Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga Sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Keluarga di Desa Loa Rw 11

Penulis

  • Syifa Shahieza Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Bandung, Indonesia
  • Ryan Hidayat Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Bandung, Indonesia
  • Wickha Juliani Ilmu Komunikasi, Universitas Muhammadiyah Bandung, Indonesia
  • Muhammad Fadhlan Rizqullah Farmasi, Universitas Muhammadiyah Bandung, Indonesia
  • Muhammad Rasyid Hatami Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Bandung, Indonesia
  • Muhammad Rizqy Subagja Teknik Informatika, Universitas Muhammadiyah Bandung, Indonesia
  • Teti Nur Azizah Farmasi, Universitas Muhammadiyah Bandung, Indonesia
  • Meisya Maulida Psikologi, Universitas Muhammadiyah Bandung, Indonesia
  • Miftah Awaludzi Rizki Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Bandung, Indonesia
  • Wizdan Taufik Abadallah Administrasi Publik, Universitas Muhammadiyah Bandung, Indonesia
  • Mae Amelianawati Teknologi Pangan, Universitas Muhammadiyah Bandung, Indonesia

DOI:

https://doi.org/10.54082/jamsi.3364

Kata Kunci:

akses terbuka, Desa Loa, Kabupaten Bandung, kemandirian kesehatan, pemberdayaan masyarakat, taman TOGA komunal, tanaman obat keluarga

Abstrak

Kesehatan keluarga merupakan salah satu fondasi utama kesejahteraan masyarakat, namun pemenuhannya sering terkendala oleh keterbatasan ekonomi dan ketergantungan terhadap obat-obatan kimia. Salah satu alternatif yang dapat ditempuh adalah pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga (TOGA) melalui pemberdayaan masyarakat. Kegiatan ini bertujuan mengedukasi dan memberdayakan masyarakat RW 11, Desa Loa, Kecamatan Paseh, Kabupaten Bandung, dalam memanfaatkan lahan bersama untuk budi daya TOGA secara kolektif. Kegiatan dilaksanakan dalam dua tahap, yaitu penanaman bibit pada 25 Agustus 2026 dan peresmian taman TOGA pada 30 Agustus 2026, dengan menanam 18 jenis tanaman sebanyak 68 bibit secara kolektif di lahan bersama RT 01 sebagai taman TOGA komunal yang dikelola bersama dan dapat diakses secara terbuka oleh warga, tanpa dibagikan ke rumah tangga. Data dikumpulkan secara observasional-kualitatif melalui pengamatan partisipatif dan catatan lapangan, kemudian dibandingkan dengan sembilan studi acuan sejenis pada rentang 2021–2026. Hasil kegiatan menunjukkan partisipasi warga yang tinggi (50 peserta, 10 panitia) serta model taman TOGA komunal berakses terbuka yang tidak ditemukan pada sembilan studi acuan yang dibandingkan. Model ini dirancang untuk menekan risiko kegagalan tanam pada fase kritis dan berpotensi memperkuat modal sosial antarwarga, meskipun klaim ini masih bersifat prediktif karena belum didukung data pemantauan pascaperesmian. Kegiatan ini berkontribusi secara konseptual dengan memperluas kerangka tahapan pemberdayaan melalui penegasan tahap pendayaan kolektif berbasis akses terbuka.

Referensi

Amalia, R., Suhariyanti, E., & Aliva, M. (2021). Peningkatan kesehatan masyarakat melalui sosialisasi penggunaan tanaman obat keluarga (TOGA) di lingkungan Bandung. As-Syifa: Jurnal Pengabdian dan Pemberdayaan Kesehatan Masyarakat, 2(1), 31–36.

Atmaja Johny Artha, I. K., Yulianingsih, W., Riyanto, Y., Yusuf, A., & Cahyani, A. D. (2023). Budidaya tanaman toga dan pelatihan pembuatan olahan minuman kunyit asam dalam mencegah Covid-19. Aksiologiya: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 7(3), 366–378. https://doi.org/10.30651/aks.v7i3.13496

Atmojo, M., & Darumurti, A. (2021). Pemberdayaan masyarakat melalui tanaman obat keluarga (TOGA). Jurnal Abdimas BSI: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 4(1), 100–109.

Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan. (2019). Laporan nasional Riskesdas 2018. Lembaga Penerbit Badan Penelitian dan Pengembangan Kesehatan.

Bela, H. Y., Annshori, M. F., & Marshalita, M. (2024). Asset-based community development: Program inovasi Kampung Bantar. Matra Pembaruan: Jurnal Inovasi Kebijakan, 8(1), 61–74. https://doi.org/10.21787/mp.8.1.2024.61-74

Faradila, F., Qamariah, N., & Safitri, R. A. (2026). Pemberdayaan kesehatan dan ekonomi masyarakat melalui pemanfaatan tanaman obat keluarga. PengabdianMu: Jurnal Ilmiah Pengabdian Kepada Masyarakat, 11(6). https://doi.org/10.33084/pengabdianmu.v11i6.13259

Hapsari, W. S., Meinitasari, E., Firdaus, R. A., Pangestika, A. W., & Azis, A. Z. (2022). Edukasi pemanfaatan tanaman obat keluarga dalam usaha peningkatan derajat kesehatan di Dusun Nabin Kulon Magelang. E-Dimas: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 13(1), 110–114. https://doi.org/10.26877/e-dimas.v13i1.6356

Marwati, M., & Amidi, A. (2018). Pengaruh budaya, persepsi, dan kepercayaan terhadap keputusan pembelian obat herbal. Jurnal Ilmu Manajemen, 7(2).

Najamudin, N., & Al Fajar, M. (2024). Pemberdayaan masyarakat berbasis sumber daya lokal melalui pendekatan Asset-Based Community Development (ABCD) untuk mencapai SDG 1: Tanpa kemiskinan. Focus: Jurnal Pekerjaan Sosial, 7(2), 181–194. https://doi.org/10.24198/focus.v7i2.58936

Naway, F. A., Arifin, & Ardini, P. P. (2021). Pemberdayaan masyarakat melalui program TOGA (tanaman obat keluarga) dalam rangka pencegahan pandemi Covid-19. Jurnal Sibermas (Sinergi Pemberdayaan Masyarakat), 10(1). https://doi.org/10.37905/sibermas.v10i1.10384

Pemberdayaan masyarakat melalui penanaman tanaman obat keluarga di Padukuhan Konteng Kalurahan Sumberadi Kabupaten Sleman. (2025). Abdi Cendekia: Jurnal Pengabdian Masyarakat, 5(3), 3546–3555.

Rusdidjati, R., Syarifuddin, A., Raliby, O., & Suprapto, A. (2021). Peningkatan imunitas keluarga dan budaya kewirausahaan masa pandemi Covid-19 melalui budidaya toga di Desa Tempursari, Candimulyo, Magelang. Jurnal Pengabdian pada Masyarakat, 6(1), 1–5.

Saddiyah, P., Astuti, R. P., & Vialianty, A. (2020). Pemanfaatan lahan pekarangan untuk memenuhi kebutuhan keluarga di Desa Pagarawan, Kecamatan Merawang, Kabupaten Bangka. Jurnal Pengabdian kepada Masyarakat Universitas Bangka Belitung, 7(2), 62–67.

Sembiring, F. A., Safrida, H., & Andriani, R. (2025). Pelatihan pemanfaatan tanaman obat keluarga (TOGA) sebagai upaya peningkatan kemandirian kesehatan masyarakat di wilayah Puskesmas Titi Papan. Jurnal Pengabdian Masyarakat (Kesehatan), 7(2).

Wajdi, B. N., Sa'adillah, R., Ekaningsih, L. A. F., Rizal, H. S., & Fathurrohman, A. (2024). Asset-based community development: Leveraging local strengths for empowering communities: A bibliographic analysis. Engagement: Jurnal Pengabdian Kepada Masyarakat, 8(1), 308–325. https://doi.org/10.29062/engagement.v8i1.1784

Wrihatnolo, R. R., & Dwidjowijoto, R. N. (2007). Manajemen pemberdayaan: Sebuah pengantar dan panduan untuk pemberdayaan masyarakat. Elex Media Komputindo.

Diterbitkan

15-09-2026

Cara Mengutip

Shahieza, S. ., Hidayat, R. ., Juliani, W. ., Rizqullah, M. F. ., Hatami, M. R. ., Subagja, M. R. ., Azizah, T. N. ., Maulida, M. ., Rizki, M. A. ., Abadallah, W. T. ., & Amelianawati, M. . (2026). Pemberdayaan Masyarakat Melalui Pemanfaatan Tanaman Obat Keluarga Sebagai Upaya Meningkatkan Kesehatan Keluarga di Desa Loa Rw 11. Jurnal Abdi Masyarakat Indonesia, 6(5), 5453–5464. https://doi.org/10.54082/jamsi.3364