Gerakan Santri Bebas Gatal: Edukasi dan Pelatihan Pengenalan Skabies di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Jawa Timur

Penulis

  • Meidyta Sinantryana Widyaswari Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Maria Ulfa Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Winawati Eka Putri Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Yuriske Agnovianto Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Abizar Keiza Maulana Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Muh. Ghufron Dzulfikar Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Siti Aisyah Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Aulia Syabana Guevara Hakim Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Alya Revanatasya Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia
  • Sitti Faradillah Umachina Fakultas Kedokteran, Universitas Nahdlatul Ulama Surabaya, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.3262

Kata Kunci:

edukasi kesehatan, pengenalan skabies, skabies, santri, pondok pesantren

Abstrak

Skabies merupakan penyakit kulit menular yang berisiko menyebar pada lingkungan berasrama dengan kepadatan hunian dan interaksi antarpenghuni yang tinggi. Kegiatan pengabdian kepada masyarakat ini bertujuan meningkatkan pengetahuan santri mengenai skabies melalui edukasi kesehatan dan pelatihan pengenalan tanda serta gejala sebagai bagian dari upaya pencegahan. Kegiatan dilaksanakan pada 6 Juni 2026 di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Jawa Timur, dengan melibatkan 50 santri. Tahapan kegiatan meliputi persiapan, Focus Group Discussion, pretest, edukasi kesehatan, pelatihan pengenalan tanda dan gejala, posttest, dan refleksi tindak lanjut. Evaluasi menggunakan desain one-group pretest-posttest dengan kuesioner pengetahuan yang menilai pengertian, penyebab, penularan, faktor risiko, tanda dan gejala, lokasi predileksi, serta pencegahan skabies. Data dianalisis menggunakan paired sample t-test dengan tingkat kemaknaan 5%. Rerata skor pengetahuan meningkat dari 90,0 pada pretest menjadi 97,4 pada posttest, dengan selisih 7,4 poin atau peningkatan relatif 8,22%. Perbedaan skor sebelum dan sesudah kegiatan bermakna secara statistik (p < 0,001). Hasil ini menunjukkan bahwa edukasi dan pelatihan pengenalan skabies dapat meningkatkan pengetahuan santri. Evaluasi kegiatan belum mengukur keterampilan skrining, perubahan perilaku, atau kejadian skabies, sehingga tindak lanjut perlu mencakup penilaian keterampilan berbasis observasi, retensi pengetahuan, perilaku pencegahan, serta penguatan kader santri bersama pengelola pesantren dan tenaga kesehatan.

Referensi

Al-Dabbagh, J., Younis, R., & Ismail, N. (2023). The currently available diagnostic tools and treatments of scabies and scabies variants: An updated narrative review. Medicine, 102(21), e33805. https://doi.org/10.1097/MD.0000000000033805

Gupta, S., Thornley, S., Morris, A., Sundborn, G., & Grant, C. (2024). Prevalence and determinants of scabies: A global systematic review and meta-analysis. Tropical Medicine & International Health, 29(12), 1006–1017. https://doi.org/10.1111/tmi.14058

Hisan, K. K., Hidayah, R. M. N., Rakhmilla, L. E., Avriyanti, E., & Sutedja, E. (2025). Pengaruh edukasi terhadap pengetahuan, sikap dan perilaku dalam pencegahan skabies di pesantren di Jatinangor. Media Dermato-Venereologica Indonesiana, 52(2). https://doi.org/10.33820/mdvi.v52i2.467

Li, J., Liu, Z., & Xia, X. (2024). The disability-adjusted life years (DALYs), prevalence and incidence of scabies, 1990–2021: A systematic analysis from the Global Burden of Disease Study 2021. PLOS Neglected Tropical Diseases, 18(12), e0012775. https://doi.org/10.1371/journal.pntd.0012775

Maryanti, E., Firdaus, F., Afrinaldi, A., Mulia, F., & Linda, M. (2023). Pemeriksaan dan edukasi pencegahan penyakit skabies pada santri di Pesantren Jabal Nur Kandis, Kebupaten Siak, Riau. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(4), 634–642. https://doi.org/10.30651/aks.v7i4.10908

Ramadhan, M., Faisal, F., Fradina, I. T., & Mawardi, A. (2024). Peningkatan kesehatan santri dalam pondok pesantren melalui edukasi tentang scabies. To Maega: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 7(1), 68–76. https://doi.org/10.35914/tomaega.v7i1.2353

Romadhon, Y. A., Kurniati, Y. P., Farma, A. F. F., Yunandar, R., & Tuanaya, M. R. N. (2024). Peningkatan pengetahuan tentang pengelolaan scabies pada santriwati pondok pesantren modern. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian kepada Masyarakat, 9(2), 291–295. https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v9i2.5770

Schneider, S., Wu, J., Tizek, L., Ziehfreund, S., & Zink, A. (2023). Prevalence of scabies worldwide—An updated systematic literature review in 2022. Journal of the European Academy of Dermatology and Venereology, 37(9), 1749–1757. https://doi.org/10.1111/jdv.19167

Shoukat, Q., Rizvi, A., Wahood, W., Coetzee, S., & Wrench, A. (2023). Sight the mite: A meta-analysis on the diagnosis of scabies. Cureus, 15(1), e34390. https://doi.org/10.7759/cureus.34390

Thomas, C., Castillo Valladares, H., Berger, T. G., & Chang, A. Y. (2024). Scabies, bedbug, and body lice infestations: A review. JAMA, 332(14), 1189–1199. https://doi.org/10.1001/jama.2024.13896

Wahyuni, Y. P., Ramadhani, I., & Chairani, A. (2024). Edukasi pencegahan infeksi scabies di pondok pesantren modern. BERNAS: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 5(3), 2197–2208. https://doi.org/10.31949/jb.v5i3.9623

Wahdini, S., Sari, I. P., Nurcandra, F., & Sungkar, S. (2025). Assessment of knowledge and personal hygiene practices regarding scabies among high-risk students in a non-formal education boarding school. Turkiye Parazitoloji Dergisi, 49(4), 173–177. https://doi.org/10.4274/tpd.galenos.2025.98700

Widaty, S., Miranda, E., Cornain, E. F., & Rizky, L. A. (2022). Scabies: Update on treatment and efforts for prevention and control in highly endemic settings. Journal of Infection in Developing Countries, 16(2), 244–251. https://doi.org/10.3855/jidc.15222

Widaty, S., Kekalih, A., Bramono, K., Sari, S. M., Darmawan, I., & Friska, D. (2025). Scabies training for improving non-medical personnel knowledge in high-risk population in Indonesia. eJournal Kedokteran Indonesia, 12(3), 245–250. https://doi.org/10.23886/ejki.12.635.245

Yulfi, H., Zulkhair, M. F., & Yosi, A. (2022). Scabies infection among boarding school students in Medan, Indonesia: Epidemiology, risk factors, and recommended prevention. Tropical Parasitology, 12(1), 34–40. https://doi.org/10.4103/tp.tp_57_21

Diterbitkan

05-09-2026

Cara Mengutip

Widyaswari, M. S. ., Ulfa , M. ., Putri , W. E. ., Agnovianto, Y., Maulana, A. K. ., Dzulfikar, M. G. ., Aisyah, S. ., Hakim, A. S. G. ., Revanatasya, A. ., & Umachina, S. F. . (2026). Gerakan Santri Bebas Gatal: Edukasi dan Pelatihan Pengenalan Skabies di Pondok Pesantren Zainul Hasan Genggong, Probolinggo, Jawa Timur. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(5), 5103–5112. https://doi.org/10.54082/jamsi.3262