GENTARA: Edukasi Gizi, Aktivitas Fisik, dan Literasi Keluarga untuk Penguatan Perilaku Sehat Remaja
DOI:
https://doi.org/10.54082/jamsi.3497Kata Kunci:
Aktifitas fisik, Edukasi gizi, Literasi keluarga, RemajaAbstrak
Stunting masih menjadi masalah kesehatan masyarakat yang utama di Indonesia, dengan prevalensi nasional sebesar 19,8% pada tahun 2024, yang belum mencapai target nasional jangka menengah sebesar 14,2% pada tahun 2029. Di Jawa Barat, Kecamatan Ciater mencatat prevalensi stunting tertinggi, yaitu 5,4%, sehingga diperlukan intervensi lebih lanjut. Stunting dipengaruhi oleh berbagai faktor, antara lain gizi ibu, praktik pemberian makan pada bayi dan anak, sanitasi lingkungan, dan status sosial ekonomi keluarga. Selain itu, rendahnya literasi gizi pada remaja berpotensi melanggengkan siklus stunting antargenerasi. Program GENTARA (Generasi Sehat dan Ceria) dirancang sebagai intervensi berbasis masyarakat yang menyasar siswa kelas 7–9 di MTs Al-Ikhlas Neglasari. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan, sikap, dan perilaku sehat melalui edukasi gizi, aktivitas fisik, dan literasi keluarga. Program dilaksanakan selama tiga hari dengan pendekatan partisipatif, meliputi Participatory Action Research (PAR), Community-Based Participatory Research (CBPR), Service Learning, dan Asset-Based Community Development (ABCD). Metode pembelajaran terdiri atas presentasi visual, diskusi kelompok, praktik aktivitas fisik, dan permainan edukatif. Hasil dievaluasi melalui pre-test dan post-test serta observasi perilaku. Intervensi ini menghasilkan perbaikan perilaku yang signifikan pada sebagian besar peserta, dengan 63 siswa menunjukkan peningkatan perilaku sehat. Intervensi ini meningkatkan pengetahuan, sikap, dan praktik terkait hidup sehat, serta membentuk persepsi dan preferensi remaja terhadap gizi seimbang dan Perilaku Hidup Bersih dan Sehat (PHBS). Program GENTARA berhasil memperkuat perilaku sehat pada siswa madrasah tsanawiyah melalui pendekatan edukasi yang interaktif. Temuan ini menunjukkan bahwa intervensi berbasis sekolah dapat menjadi strategi pencegahan yang efektif untuk menurunkan stunting pada generasi mendatang
Referensi
Dinas Kesehatan Jawa Barat. (2024). Persentase Balita Stunting Berdasarkan Kabupaten/Kota Di Jawa Barat. Bandung: Dinkes Jabar.
Femyliati, R., Fikri, A. M., & Andriani, E. (2023). Pengaruh Edukasi Gizi Melalui Media Sosial terhadap Pengetahuan Gizi dan Pemilihan Menu di Aplikasi Pesan Antar Makanan. Amerta Nutrition, 7(2), 248-254. https://doi.org/10.20473/amnt.v7i2.2023.248-254
Flores-Vázquez, A. S., Rodríguez-Rocha, N. P., Herrera-Echauri, D. D., & Macedo-Ojeda, G. (2024). A systematic review of educational nutrition interventions based on behavioral theories in school adolescents. Appetite, 192, 107087. https://doi.org/10.1016/j.appet.2023.107087
Kemenkes BKPK. (2025). SSGI 2024: National Stunting Prevalence Drops to 19,8%. https://www.badankebijakan.kemkes.go.id/en/ssgi-2024-prevalensi-stunting-nasional-turun-menjadi-198/?utm_source
Mesra, R., & Rahman, A. (2024). Strategi Perubahan Perilaku Sehat dengan Intervensi Media Sosial. Jurnal Masyarakat Digital, 1(1), 1-10. https://doi.org/10.64924/b0nnk049
Muhammad, R. M., Mahawati, E., & Rimawati, E. (2025). Literature Review Faktor-Faktor Multisektoral yang Mempengaruhi Terjadinya Stunting pada Balita di Indonesia. Jurnal Ners, 9(4), 7175–7183. https://doi.org/10.31004/jn.v9i4.50906
Nadapdap, C. H. N., Mautang, T., Paturusi, A. P., & Agustina, R. (2025). Hubungan Pengetahuan Gizi Dan Pola Makan Dengan Status Gizi Remaja. Jurnal Kolaboratif Sains, 8(7), 4327–4335. https://doi.org/10.56338/jks.v8i7.7848
Nurdiansyah, S. I. (2024). Edukasi pola hidup bersih dan sehat pada siswa SMPN 8 Kubu Raya. Journal of Community Development, 5(1), 122-127. https://doi.org/10.47134/comdev.v5i1.247
Nuryadi, Astuti, T. D., Utami, E. ,. S.,.S.,.,. S., & M. Budiantara. (2017). Dasar-Dasar Statistik Penelitian (1st ed.). Sibuku Media. https://eprints.mercubuana-yogya.ac.id/id/eprint/6667/1/Buku-Ajar_Dasar-Dasar-Statistik-Penelitian.pdf
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2023). Survei Kesehatan Indonesia 2023 (Dalam Angka). Jakarta: Kemenkes RI.
Peraturan Menteri Kesehatan Republik Indonesia. (2025). Survei Status Gizi Indonesia 2024 (Dalam Angka). Jakarta: Kemenkes RI.
Pertiwi, C. H. R., Yuniarti, H., & Utami, K. D. (2025). Hubungan Kondisi Ibu dan Berat Badan Lahir Bayi dengan Kejadian Stunting. Termometer: Jurnal Ilmiah Ilmu Kesehatan Dan Kedokteran, 3(2), 156–167. https://doi.org/10.55606/termometer.v3i2.4918
Riskia, R. M., & Marbun, R. M. (2024). Difference In Mothers’ Knowledge of Balanced Nutrition For Preschool Children Before And After Receiving Nutrition Education Using Powerpoint Slides At biMBA AIUEO Unit Vila Bintaro Indah. SANITAS: Jurnal Teknologi Dan Seni Kesehatan, 14(2), 118–130. https://doi.org/10.36525/sanitas.2023.440
Samad, N., Bearne, L., Noor, F. M., Akter, F., & Parmar, D. (2024). School-based healthy eating interventions for adolescents aged 10-19 years: an umbrella review. The international journal of behavioral nutrition and physical activity, 21(1), 117. https://doi.org/10.1186/s12966-024-01668-6
Syahriani, M. N., & Novalina, A. (2024). Edukasi Pemberian Gizi Seimbang dalam Gerakan ‘Aisyiyah Cinta Anak untuk Pencegahan Stunting pada Remaja Panti Asuhan ‘Aisyiyah di Kubu Raya. Jurnal Pelayanan Dan Pengabdian Masyarakat Indonesia, 3(3), 64–71. https://doi.org/10.55606/jppmi.v3i3.1471
Wulansari, A., & Lathifah, N. N. (2024). Penguatan Literasi Stunting pada Remaja sebagai Upaya Penurunan Prevalensi Stuntingdi Posyandu Remaja Paal Merah II Kota Jambi. Jurnal Abdimas Kesehatan (JAK), 6(3), 503–509. https://doi.org/10.36565/jak.v6i3.761
Unduhan
Diterbitkan
Cara Mengutip
Terbitan
Bagian
Lisensi
Hak Cipta (c) 2026 Yusup Yusup, Salma Arini Alfakhoirat, Aisah Fitri Rohimah, Ayu Fadillah, Khalida Fauzia

Artikel ini berlisensi Creative Commons Attribution 4.0 International License.




