Pelatihan Pemanfaatan Limbah Ternak sebagai Bahan Baku Pembuatan Kompos di Desa Mandiangin Timur Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar

Penulis

  • Nurul Huda Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Salsabiila Puteri Bagusmita Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Muhammad Hariri Abdul Aziz Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Rifka Helma Syahida Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Melna Helda Wati Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Kharisma Putri Diana Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Nurul Azkia
  • Putri Indah Lestari Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Yohana Natalia Do Rego Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Ahda Mutia Ramadhani Program Studi Agronomi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Naura Seta Dewi Program Studi Kehutanan, Fakultas Kehutanan, Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Muhammad Salman Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia
  • Natal Sinaga Program Studi Agroekoteknologi, Fakultas Pertanian, Universitas Lambung Mangkurat, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.3170

Kata Kunci:

desa mandiangin timur, Limbah Ternak, pembinaan desa, Pupuk organik (kompos)

Abstrak

Masyarakat di Desa Mandiangin Timur, Kecamatan Karang Intan, Kabupaten Banjar, Kalimantan Selatan pada awalnya belum memanfaatkan limbah ternak secara optimal (94,7%) dengan rincian, 47,4% warga membiarkan limbah ternak begitu saja, 26,3% menjualnya dengan nilai ekonomi rendah, dan 10,5% melakukan pembakaran yang memicu polusi lingkungan. Guna mengatasi persoalan tersebut, program pembinaan desa ini dilaksanakan pada Desember 2025 hingga Januari 2026 yang bertujuan untuk membekali masyarakat dengan pemahaman serta keterampilan dalam mengolah limbah ternak menjadi pupuk organik bernilai jual tinggi. Hasil kegiatan menunjukkan adanya peningkatan signifikan pada pengetahuan dan keterampilan masyarakat dalam proses pengomposan sebesar (84,2%) responden kini telah menguasai cara pembuatan dan langsung tertarik untuk memproduksi kompos secara mandiri. serta perubahan perilaku dari pengelolaan limbah konvensional menuju pengelolaan berbasis sumber daya (waste to resource). Rangkaian kegiatan terdiri dari survei ke desa, penyuluhan, dan dilanjutkan dengan praktik pembuatan kompos, lalu kegiatan diakhiri dengan evaluasi menggunakan kuisioner. Program ini diharapkan dapat berlanjut dengan dukungan kelembagaan dan kebijakan yang memadai untuk mengatasi kendala keterbatasan biaya dan pendampingan guna mengoptimalkan potensi lokal dan meningkatkan kesejahteraan masyarakat desa.

Referensi

Furqon, H. N., Rozaki, Z., Wulandari, R., & Distriananda, R. I. (2025). Pemanfaatan kotoran hewan yang dipasarkan melalui sosial media. E-Prosiding Universitas Muhammadiyah Yogyakarta, 1–5. https://prosiding.umy.ac.id/semnasagriumy/index.php/ag/article/view/77

Gunawan, A., Cornelia, A., Maynard, B., Nugroho, B., Hastiawan, I. F., Tolanda, I., & Istimewa, D. (2022). Pemanfaatan limbah ternak sebagai pupuk organik untuk mendukung pengembangan sektor pertanian dan perkebunan Desa Segoroyoso. Jurnal Aksi Inspiratif: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 2(4). https://doi.org/10.24002/jai.v2i4.5216

Hamzah, A., & Siswanto, B. (2023). Pupuk organik tinjauan teori dan praktek. Forind Press. https://forindpress.com/index.php/forind/catalog/book/40

Hayati, R., Jafrizal, Armadi, Y., Suryadi, & Kesumawati, N. (2024). Efektifitas pupuk kandang kotoran kambing dan pupuk hayati cair dalam meningkatkan pertumbuhan dan produksi tanaman melom (Cucumis melo. L). Jurnal Agriculture, 19(2), 175–189. https://jurnal.umb.ac.id/index.php/agriculture/article/view/7607

Kurniasani, B. R., Utari, S. D., Dwita, A., Washilah, U., Wulandari, B. D., Ali, M. N., Hartawan, L. D., & Nadirin, M. (2023). Pembuatan pupuk kompos padat dari limbah kotoran sapi untuk meningkatkan hasil pertanian di Desa Karang Bajo, Kecamatan Bayan, Kabupaten Lombok Utara. Jurnal Pengabdian Magister Pendidikan IPA, 6(3), 518–522. https://jppipa.unram.ac.id/index.php/jpmpi/article/view/4777

Kusuma, V. A., & Firdaus, A. A. (2022). Pelatihan dan pengembangan kemampuan warga Kelurahan Lamaru dalam mengolah limbah kotoran ternak menjadi kompos organik. Jurnal Layanan Masyarakat (Journal of Public Services), 6(2), 334–341. https://doi.org/10.20473/jlm.v6i2.2022.334-341

Kusumawati, D. E., Istiqomah, I., Shoimah, S., Kholifah, A. N., & Mayang Sari, D. N. (2023). Pemberdayaan kelompok tani melalui pembuatan pupuk organik limbah kotoran ternak dan sabut kelapa. Jurnal Pengabdian Masyarakat: BAKTI KITA, 4(2), 47–57. https://doi.org/10.52166/baktikita.v4i2.4824

Mardewi, N. K., Tonga, Y., Sutapa, I. G., Natama, I. P. N., Pranamya, I. A. K., & Koni, M. B. (2024). Processing livestock waste into organic fertilizer in the Kelompok Usaha Bersama (KUBE) Rare Angon Goat Farming in Temesi Village, Gianyar Regency. Asian Journal of Community Services, 3(8), 791–800. https://doi.org/10.55927/ajcs.v3i8.10955

Mooy, L. M. (2025). Bertani ramah lingkungan sebagai adaptasi terhadap perubahan iklim. Deepublish.

Ritonga, M. N., Aisyah, S., Rambe, M. J., Rambe, S., & Wahyuni, S. (2022). Pengolahan kotoran ayam menjadi pupuk organik ramah lingkungan. Jurnal ADAM, 1(2). https://doi.org/10.37081/adam.v1i2.548

Rizkiyah, N., Laily, D. W., & Wijayati, P. D. (2025). Upaya budidaya berkelanjutan melalui penerapan teknologi greenhouse pada kelompok usaha pembibitan anggur varietas jupiter di Desa Ngijo Kecamatan Karang Ploso Kabupaten Malang. SEWAGATI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 9(5), 1251–1263. https://doi.org/10.12962/j26139960.v9i5.8284

Setyorini, D., Saraswati, R., & Anwar, E. K. (2006). Kompos. Dalam R. D. M. Simanungkalit, D. A. Suriadikarta, R. Saraswati, D. Setyorini, & W. Hartatik (Ed.), Pupuk organik dan pupuk hayati (hlm. 11–40). Balai Besar Litbang Sumberdaya Lahan Pertanian. https://digilib.brmpkementan.id/pengelolahasil/index.php?p=show_detail&id=9502

Suarmaprasetya, R. A., & Soemarno. (2021). Pengaruh kompos kotoran kambing terhadap kandungan karbon dan fosfor tanah dari kebun kopi Bangelan. Jurnal Tanah dan Sumberdaya Lahan, 8(2), 505–515. https://doi.org/10.21776/ub.jtsl.2021.008.2.21

Supandji, S., Junaidi, J., Muharram, M., Agusty, V. G., & Effendi, M. S. (2022). Pelatihan pembuatan pupuk organik bokashi sebagai pengganti pupuk anorganik di Desa Ringinpitu Kecamatan Kedungwaru Kabupaten Tulungagung. Bubungan Tinggi: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 4(4), 1219–1224. https://doi.org/10.20527/btjpm.v4i4.6101

Widodo, N., Farhan, N., Romadhoni, S., Afif, M., Darril, F., Dwi, A., & Prasetiyo, D. (2024). Peningkatan perekonomian peternak melalui pengolahan limbah. AJAD: Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat, 4(2), 446–453. https://doi.org/10.59431/ajad.v4i2.362

Diterbitkan

15-09-2026

Cara Mengutip

Huda, N., Bagusmita, S. P., Aziz, M. H. A. ., Syahida, R. H. ., Wati, M. H. ., Diana, K. P. ., Azkia, N., Lestari, P. I. ., Do Rego, Y. N., Ramadhani, A. M. ., Dewi, N. S. ., Salman, M. ., & Sinaga, N. (2026). Pelatihan Pemanfaatan Limbah Ternak sebagai Bahan Baku Pembuatan Kompos di Desa Mandiangin Timur Kecamatan Karang Intan Kabupaten Banjar. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(5), 5377–5388. https://doi.org/10.54082/jamsi.3170