Diversifikasi Produk Olahan Garam Sabu: Pemberdayaan Kelompok Petani Garam “Woro Dahi” Desa Loborai Kecamatan Sabu Timur
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.3118Kata Kunci:
Diversifikasi, Garam, Olahan, Pemberdayaan, PetaniAbstrak
Garam merupakan salah satu komoditas yang sangat penting dan memengaruhi kehidupan masyarakat luas. Kebutuhan garam ini tidak hanya diperuntukkan untuk garam konsumsi saja, melainkan juga untuk garam industry. Salah satu wilayah di Indonesia yang berpotensi menjadi produsen garam dan cocok untuk penerapan metode ini adalah Pulau Sabu, Kabupaten Sabu Raijua yang terletak di Provinsi Nusa Tenggara Timur. Pulau Sabu memiliki potensi yang sangat besar untuk mengembangkan inovasi produk sebagai upaya peningkatan nilai tambah dari hasil produksi garam. Namun, masyarakat belum mampu mengembangkan inovasi produk karena keterbatasan pengetahuan dan keterampilan. Garam hasil olahan masyarakat sudah dikemas dan dipasarkan dengan merek tertentu, namun hal ini tidak membuat semua produk garam hasil olahan petani bisa terjual secara maksimal, bahkan banyak yang tidak laku terjual dan tersimpan dalam gudang dengan jumlah yang cukup banyak, hal ini tentu menimbulkan biaya pemeliharaan yang harus ditanggung oleh masyarakat serta risiko kerusakan diwaktu yang akan datang. Hal ini menunjukkan bahwa diversifikasi produk adalah hal yang urgent dilakukan agar membuat garam mempunyai nilai tambah dan bahkan bisa bertahan lebih lama. Inovasi diversifikasi produk yang melibatkan komunitas petani garam di Pulau Sabu ini, dimulai dengan memberikan pelatihan dan pendampingan dalam berbagai aspek, mulai dari produksi, pengolahan, hingga pemasaran produk olahan garam. Kegiatan ini diharapkan dapat membantu mengurangi ketergantungan pada satu jenis produk, meningkatkan keterampilan dan kapasitas masyarakat, serta membuka peluang pasar baru bagi produk-produk olahan garam dari Pulau Sabu. Selain membuka lapangan kerja, diversifikasi bisa menjadi upaya menuju kemandirian garam, menaikkan pendapatan petambak garam sekaligus meningkatkan kesejahteraan masyarakat petambak garam.
Referensi
Alamsjah, M. A., & Pujiastuti, D. (2025). Empowering Community Entrepreneurship Through Salt-Based Mouthwash Production. Kontribusia : Research Dissemination for Community Development. https://doi.org/https://doi.org/10.30587/kontribusia.v8i1.8739
Amir, N., Efendy, M., & Gozan, M. (2024). Development of a novel salt processing technology and its performance and economic evaluation: an experimental study. Australian Journal of Mechanical Engineering, 23, 527–537. https://doi.org/https://doi.org/10.1080/14484846.2024.2366603
Baihaqi, B., Saputra, S., Amar, A., Afkar, A., Faizin, F., & Meilinar, F. (2024). Peningkatan Kapasitas Anggota Kelompok Petani Produsen Garam Bahari Meugahna. RAMBIDEUN : Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat. https://doi.org/https://doi.org/10.51179/pkm.v7i2.2413
Fiza, N., , E., Nazir, N., & Tanjung, F. (2025). Local Food Diversification as a Pillar of Sustainable Food Development: A Critical Review of Global and Local Perspectives. AJARCDE (Asian Journal of Applied Research for Community Development and Empowerment). https://doi.org/https://doi.org/10.29165/ajarcde.v9i2.712
Gie, E., Wadu, J., Lay, M., Rihi, D. W, & Mata, J. (2023). Development Project Sustainability Management (Study on Reservoir Development Projects in Sabu Raijua Regency). International Journal of Environmental, Sustainability, and Social Science. https://doi.org/https://doi.org/10.38142/ijesss.v4i1.492
Irwan, I., Illian, D. N., Putri, C. N., Elisa, S., Deria, S., Setiawan, I., Miswar, E., Putra, D. F., Nurliza, E., & Azmi, N. (2024). Pemberdayaan Petani Garam Di Desa Lam Ujong Melalui Transfer Teknologi Pembuatan Garam Spa Dan Sabun Cair. Jurnal Abdi Insani. https://doi.org/https://doi.org/10.29303/abdiinsani.v11i4.2105
Kale Paddu, V. A. D., Wadu, J., Rihi, D. W., & Djaha, A. S. A. (2025). Pengelolaan Wilayah Pesisir Pantai Di Kecamatan Sabu Barat Kabupaten Sabu Raijua. Kybernology Jurnal Ilmu Pemerintahan Dan Administrasi Publik, 3(1), 298–309. https://doi.org/https://doi.org/10.71128/kybernology.v3i1.292
Nirwana, A., Arfan, F., M., Daud, Z., Amin, S., Hidayat, S., & Marshal, F. D. (2024). The Role of Traditional Salt Production in Achieving Halal Standards of the Ulamaconsultative Council: Implications for Sustainable Development Goals. Journal of Lifestyle and SDGs Review. https://doi.org/https://doi.org/10.47172/2965-730x.sdgsreview.v4.n00.pe01721
Nugraha, F., Yuliana, L., & Hakim, R. (2026). Optimalisasi Kelompok Tani Garam untuk Pemberdayaan Ekonomi Berbasis Sumber Daya Lokal di Pantai Selatan NTB. UNITY: Journal of Community Service. https://doi.org/https://doi.org/10.70716/unity.v2i2.377
Purwiyono, B., Prihatminingtyas, B., & Pudjiastuti, A. Q. (2022). Empowerment of Farmer’s Salt Smallholder and their Welfare. SOCA: Jurnal Sosial, Ekonomi Pertanian. https://doi.org/https://doi.org/10.24843/soca.2022.v16.i02.p07
Sadiqin, A., & Sunarti, S. (2024). The Level of People’s Salt Business Empowerment (PUGAR) Reviewed From Market Demand. Journal of International Accounting, Taxation and Information Systems. https://doi.org/https://doi.org/10.70865/jiatis.v1i1.39
Salsabila, M., Sultoni, Z. A., Samad, N. W., Kartika, Y. A., Ilhami, S. Q., Santoso, M. B. E., Riqin, M. H., Septiana, D., Putra, M. A. P., Cahyono, A., Pangestuti, S. A., Ali, A. W. R., Maulana, A., Arifin, S., Pratama, F. R., & Asih, E. N. N. (2024). Sosialisasi pengolahan diverifikasi garam pangan (yodium dan fortifikasi ikan pepetek) untuk meningkatkan nilai jual garam di Desa Pesanggrahan-Madura. Penamas: Journal of Community Service. https://doi.org/https://doi.org/10.53088/penamas.v4i2.1160
Suryanta, J., Cahyaningtiyas, I. F., Sulistyowati, R., Y., Cahya, D. L., & Winarno, B. (2026). Plans And Strategies For Adaptation To Climate Uncertainty For Traditional Salt Farmers On The Northern Coast Of Java. Planning Malaysia. https://doi.org/https://doi.org/10.21837/pm.v24i42.2056
Tanan, E. H. P., Mudamakin, A., Poeh, M. M., & Masri, M. (2026). From Comparative to Competitive Advantage: Value Chain Upgrading and Salt Industrialization in Kabupaten Kupang, Indonesia. Indonesian Journal Economic Review (IJER). https://doi.org/https://doi.org/10.59431/ijer.v6i3.1005
Tran, P. G., Hoa, L., Hien, N. T. T., & Oanh, N. (2022). Livelihood of salt farmers in the context of environmental changes in Can Gio district, Vietnam. IOP Conference Series: Earth and Environmental Science, 1028. https://doi.org/https://doi.org/10.1088/1755-1315/1028/1/012002
Tunnida, S., & Nurdin, I. P. (2025). Livelihood Strategies of Salt Farmer Communities in Facing Climate Variability. Jurnal Hukum, Politik Dan Ilmu Sosial. https://doi.org/https://doi.org/10.55606/jhpis.v4i1.4971
Wadu, J., Lay, M., Toda, H., Rihi, D., & Nifu, Y. (2023). Water Governance Analysis in the Development of Embung for Water Supply Security for Agriculture (Study in Sabu Raijua District, NTT Province). Journal of Social Research. https://doi.org/https://doi.org/10.55324/josr.v2i10.1437
Wismanu, R. E., Prakasa, Y., Wahyudi, L. E., & Nashihah, D. (2023). Stakeholders Collaboration to Stimulate the Economic Empowerment for Salt Farmers in Pamekasan Regency. Jurnal Sosial Ekonomi Kelautan Dan Perikanan. https://doi.org/https://doi.org/10.15578/jsekp.v18i1.11835
Zamzami, L., Hasmira, M., Harahap, J., & Aliman, M. (2025). Empowering Of Coastal Community Ecotourism: The Role Of Cultural Entrepreneurship Among Fishermen In West Sumatra, Indonesia. GeoJournal of Tourism and Geosites. https://doi.org/https://doi.org/10.30892/gtg.58136-1421.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Emilia Gie, Sary Angriany Natonis, Arjuna Purba, Eunike Martha Gegung, Olaf Tri Wilopo Simanjuntak, Pisi Bethania Titalessy

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




