lebih kritis dan bertanggung jawab. Manfaat kegiatan bagi komunitas terlihat melalui meningkatnya kesadaran peserta untuk memeriksa sumber informasi, membaca konteks visual secara lebih cermat, serta meningkatnya minat memanfaatkan media digital sebagai ruang produksi konten edukatif berbasis komunitas.

Referensi

Belshaw, D. (2014). The essential elements of digital literacies. Self Published.

Buckingham, D. (2015). Defining digital literacy: What do young people need to know about digital media? Nordic Journal of Digital Literacy, 10(1), 21–34.

Facione, P. A. (2015). Critical thinking: What it is and why it counts. Insight Assessment Press.

Ford, T., Yankoski, M., Facciani, M., & Weninger, T. (2023). Online media literacy intervention in Indonesia reduces misinformation sharing intention. Journal of Media Literacy Education, 15(2).

Gilster, P. (2017). Digital literacy. Wiley Computer Publishing.

Handayani, T., & Sari, M. (2022). Digital literacy development among youth communities in Indonesia. Jurnal Komunikasi Indonesia, 11(2), 101–115.

Hobbs, R. (2017). Create to learn: Introduction to digital literacy. Wiley Publishing.

Koltay, T. (2016). The media and the literacies: Media literacy, information literacy, digital literacy. Media, Culture & Society, 38(2), 211–221. https://doi.org/10.1177/0163443715614375

Livingstone, S. (2018). Critical reflections on media literacy policy in changing media environments. Journal of Communication, 68(1), 15–23. https://doi.org/10.1093/joc/jqx001

Ng, W. (2012). Can we teach digital natives digital literacy? Computers & Education, 59(3), 1065–1078. https://doi.org/10.1016/j.compedu.2012.04.016

Potter, W. J. (2019). Media literacy (9th ed.). Sage Publications.

Rahayu, S. (2023). Literasi digital sebagai peningkatan pemahaman masyarakat dalam penggunaan teknologi informasi. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat.

Setyaningsih, R. (2021). Community empowerment through digital literacy education in Indonesia. Jurnal Pengabdian Masyarakat, 6(3), 88–97.

Siregar, S. (2023). Literasi digital dalam pemanfaatan teknologi dan penyebaran informasi di era digital. Jurnal Pengabdian Masyarakat.

Sukmawati, D., & Hidayat, R. (2023). Visual communication strategy in community digital education programs. Jurnal Ilmu Komunikasi, 18(2), 145–160.

UNESCO. (2021). Media and information literacy curriculum for educators and learners: Think critically, click wisely! UNESCO Publishing.

Widyastuti, E. (2022). Critical digital literacy and social responsibility in online communities. Journal of Digital Society, 7(1), 34–47.

Yusuf, M., & Kurniawan, D. (2021). Participatory learning model for digital literacy development. Indonesian Journal of Education, 12(4), 210–221.

Diterbitkan

21-07-2026

Cara Mengutip

Barlian, Y. A., Desintha, S., Wirasari, I., Nurbani, S., & Soedewi, S. (2026). Peningkatan Literasi Digital, Evaluasi Informasi, dan Komunikasi Visual Melalui Workshop Berbasis Komunitas pada Tapak Maca Kota Bandung, Jawa Barat. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(4), 3979–3988. https://doi.org/10.54082/jamsi.3092