Edukasi Interaktif Bahasa Disfemistik untuk Meningkatkan Kesantunan Berbahasa Siswa MAS An-Nas di Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.3381Kata Kunci:
Bahasa Disfemistik, Kesantunan Berbahasa, Media Sosial, Edukasi InteraktifAbstrak
MAS An-Nas di Desa Lebbo Tengngae Kecamatan Cenrana Kabupaten Maros merupakan salah satu Sekolah yang berada di Kawasan penyangga Kecamatan Cenrana. Hal ini mengakibatkan pergeseran kultur berbahasa siswa di sekolah. Siswa tidak lagi patuh kepada konsep budaya kesantunan berbahasa. Siswa berkecenderungan menggunakan Bahasa disfemistik dalam berbahasa termasuk melalui media sosial. Oleh karena itu, perlu dilakukan Edukasi Bahasa Disfemistik kepada siswa agar mereka memahami penggunaan bahasa semacam ini dikategorikan tidak santun dan menyalahi budaya Bugis/Makassar. Edukasi dilakukan melalui metode interaktif dengan menggabungkan pemberian materi secara interaktif, diskusi, dan tanya-jawab. Peserta edukasi 20 orang siswa dipilih secara acak sebagai perwakilan kelas. Edukasi yang diberikan terbukti menunjukkan peningkatan skor rata-rata pre-test dari 36,96 menjadi 89,43 post-tes dalam pemahaman siswa terhadap Bahasa disfemistik. Edukasi ini juga menghasilkan fakta integritas yang ditandatangani secara sukarela oleh 20 orang siswa untuk berikhtiar melakukan: Stop Bahasa Disfemistik dalam Bertutur dan Bersosial Media. Dari kegiatan ini disimpulkan bahwa Edukasi Bahasa Disfemistik di MAS An-Nas telah menunjukkan adanya meningkatkan skor pemahaman dan pengetahuan siswa terhadap bentuk bahasa disfemistik dalam waktu singkat. Keberlanjutan program ini sangat bergantung kepada mekanisme pemantauan dan evaluasi berkala pihak stakeholder pindidikan dan lingkungan sekolah terhadap komitmen berbahasa santun dalam kehidupan siswa.
Referensi
Andis, A., Bongngi, I., & Makassar, K. (2026). Analisis efektivitas ekstrakurikuler dan implikasinya terhadap gangguan aktivitas belajar. Jurnal Media Akademik (JMA), 4(4). https://doi.org/10.62281/z56rxc18
Arnett, J. J. (2000). Emerging adulthood: A theory of development from the late teens through the twenties. American Psychologist, 55(5), 469–480. https://doi.org/10.1037/0003-066X.55.5.469
Arnett, J. J. (2014). Emerging adulthood: The winding road from the late teens through the twenties (2nd ed.). Oxford University Press. https://doi.org/10.1093/acprof:oso/9780199925933.001.0001
Devi, E. K., & Ginanjar, B. (2023). Disfemisme dalam Unggahan Akun Media Sosial Twitter @areajulid. Jurnal Nuansa Indonesia, 25(1), 15–28. https://jurnal.uns.ac.id/ni
Elder, G. H. J., Johnson, M. K., & Crosnoe, R. (2003). The emergence and development of life course theory. In J. T. Mortimer & M. J. Shanahan (Eds.), Handbook of the life course (pp. 3–19). Springer. https://doi.org/10.1007/978-0-306-48247-2_1
Fuller, R., & Goldstone, J. (2012). Youth Bulge and Social Change: How Demographics Shape Behaviour and Politics. Oxford: Oxford University Press.
Hidayah, R. N., Trisnawati, E. F., Putri, E. R. I., Apriliana, A. S., & Suwartini, S. (2025). Faktor-Faktor Yang Mempengaruhi Anak SD Berbicara Kasar Dan Cara Mengatasinya. Jurnal Pendidikan dan Kebudayaan (JURDIKBUD), 5(2), 381–390. https://doi.org/10.55606/jurdikbud.v5i2.7128
Hudson, A. (2023). Mengapa Kesopanan Mendahului Kontrak Sosial: Batasan internal berupa tata krama dan adat istiadat mendasari batasan eksternal berupa hukum (terjemahan). Modern Age A Concervative Review ((Edisi, 10). https://modernagejournal.com/why-civility-precedes-the-social-contract/235645/
Jannah, A., Shepty, A. D., Putri, A., Ramadhani, D., Lestari, E. L., Wijayanti, D. M., Dewi, N. K., Hidayah, A. N., Setiawati, D., & Yunita, M. (2025). Peran Teman Sebaya dalam Pembentukan Kepribadian Siswa Menengah Atas. Edukatif: Jurnal Ilmu Pendidikan, 7(6), 1726–1737. https://doi.org/10.31004/edukatif.v7i6.8728
Jannah, S. N., Fadilah, F. A., Amelia, T., & Suryaningsi, S. (2025). Integritas Sebagai Pilar Utama Pembentukan Karakter Bangsa di Era Digital. CAUSA: Jurnal Hukum, 13(5), 2–10. https://doi.org/10.31004/edukatif.v7i6.8728
Kanda, A. S., & Rosulliya, S. (2024). Dampak Bullying Terhadap Perubahan Perilaku Pada Korban Bullying di SMK PGRI 2 Kota Cimahi. Jurnal Ilmiah Research Student, 1(3), 507–512. https://doi.org/10.61722/jirs.v1i3.628
Kusumasanti, S. A. (2026). Internalisasi Guru Dalam Menanamkan Nilai Kedisiplinan Melalui Metode Kepemimpinan Di Paud. Jurnal Ilmu Pendidikan (JIP), 3(12), 405–420. https://doi.org/10.56832/pema.v5i1.857
Laila Siregar, H., Larasati, A., Syafitri, N. M., Rahmadani, N., & Meridina, R. (2025). Analisis Pengaruh Pergaulan Bebas Terhadap Ketaatan Remaja Dalam Kewajiban Sosial dan Keagamaan. Pema, 5(1), 235–247. https://doi.org/10.56832/pema.v5i1.857
Lutfiyah, F. (2025). Pengabdian Masyarakat sebagai Upaya Peningkatan Literasi dan Kesejahteraan Community Service as an Effort to Improve Literacy and Welfare Prodi Bimbingan dan Konseling, Universitas PGRI Sumenep, Indonesia Pengabdian kepada masyarakat adalah salah satu k. Masyarakat Mandiri: Jurnal Pengabdian dan Pembangunan Lokal, 2(2). https://doi.org/10.62951/masyarakatmandiri.v2i2.2102
Mustika, N. (2022). Pengaruh Game Online Pada Bahasa Anak. TALENTA Conference Series: Local Wisdom, Social and Arts, 5(2), 140–144. https://doi.org/10.32734/lwsa.v5i1.1337
Nurqadriani, N., Dahlan, Muh. N. F., & Nureni, N. (2025). Penerapan Metode Diskusi Interaktif untuk Meningkatkan Pemahaman Siswa pada Mata Pelajaran Fikih. Journal of Instructional and Development Researches, 5(3), 231–238. https://doi.org/10.53621/jider.v5i3.524
Pujaning Ati, A., Widiyarto, S., Setyowati, L., Hadi, S., Indraprasta, U., & Jakarta, P. (2024). Penguatan dan Sosialisasi Kesantunan Berbahasa Pada Siswa Sekolah Dasar Strengthening and Socializing Language Politeness In Elementary School Students. Abdimas, 1(November), 77–82.
Purwanto, J., Adriani, A., Muslim, B., & Dwinita, S. (2025). Pengajaran Bahasa Indonesia: Metode dan strategi efektif. PT Media Penerbit Indonesia.
Putri, E. L., Supriadi, O., & Setiawan, H. (2023). Analisis Penggunaan Gaya Bahasa Disfemisme pada Artikel Berita Media Daring Balikpapan Pos. Jurnal Pendidikan Bahasa, 12(1), 330–347. https://doi.org/10.51178/khazanah.v3i2.2037
Putri, E. N., & Rahmawati, L. E. (2022). Fungsi Eufemisme dan Disfemisme dalam Siniar “Close The Door” Deddy Corbuzier. Jurnal Onoma: Pendidikan, Bahasa, dan Sastra, 8(1), 168–180. https://doi.org/10.30605/onoma.v8i1.1643
Rizekuna, & Siregar, Mhd. F. Z. (2025). Pengaruh Berbicara Kasar dalam Konteks Sosial terhadap Perkembangan Akhlak Anak Usia Prasekolah. Khazanah: Journal of Islamic Studies, 22(2), 149–151. https://doi.org/10.51178/khazanah.v3i2.2037
Santrock, J. W. (2019). Adolescence (17th ed.). McGraw-Hill Education.
Tarigan, K., & Syahputra, D. (2025). Dampak Media Sosial terhadap Etika Pergaulan Anak Muda di Kota Medan. Jurnal Ilmu Pemerintahan, Administrasi Publik, Ilmu Komunikasi (jipikom), 7(1), 70–80. https://doi.org/10.31289/jipikom.v7i1.5887
Tasya Alifia Izzani, Selva Octaria, & Linda Linda. (2024). Perkembangan Masa Remaja. JISPENDIORA Jurnal Ilmu Sosial Pendidikan Dan Humaniora, 3(2), 259–273. https://doi.org/10.56910/jispendiora.v3i2.1578
Teza, S. (2022). Kata Umpatan Dalam Anime Youkoso Jitsuryouku Shiju Shugi No Kyoushitsu Season 1 Tinjauan Sosiolinguistik. Dalam Doctoral Dissertation. Universitas Andalas.
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Mahfuddin Mahfuddin, Novalia Tanasy, Ince Nasrullah, Nur Rifka A., Didit Ardiyansyah, Darwis Darwis, Irna Fitriana

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




